IPA

Sampah Anorganik: Pengertian – Contoh dan Cara Mengelolanya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Ada beberapa jenis sampah di sekitar kita. Salah satu jenis sampah yaitu sampah anorganik. Berikut ini akan dijelaskan mengenai sampah anorganik.

Pengertian Sampah Anorganik

Sampah merupakan salah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh manusia. Sampah biasanya tercipta karena sampah tersebut sudah tidak digunakan kembali dan tidak memiliki fungsi yang diinginkan oleh pemiliknya.

Sampah yang tidak digunakan tersebut akan berakhir di tempat pembuangan akhir. Lebih buruknya lagi, banyak terdapat sampah yang sulit terurai secara alami dan membuat pemandangan tempat pembuangan akhir sangat tidak enak dipandang.

Sampah yang sulit terurai tersebut yaitu sampah anorganik. Sampah anorganik adalah sisa-sisa yang tidak berasal dari organisme. Sampah anorganik memiliki waktu yang lama untuk terurai. Oleh karena itu, sampah anorganik perlu diolah kembali dengan cara yang benar dan tepat agar tidak merusak lingkungan.

Ciri-ciri Sampah Anorganik

Sampah anorganik bersumber dari kegiatan rumah tangga, kegiatan pertambangan, pembangunan gedung, dan juga lembaga pendidikan. Sampah anorganik memiliki ciri khas yaitu sulit terurai. Biasanya, bahan-bahan yang akhirnya menjadi sampah anorganik dihasilkan melalui proses pembuatan yang rumit.

Bahan-bahan tersebut juga menggunakan material yang tidak berasal dari alam dan biasanya buatan manusia. Bahan-bahan tersebut sebagian besar digunakan dalam kegiatan sehari-hari, seperti plastik, kain, dan kaca.

Sampah anorganik juga memiliki penampilan yang kaku dan biasanya tidak ramah bagi lingkungan. Sampah anorganik perlu memerlukan perhatian khusus agar dapat diolah kembali dan bermanfaat bagi lingkungan dan manusia.

Manfaat Sampah Anorganik

Sampah anorganik yang tidak dapat terurai dengan proses alami. Meski demikian, sampah anorganik tetap dapat di daur ulang dan menjadi barang yang bernilai. Sudah banyak ide-ide yang dikembangkan untuk mengolah dan mendaur ulang sampah anorganik.

Kerajinan tangan misalnya. Sampah anorganik yang memiliki bahan keras dan tidak mudah hancur dengan cepat dapat dimanfaatkan kembali dengan membuat berbagai kerajinan tangan.

Misalnya, tas yang dibuat dengan memanfaatkan sampah plastik deterjen. Botol-botol plastik dapat dihias sesuai keinginan dan dapat digunakan kembali menjadi vas bunga yan indah. Sampah anorganik berupa plastik juga dapat dirangkai kembali menjadi sebuah kincir angin yang digunakan untuk mainan anak-anak.

Dengan pemanfaatan yang benar, sampah anorganik akan lebih berguna dan bernilai bagi kebutuhan manusia.

Contoh Sampah Anorganik

Sampah anorganik digolongkan ke beberapa jenis. Dengan mengetahui jenis sampah anorganik, dapat memudahkan untuk memilah dan mendaur ulang kembali.

Jenis sampah anorganik dibedakan menjadi dua jenis yaitu sampah anorganik lunak dan sampah anorganik keras. Sampah anorganik lunak biasanya terbuat dari bahan yang tidak keras dan mudah dibentuk kembali.

Contohnya seperti plastik, pembungkus kemasan, bahan tekstil, kain. Sampah anorganik keras terbuat dari bahan yang keras dan perlu dihancurkan dengan bantuan mesin. Contohnya seperti bahan mebel, kaleng, barang pecah belah, besi, dan lain sebagainya.

Dampak Sampah Anorganik

Sampah anorganik yang dibiarkan terlentang akan menimbulkan masalah serius bagi lingkungan alam dan makhluk hidup. Sampah anorganik yang tidak memiliki penanganan yang tepat dapat menimbulkan masalah polusi bagi tanah hingga masalah kesehatan.

Sampah anorganik dapat menjadi sarang kuman dan penyakit. Limbah sampah anorganik juga dapat mencemari lingkungan, tanah, dan air. Sampah anorganik yang tidak dapat terurai dengan sempurna akan  merusak ekosistem dan biota laut seperti terumbukarang.

Dampak tersebut akan menyebabkan kerugian bagi keindahan alam dan juga tempat bagi makhluk hidup.

Cara Mengelola Sampah Anorganik

Sampah anorganik yang tidak dapat terurai secara alami mesti mendapatkan perhatian khusus. Mengolah sampah anorganik dengan cara yang tepat akan menciptakan suasana yang positif bagi lingkungan dan makhluk hidup.

Sampah anorganik dapat didaur ulang, digunakan kembali, dan dihancurkan. Cara mengolah sampah anorganik berupa plastik dapat dibuat menjadi vas bunga yang dikreasikan sehingga bisa menambah nilai jual dan kegunaannya.

Cara lain untuk mengolah sampah anorganik yaitu dengan mengumpulkan dan mengirim sampah anorganik tersebut ke tempat khusu daur ulang.