Kimia

Rotary Evaporator: Fungsi, Prinsip Kerja dan Bagiannya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Apa itu Rotary Evaporator 

Rotary evaporator adalah sebuah perangkat laboratorium yang digunakan untuk menghilangkan pelarut (solven) dari suatu campuran cairan, seperti pelarut organik, melalui proses penguapan. Proses ini dilakukan dengan memanaskan campuran cairan di dalam labu tertutup dan mengatur tekanan di dalam sistem.

Evaporasi terdiri dari dua jenis yakni evaporasi alami dan evaporasi buatan. Evaporasi alami adalah proses penguapan yang terjadi secara alami tanpa campur tangan alat atau sumber energi eksternal. Ini terjadi ketika cairan atau air menguap ke udara karena paparan panas dari lingkungan sekitarnya.

Sedangkan evaporasi buatan adalah proses penguapan yang dilakukan secara sengaja dengan menggunakan alat atau sumber energi eksternal. Tujuan utama dari evaporasi buatan adalah untuk mempercepat laju penguapan dan memisahkan zat terlarut dari cairan atau larutan.

Rotary evaporator terdiri dari beberapa komponen utama, termasuk labu pemanas (flask) yang berisi campuran cairan yang akan diuapkan, pemanas untuk memanaskan campuran, rotor yang memutar campuran cairan di dalam labu, kondensor untuk mendinginkan uap yang terbentuk, dan vakum untuk mengatur tekanan di dalam sistem.

Proses kerja rotary evaporator dimulai dengan memasukkan campuran cairan ke dalam labu pemanas. Labu pemanas kemudian dipasang pada rotary evaporator dan dipanaskan dengan pemanas. 

Rotor berputar, menghasilkan luas permukaan cairan yang terpapar udara, sehingga mempercepat penguapan pelarut. Uap yang terbentuk akan naik ke kondensor, di mana uap tersebut didinginkan dan berubah kembali menjadi cairan yang dikumpulkan dalam wadah terpisah.

Penggunaan rotary evaporator umumnya ditemukan dalam aplikasi laboratorium kimia, seperti pemurnian zat kimia, penyulingan minyak esensial, penghilangan pelarut dari ekstrak tumbuhan, dan lain sebagainya. 

Rotary evaporator membantu mempercepat proses pemisahan cairan dan dapat menghasilkan hasil yang lebih konsentrat dan murni daripada metode pemisahan konvensional.

Fungsi Rotary Evaporator 

Fungsi utama rotary evaporator adalah untuk menghilangkan pelarut (solven) dari suatu campuran cairan. Namun, rotary evaporator juga memiliki beberapa fungsi lain yang berguna dalam bidang laboratorium kimia, antara lain:

1. Pemurnian zat kimia

Rotary evaporator digunakan untuk memurnikan zat kimia dengan menghilangkan pelarut yang digunakan dalam proses sintesis atau ekstraksi. Dengan menguapkan pelarut secara efisien, rotary evaporator membantu memperoleh zat kimia yang lebih murni dan lebih terkonsentrasi.

2. Konsentrasi larutan

Rotary evaporator dapat digunakan untuk mengkonsentrasikan larutan dengan menghilangkan pelarut secara selektif. Proses ini membantu meningkatkan konsentrasi zat yang diinginkan dalam larutan, sehingga mempermudah analisis atau penggunaan lebih lanjut.

3. Pemisahan komponen campuran

Rotary evaporator dapat digunakan dalam pemisahan komponen campuran berdasarkan perbedaan titik didihnya. Dengan mengatur suhu dan tekanan di dalam sistem, komponen dengan titik didih yang lebih rendah dapat diuapkan dan dipisahkan dari komponen lain yang memiliki titik didih yang lebih tinggi.

4. Ekstraksi pelarut dari ekstrak tumbuhan

Rotary evaporator sering digunakan dalam ekstraksi pelarut dari ekstrak tumbuhan, seperti minyak esensial. Dalam proses ini, campuran ekstrak tumbuhan dan pelarut diuapkan dengan rotary evaporator untuk mendapatkan minyak esensial yang murni.

5. Penyiapan sampel

Rotary evaporator dapat digunakan dalam persiapan sampel untuk analisis lebih lanjut. Dengan menghilangkan pelarut atau mengkonsentrasikan larutan sampel, rotary evaporator membantu menghasilkan sampel yang lebih sesuai dengan kebutuhan analisis atau pengujian.

