Seni

Seni Dua Dimensi Murni : Pengertian, Ciri, dan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Seni dua dimensi adalah bentuk seni yang dinyatakan dalam ruang dua dimensi, yang melibatkan panjang dan lebar. Ini adalah jenis seni yang dihasilkan pada permukaan datar, seperti kertas, kanvas, atau layar komputer. Seni dua dimensi cenderung mengandalkan ilusi optik untuk menciptakan kedalaman, volume, dan dimensi dalam karya seni, meskipun sebenarnya hanya ada dua dimensi yang ada dalam ruang yang direpresentasikan.

Contoh dari seni dua dimensi termasuk lukisan, gambar, cetakan, ilustrasi, fotografi, dan seni grafis. Seni dua dimensi berfokus pada elemen-elemen visual seperti garis, bentuk, warna, tekstur, dan komposisi untuk menciptakan karya seni yang menarik dan bermakna.

Pengertian seni dua dimensi murni menurut para ahli

Seni dua dimensi memiliki peran penting dalam budaya manusia sepanjang sejarah. Ini adalah cara bagi seniman untuk mengungkapkan ide, emosi, dan pandangan mereka tentang dunia. Teknik dan gaya seni dua dimensi telah berkembang seiring waktu.

Mulai dari seni prasejarah di gua-gua hingga seni modern dan kontemporer yang melibatkan berbagai media dan pendekatan kreatif. Berikut adalah beberapa definisi dari para ahli seni tentang seni dua dimensi:

1. Kenneth Clark

Dalam konteks seni dua dimensi, Kenneth Clark mengemukakan pandangannya tentang seni ini. Clark menggambarkan seni dua dimensi sebagai “karya seni yang menutupi permukaan datar, atau permukaan dengan kedalaman yang dapat diabaikan.”

Pernyataan ini menekankan bahwa seni dua dimensi diciptakan pada permukaan datar tanpa memiliki dimensi fisik yang sebenarnya, namun mampu menciptakan ilusi dimensi tersebut melalui penggunaan elemen visual dan teknik.

Pengertian ini menyoroti pentingnya kesan visual dan ilusi optik dalam seni dua dimensi. Clark juga merujuk pada bagaimana seni dua dimensi mampu menciptakan kesan ruang dalam dimensi yang sebenarnya datar.

Definisi ini memberikan fondasi untuk pemahaman kita tentang seni dua dimensi dan bagaimana seniman menggunakan elemen-elemen visual untuk mengungkapkan ide dan emosi di dalam ruang dua dimensi.

2. Hans Hofmann

Hans Hofmann adalah seorang seniman dan teoretikus seni yang dikenal karena perannya dalam perkembangan seni abstrak dan pengaruhnya terhadap ekspresionisme abstrak di Amerika Serikat. Ia memiliki pandangan yang unik tentang seni dua dimensi yang tercermin dalam pemahaman dan karyanya.

Hofmann mengemukakan bahwa seni dua dimensi adalah “bahasa bentuk dan warna dalam ruang datar.” Pernyataan ini menggambarkan seni dua dimensi sebagai sarana untuk berkomunikasi melalui elemen-elemen visual seperti bentuk dan warna, walaupun di dalam ruang datar yang terbatas.

Hofmann menggarisbawahi pentingnya elemen-elemen ini dalam membentuk bahasa artistik yang dapat merangsang perasaan dan pandangan pemirsa. Dalam pandangan Hofmann, seni dua dimensi adalah tentang menciptakan hubungan yang dinamis antara elemen-elemen visual di dalam ruang yang datar.

Ia sering menggunakan bentuk-bentuk geometris dan penggunaan warna yang berani untuk menciptakan komposisi yang menggelitik mata dan pikiran. Gaya seni abstrak ekspresionis yang dikembangkannya menekankan perasaan dan ekspresi pribadi, dan ini tercermin dalam pandangannya tentang seni dua dimensi sebagai bentuk komunikasi visual yang berdampak.

Pengertian Hans Hofmann tentang seni dua dimensi menegaskan bahwa seni ini bukan hanya tentang reproduksi visual, tetapi juga tentang penggunaan elemen-elemen visual sebagai bahasa yang memiliki daya ungkap emosional dan estetika dalam ruang datar.

3. Clement Greenberg

Kritikus seni Amerika Clement Greenberg, yang dikenal karena teorinya tentang seni abstrak ekspresionis, mendefinisikan seni dua dimensi sebagai “kesenian yang berkaitan dengan kesan datar yang murni, kesan ruang yang direduksi, tanpa referensi kepada bentuk atau dimensi dunia nyata.”

