Kimia

Senyawa Kovalen: Pengertian – Sifat dan Tata Nama

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pada pembahasan kali ini akan dijelaskan mengenai senyawa kovalen. Secara umum senyawa kovalen terbentuk dari dua atau lebih unsur non logam.

Berikut penjelasan lengkap mengenai pengertian, sifat, jenis, dan tata nama senyawa kovalen.

Pengertian Senyawa Kovalen

Senyawa kovalen didefinisikan sebagai senyawa yang terbentuk dari dua atau lebih unsur non logam dan membentuk ikatan kovalen.

Sedangkan ikatan kovalen diartikan sebagai ikatan kimia dari atom atom yang berpasangan dan berbagi elektron valensi.

Inti positif dari kedua atom yang ada saling melakukan gaya tarik menarik dalam suatu molekul.

Molekul diartikan sebagai partikel terkecil pada suatu senyawa dengan beragam sifat senyawanya.

Contoh dari suatu senyawa adalah protein atau karbohidran pada makhluk hidup.

Sifat-sifat Senyawa Kovalen

Berikut beberapa sifat senyawa kovalen yang membedakannya dengan senyawa lainnya.

  • Memiliki Titik Didih dan Titik Beku yang Rendah

Senyawa kovalen memiliki titik didih dan titik beku yang rendah karena memiliki ikatan antar molekul pada senyawa kovalen yang lemah.

Lemahnya ikatan ini juga berdampak pada sifat fase suatu senyawa. Senyawa kovalen memiliki fase cair jika berada pada suhu kamar.

Tentunya ini berbeda dengan senyawa ion yang memiliki fase padat pada suhu kamar.

Salah satu senyawa makromolekul yang terdapat dalam tubuh adalah protein, lemak, dan karbohidrat.

Makromolekul terbentuk dari molekul molekul kecil seperti asam amino, glukosa, dan gliserol.

Molekul kecil yang disebutkan tersebut merupakan salah satu bentuk senyawa kovalen.

Sehingga dapat dikatakan bahwa senyawa kovalen memiliki kemampuan untuk membentuk senyawa yang lebih besar lagi yang disebut dengan makromolekul.

Makromolekul kemudian saling memiliki ikatan yang kemudian disebut dengan polimer.

  • Tidak Memiliki Kemampuan Menghantarkan Listrik

Sifat selanjutnya dari senyawa kovalen adalah tidak mampu menghantarkan listrik.

Hal ini dikarenakan senyawa kovalen larut dalam bentuk berbagai molekul yang tidak mengandung muatan sehingga tidak ada arus yang dihasilkan oleh molekul molekul tersebut.

Sifat senyawa kovalen yang tidak mampu menghantarkan listrik ini tentunya berbeda dengan senyawa ion yang merupakan senyawa terbaik dalam menghantarkan listrik.

Ini dikarenakan senyawa ion memiliki ion ion yang merupakan senyawa dengan muatan positif dan negatif.

  • Kelarutan Dalam Air

Senyawa kovalen memiliki tingkat kelarutan yang rendah dibandingkan dengan senyawa lainnya.

Terlebih untuk senyawa kovalen yang termasuk kovalen non polar seperti CO2, CH4, dan CCl4. Sedangkan kovalen polar memiliki kemampuan yang lebih baik namun tidak lebih baik dibandingkan senyawa ion.

Contoh kovalen polar yaitu NH3, HCl, dan NO2.

  • Reaksinya Berlangsung Lambat

Senyawa kovalen memiliki reaksi antar molekulnya. Alhasil, dibutuhkan energi yang lebih.

Energi yang dilepaskan ini membuat reaksi yang berlangsung menjadi lambat.

Contohnya adalah reaksi yang terjadi pada gas H2 dan gas N2. Pada reaksi kedua senyawa ini dibutuhkan tekanan yang tinggi sehingga reaksi yang berlangsung tidak secepat reaksi antar senyawa lainnya.

Tata Nama Senyawa Kovalen

Ada beberapa aturan penamaan dan penomoran pada senyawa kovalen tergantung dari jenis senyawa yang terbentuk.

Tata Nama Senyawa Biner dari Atom Logam dan Non Logam

  • Senyawa yang terdiri dari dua unsur atau senyawa biner menggunakan akhiran -ida. Unsur logam kation didahulukan kemudian diikuti oleh senyawa non logam.
  • Jumlah unsur yang tersusun tidak mempengaruhi penamaan dari suatu senyawa.
  • Contoh : KCl bernama kalium klorida, NaCl bernama natrium klorida, dan Na2S bernama natrium sulfida.
  • Jika kation suatu logam mempunyai muatan lebih dari satu, maka di belakang nama logam tersebut setelah muatan ion diberi angka romawi dan unsur non logam diberi akhiran -ida. Contohnya CuO adalah Tembaga (II) oksida.

Tata Nama Senyawa Biner dari Atom Non Logam dan Non Logam

  • Senyawa yang terdiri dari dua unsur menggunakan akhiran -ida.
  • Apabila pasangan unsur hanya membentuk senyawa yang satu jenis maka angka jumlah atom tidak perlu dicantumkan. Contoh HCl adalah hydrogen klorida.