Prinsip Kerja Rotary Evaporator 

Prinsip kerja rotary evaporator didasarkan pada konsep penguapan dan kondensasi pelarut dari campuran cairan. Campuran cairan yang mengandung pelarut dan zat yang ingin dipisahkan atau dikonsentrasikan dimasukkan ke dalam labu pemanas (flask) rotary evaporator.

Labu pemanas ditempatkan pada pemanas rotary evaporator dan dipanaskan secara perlahan. Pemanasan ini meningkatkan suhu campuran cairan, mempercepat laju penguapan pelarut.

Rotor rotary evaporator mulai berputar, menghasilkan permukaan yang luas dan bergerak di dalam labu pemanas. Gerakan ini membantu mempercepat penguapan pelarut dengan memperluas permukaan yang terpapar udara.

Perlu diketahui pada saat larutan dimasukan pada labu alat bulat dan dilakukan evaporasi melalui rotary evaporator jika titik didih aseton berada di 56°C hingga 94°C. Titik didih senyawa terpenoid 150°C hingga 180°C. Chamber bath kita setting pada 60°C.

Selanjutnya, ketika proses ini berlangsung chamber akan memanaskan labu alas bulat, pada waktu yang bersamaan labu akan berputar, titik didih vakum akan semakin menurun. 

Uap pelarut yang terbentuk dari penguapan akan naik menuju kondensor. Kondensor berfungsi untuk mendinginkan uap pelarut dengan perantaraan aliran air dingin atau pendingin lainnya. Proses pendinginan ini menyebabkan uap pelarut berubah kembali menjadi cairan.

Cairan hasil kondensasi kemudian dikumpulkan dalam wadah terpisah yang biasanya terhubung dengan kondensor. Ini memungkinkan pengumpulan pelarut yang sudah terpisah dari campuran cairan.

Selama proses kerja rotary evaporator, tekanan di dalam sistem diatur dengan vakum. Vakum membantu mengurangi tekanan di dalam labu pemanas, yang pada gilirannya menurunkan titik didih pelarut dan mempercepat penguapan.

Bagian-Bagian Rotary Evaporator  < sertakan gambar

Rotary evaporator terdiri dari beberapa bagian utama yang bekerja bersama untuk menghilangkan pelarut dari campuran cairan. Berikut adalah bagian-bagian rotary evaporator yang umumnya ditemukan:

1. Labu Pemanas (Flask)

Ini adalah labu berbentuk bulat yang berfungsi untuk menampung campuran cairan yang akan diuapkan. Labu pemanas terbuat dari bahan tahan panas seperti kaca borosilikat dan dapat ditempatkan pada pemanas.

2. Pemanas

Pemanas rotary evaporator digunakan untuk memanaskan labu pemanas dan campuran cairan di dalamnya. Pemanas ini dapat berupa pemanas listrik atau pemanas air yang dapat diatur suhunya.

3. Rotor

Rotor adalah bagian yang berputar di dalam rotary evaporator. Labu pemanas ditempatkan pada rotor, dan gerakan rotasi rotor membantu mempercepat penguapan pelarut dengan memperluas permukaan cairan yang terpapar udara.

4. Kondensor (Condenser)

Kondensor adalah bagian yang berfungsi untuk mendinginkan uap pelarut yang terbentuk dari penguapan. Biasanya, kondensor memiliki spiral atau tabung pendingin yang dilewati oleh air dingin atau pendingin lainnya untuk menyerap panas dari uap dan mengubahnya kembali menjadi cairan.

5. Vakum (Vacuum System)

Rotary evaporator menggunakan sistem vakum untuk mengurangi tekanan di dalam sistem. Vakum membantu menurunkan titik didih pelarut, mempercepat penguapan, dan menghilangkan uap pelarut yang terbentuk. Sistem vakum biasanya terdiri dari pompa vakum dan katup pengatur vakum.

6. Pemisah Panas (Heating Bath)

Pemisah panas (heat bath) adalah wadah berisi cairan pemanas yang digunakan untuk mengatur suhu labu pemanas. Labu pemanas ditempatkan dalam pemisah panas untuk memanaskan campuran cairan dengan suhu yang diatur.

7. Pengatur Kecepatan Rotor

Rotary evaporator umumnya dilengkapi dengan pengatur kecepatan rotor yang memungkinkan pengguna untuk mengatur kecepatan rotasi rotor sesuai kebutuhan.

8. Wadah Pengumpul Cairan

Cairan hasil kondensasi dikumpulkan dalam wadah terpisah yang terhubung dengan kondensor. Wadah ini biasanya dilengkapi dengan katup pengatur yang memungkinkan pengguna untuk mengontrol aliran cairan.

