Proses Penyerbukan pada Bunga Kertas yang Perlu dipahami

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Dari karakter morfologi serbuk sari dapat diketahui bahwa tanaman genus Bougainvillea juga memiliki keanekaragaman. Keanekaragaman yang dimaksud adalah terdapat perbedaan dalam
morfologi serbuk sari pada genus Bougainvillea.

Perbedaan dalam morfologi serbuk sari pada tanaman Bougainvillea terdapat pada bentuk serbuk sari, ukiran dari serbuk sari, susunan ukiran serbuk sari, dan lapisan eksin. Sedangkan persamaannya terdapat pada tipe serbuk sari, dan tipe pahatan lapisan luar.

Keanekaragaman dalam morfologi serbuk sari pada tanaman genus Bougainvillea tidak begitu banyak apabila dibandingkan dengan keanekaragaman dalam morfologi bunga pada tanaman genus Bougainvillea.

Menurut Fahn (1995), butir serbuk sari lonjong dijumpai pada tumbuhan monokotil dibanding dikotil. Bougainvillea merupakan salah satu tumbuhan dikotil yang juga memiliki bentuk serbuk sari
lonjong, bahkan pada umumnya tanaman Genus Bougainvillea memiliki serbuk sari dengan bentuk lonjong.

Spesies yang memiliki bentuk serbuk sari lonjong diantaranya adalah Bougainvillea glabra, dan Bougainvillea buttiana. Bentuk kepala sari yang pecah menjadi 2 bagian yang terdapat pada spesies Bougainvillea glabra dan terdapat bentuk kepala sari yang hampir pecah (membuka) yang terdapat pada spesies Bougainvillea buttiana.

Hal ini menunjukkan bunganya telah siap melakukan penyerbukan (polinasi). Jika serbuk sari jatuh pada kepala putik yang cocok, serbuk sari akan berkecambah.

Penyebaran serbuk sari di alam dan terjadinya penyerbukan pada umumnya bergantung pada banyaknya bunga yang mekar; kekuatan atau kecepatan arus angin; berat butir-butir serbuk sari; jarak antara berbagai jenis tanaman; arah angin; rintangan-rintangan yang terdapat dekat tanaman (pagar yang tinggi, pohon-pohon besar, rumah bertingkat); keadaan cuaca, kelembaban udara, curah hujan; panas matahari, suhu udara (Darjanto & Satifah, 1990).

fbWhatsappTwitterLinkedIn