Puasa Senin Kamis Menurut Kristen – Tujuan dan Manfaat

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Puasa adalah sebuah tindakan dimana kita secara sadar dan sukarela untuk tidak makan dan minum pada periode tertentu yang sudah ditetapkan. Orang yang melakukan puasa umumya karena adanya kewajiban agama yang dianutnya atau adanya sebab lain seperti pasca operasi dan program diet.

Dalam ajaran agama Kristen, perihal tentang puasa sangat jelas terdapat di dalam Alkitab. Selain mengajarkan akan arti salib kristus, Alkitab juga telah memperkenalkan puasa sebagai sesuatu yang baik, berguna dan perlu dilakukan. Kitab Kisah Rasul menuliskan bahwa orang percaya yang berpuasa sebelum mereka mengambil keputusan-keputusan penting (Kisah Rasul 13:4; 14:23).

Berpuasa dalam ajaran kristen selalu dikaitkan erat dengan doa (Lukas 2:37; 5:33). Puasa adalah cara kita menunjukkan kepada Tuhan dan kepada diri sendiri, bahwa kita serius dalam menjalin hubungan dengan Tuhan. Puasa adalah inti dari pertobatan, melawan keiginan daging dan berfokus kepada Tuhan Yesus.

Mengapa para orang Farisi lebih memilih hari Senin dan Kamis untuk melakukan puasa?

  • Pada masa kepemimpinan Nabi Musa, ia mendaki ke atas gunung Sinai pada hari Senin untuk berdoa kepada Tuhan dan turun pada hari Kamis
  • Memperingati kejadian Nabi Musa mendapatkan 10 Perintah Allah pada waktu di gunung Sinai
  • Orang Farisi merasa bahwa Tuhan ada di antara mereka dengan adanya Nabi Musa.
  • Kaun Farisi merasa bahwa mereka akan lebih dekat Tuhan dengan melakukan puasa saat Nabi Musa diperintahkan untuk naik ke gunung Sinai pada hari Senin dan turun pada hari Kamis.

Meskipun puasa Senin Kamis diadaptasi dari cara berpuasa kaum Farisi, tapi tetap tidak merubah hakekat dari berpuasa itu sendiri. Karena pada dasarnya puasa dalam ajaran Kristen memiliki tujuan dan manfaat.

Tujuan dari Berpuasa

  1. Untuk meremukkan jiwa (Mazmur 69:11).
  2. Untuk merendahkan diri (Ezra 8:21; Mazmur 35:13).
  3. Untuk mencari Tuhan (2 Tawarikh 20:3-4).
  4. Untuk bersiap dalam peperangan rohani (Matius 17:21).
  5. Untuk mendisiplinkan tubuh kita dari keinginan duniawi.
  6. Untuk menambah rasa simpati kepada sesame.
  7. Untuk meminta jawaban Tuhan atas permasalahan kita.
  8. Untuk mengusir jenis setan tertentu yang hanya bisa diusir dengan doa puasa.

Manfaat Berpuasa

  1. Meletakkan tubuh pada tempatnya (1 Korintus 9:27).
  2. Memberikan kemenangan atas pencobaan (Matius 4:1-2).
  3. Mempertajam pengertian rohani kita sehingga memampukan kita mengambil keputusan yang benar (Matius 4:10).

Secara fisik orang yang berpuasa memang nampak seperti tidak makan dan minum saja, tetapi dibalik itu semua berpuasa mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dengan apa yang kita dapat selama ini, menjauhkan kita dari dafsu duniawi, dan yang lebih penting berpuasa membuat kita  ingat akan Tuhan Yesus dengan memanjatkan doa syafaat.

Banyak jenis puasa yang di kenal di ajaran kristen, diantaranya puasa Musa, puasa Daud, puasa Elia, puasa Ester, puasa Ayub, puasa Daniel, puasa Yunus puasa, Niniwe, puasa Yesus, puasa Yohanes Pembabtis, puasa Paulus, puasa Rabu Jumat, dan puasa Senin Kamis.

Kaum Farisi

Berbicara mengenai puasa Senin Kamis, puasa pada kedua hari tersebut memang benar adanya meski mungkin yang sering kita dengar hanya puasa Rabu dan Jumat. Tradisi berpuasa pada hari Senin dan Kamis ini adalah tradisi berpuasa Farisi pada jaman Nabi Musa.

Farisi adalah kaum yang cukup mengenal hukum taurat. Mereka akan terlihat sebagai segolongan orang yang lebih taat beragama apabila dibandingkan dengan kaum lainnya.

Pada zaman Nabi Musa dimana orang-orang farisi ini berpuasa setiap hari Senin dan Kamis biasanya mereka akan melumuri wajah mereka dengan bedak agar orang lain mengetahui bahwa mereka sedang berpuasa.

Mereka sebenarnya bangga ketika mereka melakukan puasa karena orang lain akan melihat bahwa diri mereka hebat karena mereka adalah orang yang lebih agamis dan memiliki tekat bulat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dengan melakukan puasa.