Sekolah Keutamaan Istri : Latar Belakang, Pendirinya dan Alasan Mendirikan

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

 “Sakola Kaoetamaan Istri” atau Sekolah Keutamaan Istri merupakan sekolah khusus wanita yang didirikan pada tahun 1904 di Bandung. Berdirinya Sekolah Keutamaan Istri dipelopori oleh Raden Dewi Sartika.

Latar Belakang sekolah keutamaan istri

Raden Dewi Sartika memiliki pandangan bahwa kaum wanita khususnya wanita pribumi harus memiliki pengetahuan dan berbagai keterampilan yang harus dipersiapkan sebagai calon istri atau ibu rumah tangga. Hal tersebutlah yang melatarbelakangi Raden Dewi Sartika dalam mendirikan Sekolah Keutamaan Istri.

Sekolah Keutamaan Istri tidak hanya mengajarkan keterampilan-keterampilan wanita seperti memasak, mencuci, menyetrika, menjahit, membatik, menyulam dan merenda. Dan juga mengajarkan kemampuan akademik seperti membaca, menulis dan juga menghitung.

Beberapa pelajaran yang diajarkan dalam Sekola Keutamaan Istri diantaranya yaitu pelajaran agama, pelajaran bahasa melayu, pelajaran bahasa belanda dan juga pelajaran kesehatan.

Pendiri Sekolah Keutamaan Istri

Raden Dewi Sartika merupakan pelopor sekaligus pendiri Sekolah Keutamaan Istri. Raden Dewi Sartika merupakan salah satu pejuang pendidikan kaum wanita.

Pada tahun 1911 Raden Dewi Sartika menulis buku “Kaoetamaan Istri”, buku tersebut ditulis setelah tujuh tahun Raden Dewi Sartika mendirikan Sekolah Keutamaan Istri. Buku “Kaoetamaan Istri” ditulis dalam bahasa sunda dan mulai diterbitkan pada tahun 1912.

Tujuan Raden Dewi Sartika menulis buku tersebut yaitu ingin membangun pendidikan bukan hanya persoalan peserta didik tetapi juga keterlibatan orang tua dalam membangun pendidikan. Buku tersebut ditujukan sebagai bahan bacaan untuk anak sekolah dan juga untuk orang tua.

Menurut Raden Dewi Sartika terdapat 3 (tiga) hal utama yang menjadi dasar dalam keutamaan wanita diantaranya yaitu keutamaan berdasarkan bangsanya, adatnya dan kebiasaannya. Maksud dari keutamaan yaitu seorang wanita harus menjadi seorang wanita yang terdidik, cerdas supaya kedepannya dapat ikut serta dalam mencerdaskan generasi penerus.

Alasan Mendirikan Sekolah Keutamaan Istri

Raden Dewi Sartika membuka sekolah khusus wanita karena ingin memajukan wanita-wanita pribumi supaya memiliki bekal dalam rumah tangga. Nantinya bisa mendidik dan menjadi contoh bagi anak-anaknya serta memiliki keterampilan-keterampilan dalam rumah tangga.

Pada zaman kolonial Belanda kondisi wanita pribumi sangat terpojokkan, wanita banyak mengalami diskriminasi dari kaum laki-laki yang berada di sekitarnya. Hal tersebut dipicu dari kentalnya budaya patriarki di Indonesia dan persepsi yang salah terhadap wanita. Dimana, wanita harus menerima cara hidup yang terbatas.

Praktik perkawinan paksa, perkawinan dini maupun praktik poligami menjadi hal yang wajar pada saat itu. Raden Dewi Sartika peduli mengenai masalah pendidikan terutama bagi wanita. Sehingga, membuat Raden Dewi Sartika mendirikan sekolah khusus wanita.

Pada pertama kali Sekolah Keutamaan Istri dibuka jumlah muridnya mencapai 60 orang. Dan seiring berjalannya waktu, Sekolah Keutamaan Istri terus mengalami perkembangan sehingga dibukalah cabang-cabang sekolah di berbagai kota di Jawa Barat.

fbWhatsappTwitterLinkedIn