4. Paul Klee

Paul Klee adalah seorang seniman Swiss-Jerman yang dikenal karena kontribusinya dalam seni abstrak, ekspresionis, dan surealis. Klee memiliki pandangan unik tentang seni dua dimensi yang mencerminkan pendekatan pribadi dan filosofi kreatifnya.

Klee menganggap seni sebagai penciptaan yang melibatkan hubungan antara linimasa (garis dan bentuk) serta warna. Klee juga percaya bahwa kombinasi keduanya dapat menghasilkan makna dan emosi yang lebih dalam dalam karya seni.

Klee sering menggambarkan karya seninya dengan menggunakan garis-garis dan bentuk-bentuk yang sederhana namun kuat secara visual. Klee mengemukakan prinsip “Point and Line to Plane” dalam bukunya dengan judul yang sama.

Prinsip ini menyiratkan transformasi dari titik menjadi garis, dan kemudian garis menjadi bidang. Ia berpendapat bahwa dengan merangkum elemen-elemen ini, seniman dapat membangun karya yang lebih kompleks dan beragam.

Meskipun Klee tidak selalu dianggap sebagai seniman surealis, beberapa karyanya memiliki nuansa surealis dalam kombinasi bentuk dan simbolnya. Klee juga berkontribusi pada pengembangan seni abstrak.

5. Meyer Schapiro

Seorang sejarawan seni Amerika, Meyer Schapiro, berbicara tentang seni dua dimensi sebagai “penyederhanaan dari realitas visual ke dalam pola-pola datar yang diatur dan unsur-unsur visual.” Meyer Schapiro adalah seorang sejarawan seni dan kritikus seni terkenal yang berkontribusi besar dalam memahami seni dan budaya.

Schapiro memiliki pandangan yang mendalam tentang seni dua dimensi, terutama dalam konteks seni rupa modern dan kontemporer. Schapiro mendekati seni dua dimensi dengan pemahaman historis yang kuat.

Schapiro percaya bahwa pemahaman sejarah dan konteks budaya sangat penting dalam menghargai karya seni. Schapiro seringkali melacak pengaruh sejarah, budaya, dan perkembangan sosial dalam interpretasi seni dua dimensi.

Schapiro adalah pendukung modernisme dalam seni rupa. Schapiro percaya bahwa seniman harus mencari bentuk baru dan menggali ekspresi unik yang relevan dengan zamannya. Schapiro menganalisis pengaruh modernisme dalam seni dua dimensi, termasuk penggunaan gaya abstrak dan non-figuratif. Schapiro melihat seni dua dimensi sebagai cerminan dari konteks budaya dan sosial.

Pengertian ini menunjukkan bahwa seni dua dimensi melibatkan ekspresi di dalam ruang dua dimensi dan mengandalkan elemen-elemen visual untuk menciptakan makna. Meskipun definisinya dapat bervariasi, mereka semuanya menekankan sifat permukaan datar dan elemen-elemen visual yang menjadi dasar seni dua dimensi.

Ciri Seni Dua Dimensi

Seni dua dimensi memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari jenis seni lainnya. Berikut adalah beberapa ciri utama dari seni dua dimensi:

  • Memiliki permukaan yang datar
  • Mengandalkan pengaturan elemen-elemen visual di dalam ruang dua dimensi.
  • Memiliki kedalaman, volume, dan dimensi
  • Menekankan penggunaan elemen-elemen visual seperti garis, bentuk, warna, nilai (tingkat kegelapan atau kecerahan), tekstur, dan komposisi.
  • Memiliki komposisi (elemen visual)
  • Menggunakan bidang dan bentuk sebagai elemen dasar
  • Penggunaan warna untuk menciptakan suasana, mood, dan fokus visual
  • Mengungkapkan ide, perasaan, konsep, dan representasi visual.
  • Dihasilkan dengan berbagai teknik media, termasuk cat minyak, cat air, pastel, pensil, tinta, fotografi, dan media digital
  • Mengalami berbagai perkembangan gaya dari periode ke periode

Ciri-ciri tersebut mengidentifikasi esensi seni dua dimensi dan memberikan dasar bagi seniman untuk menciptakan karya yang menarik dan bermakna dalam ruang dua dimensi.