9. Main Unit

Main unit merupakan bagian dari rotary evaporator yang digunakan untuk mengatur ketinggian labu alas bulat. Panel operasional pada main unit dapat digunakan untuk mengatur suhu chamber, ketinggian, dan tekanan pompa vakum.

Cara Menggunakan Rotary Evaporator

Berikut adalah langkah-langkah umum untuk menggunakan rotary evaporator:

  1. Pastikan rotary evaporator dalam kondisi baik dan bersih.
  2. Periksa bahwa semua bagian terhubung dengan baik dan tidak ada keausan atau kerusakan yang signifikan.
  3. Siapkan campuran cairan yang akan diuapkan dalam labu pemanas.
  4. Persiapkan wadah pengumpul cairan yang terhubung dengan kondensor.
  5. Pastikan pompa vakum terhubung dan berfungsi dengan baik.
  6. Buka katup vakum untuk memulai aliran vakum.
  7. Pastikan labu pemanas kosong dan bebas dari kontaminasi.
  8. Pasang labu pemanas pada rotor rotary evaporator.
  9. Pastikan rotor terkunci dengan aman.
  10. Atur pemisah panas (heat bath) pada suhu yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi.
  11. Atur kecepatan rotasi rotor sesuai dengan kecepatan yang diinginkan.
  12. Pastikan kecepatan rotor aman dan sesuai dengan rekomendasi produsen.
  13. Pastikan katup pengatur vakum terbuka.
  14. Gunakan pengatur vakum untuk mengatur tekanan yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan aplikasi.
  15. Nyalakan pemanas dan biarkan campuran cairan dalam labu pemanas dipanaskan perlahan.
  16. Pastikan campuran cairan berputar dengan baik di dalam labu pemanas.
  17. Amati penguapan pelarut yang terjadi. Amati uap yang naik ke kondensor.
  18. Pastikan kondensor berfungsi dengan baik dan air dingin atau pendingin lainnya mengalir melaluinya.
  19. Uap pelarut akan mengalami kondensasi dan berubah kembali menjadi cairan.
  20. Cairan hasil kondensasi akan mengalir ke wadah pengumpul yang terhubung dengan kondensor.
  21. Setelah proses selesai, matikan pemanas dan pompa vakum.
  22. Bersihkan rotary evaporator dengan hati-hati, termasuk labu pemanas, kondensor, dan wadah pengumpul.
  23. Pastikan semua bagian dikeringkan dan disimpan dengan aman.

Tips Perawatan Sederhana Rotary Evaporator

Berikut adalah beberapa tips perawatan sederhana untuk menjaga dan memperpanjang umur rotary evaporator:

  1. Setelah setiap penggunaan, pastikan untuk membersihkan semua bagian rotary evaporator dengan hati-hati. Bersihkan labu pemanas, kondensor, rotor, dan wadah pengumpul dari residu atau sisa-sisa cairan yang mungkin tertinggal. Gunakan pelarut yang sesuai dan bahan pembersih yang direkomendasikan oleh produsen.
  2. Periksa kondisi teflon seal yang terletak di antara labu pemanas dan rotor. Jika seal sudah aus atau rusak, gantilah dengan yang baru. Teflon seal yang baik membantu mencegah kebocoran dan memastikan kinerja yang optimal.
  3. Pastikan rotor rotary evaporator tetap bersih dan bebas dari kotoran atau zat yang menempel. Bersihkan rotor secara teratur dan periksa apakah ada tanda-tanda keausan atau kerusakan yang perlu diperbaiki.
  4. Lakukan perawatan rutin pada sistem vakum rotary evaporator. Periksa pompa vakum secara teratur, ganti minyak vakum jika diperlukan, dan pastikan semua katup dan pengatur vakum berfungsi dengan baik.
  5. Hindari benturan atau kerusakan fisik pada rotary evaporator. Jaga agar tidak jatuh atau terkena tekanan yang berlebihan. Perhatikan saat memindahkan atau mengoperasikan alat tersebut.
  6. Pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan dan pemeliharaan yang disediakan oleh produsen rotary evaporator. Panduan ini memberikan informasi spesifik tentang penggunaan yang benar, perawatan rutin, dan langkah-langkah penggantian bagian yang perlu dilakukan.
  7. Memahami prinsip kerja rotary evaporator akan membantu Anda mengoptimalkan penggunaannya dan menghindari kesalahan yang dapat merusak alat. Pelajari petunjuk penggunaan dan pemeliharaan dengan seksama, serta cari tahu informasi tambahan jika diperlukan.