Contoh Seni Dua Dimensi

Berikut adalah beberapa contoh seni dua dimensi dari berbagai periode dan gaya:

1. Lukisan Mona Lisa oleh Leonardo da Vinci

Lukisan Mona Lisa paling terkenal dari seni dua dimensi dalam bentuk lukisan. Lukisan ini menggambarkan wajah seorang wanita dengan latar belakang yang menggambarkan kedalaman ilusi.

2. Lukisan Bintang Malam oleh Vincent van Gogh

Karya ini adalah contoh lukisan seni dua dimensi yang menampilkan gerakan dan ekspresi melalui penggunaan warna dan garis. Lukisan ini menggambarkan pemandangan langit malam dengan bintang-bintang yang berkilauan di atas sebuah desa yang tenang. Vincent van Gogh sering kali menggunakan lukisan sebagai sarana untuk mengekspresikan emosinya yang mendalam.

3. Lukisan Water Lilies oleh Claude Monet

Seri lukisan bunga teratai Monet adalah contoh karya seni dua dimensi yang mengeksplorasi permainan cahaya, warna, dan refleksi di atas permukaan air. “Lukisan Air Lili” (Water Lilies) adalah serangkaian lukisan yang dihasilkan oleh pelukis Impresionis terkenal Claude Monet. Serangkaian ini terdiri dari berbagai lukisan yang menggambarkan taman air dengan bunga air lili yang mengapung di permukaannya.

4. Lukisan Campbell’s Soup Cans oleh Andy Warhol

Dalam gaya seni pop art, Warhol menciptakan serangkaian lukisan yang menampilkan kaleng sup Campbell’s sebagai simbol budaya populer. “Lukisan Campbell’s Soup Cans” adalah karya terkenal dari seniman Pop Art, Andy Warhol. Lukisan ini diciptakan pada tahun 1961-1962 dan terdiri dari serangkaian 32 lukisan yang menggambarkan kaleng sup merek Campbell’s dalam berbagai rasa.

5. Lukisan Guernica oleh Pablo Picasso

Sebuah karya seni dua dimensi yang kuat, menggambarkan horor perang sipil Spanyol dan menggabungkan elemen-elemen abstrak dan ekspresionis. “Lukisan Guernica” adalah salah satu karya paling terkenal dari seniman Spanyol, Pablo Picasso.

6. Lukisan No. 5, 1948 oleh Jackson Pollock

Contoh dari ekspresionisme abstrak, Pollock menciptakan karya ini dengan mengpercikkan cat ke atas kanvas, menciptakan komposisi yang penuh dengan gerakan dan tekstur. “Lukisan No. 5, 1948” adalah salah satu dari serangkaian karya abstrak ekspresionis yang terkenal dari seniman Amerika, Jackson Pollock.

7. Lukisan Nighthawks oleh Edward Hopper

Lukisan realis ini menampilkan penggunaan cahaya dan bayangan yang dramatis dalam menggambarkan suasana malam di sebuah diner. “Lukisan Nighthawks” oleh Edward Hopper adalah salah satu karya seni realis terkenal yang sering kali dipandang sebagai representasi ikonik dari kehidupan kota Amerika pada era modern.

8. Ilustrasi Alice’s Adventures in Wonderland oleh John Tenniel

Ilustrasi buku ini merupakan contoh seni dua dimensi yang digunakan untuk menggambarkan karakter dan adegan dalam narasi. Ilustrasi “Alice’s Adventures in Wonderland” oleh John Tenniel adalah karya seni yang terkenal dan menjadi bagian integral dari waralaba Alice yang populer, yang ditulis oleh Lewis Carroll. Ilustrasi ini membantu menghidupkan karakter dan dunia fantasi yang diciptakan oleh Carroll.

9. Lukisan The Persistence of Memory oleh Salvador Dalí

Karya seni ini, dengan jam-jam lembut yang meleleh, mengekspresikan konsep waktu dan realitas yang melebur. “Lukisan The Persistence of Memory” oleh Salvador Dalí adalah salah satu karya seni paling terkenal dalam gerakan seni Surealisme.

10. Fotografi Migrant Mother oleh Dorothea Lange

Sebagai contoh seni dua dimensi dalam bentuk fotografi, gambar ini menggambarkan seorang ibu pekerja selama era Depresi Besar, mengungkapkan emosi dan perjuangan. Fotografi Migrant Mother” oleh Dorothea Lange adalah salah satu foto dokumenter paling ikonik dalam sejarah fotografi Amerika.

Contoh-contoh ini mencakup berbagai periode, gaya, dan media seni dua dimensi yang menggambarkan keragaman kreativitas dan ekspresi dalam ruang dua dimensi.