Biologi

Simbiosis Komensalisme : Pengertian, Ciri dan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Simbiosis komensalisme adalah sebuah interaksi yang menguntungkan salah satu mahluk hidup sementara mahluk hidup yang lain tidak diuntungkan maupun dirugikan. Dalam kehidupan tentunya individu tidak akan terlepas dari hubungan dengan mahluk hidup lain.

Seperti contoh manusia pasti akan berinteraksi dengan manusia lain, hewan maupun dengan tumbuhan. Oleh karena itu, interaksi antara mahluk hidup dengan mahluk hidup lain ini disebut dengan istilah simbiosis.

Secara garis besar ada tiga interaksi yang terjadi antar mahluk hidup dan lingkungannya. Ketiga simbiosis itu adalah simbiosis mutualisme, simbiosis parasitisme dan simbiosis komensalisme. Dalam artikel ini hanya akan lebih fokus membahas tentang simbiosis komensalisme.

Ciri-ciri simbiosis komensalisme

Pada umumnya, mekanisme dari simbiosis komensalisme terjadi secara epifit, dimana mahluk hidup berinteraksi dengan cara menempel dengan organisme lain atau hidup berdampingan. Dengan begitu organisme yang menumpang pada organisme lain atau inang akan memperoleh keuntungan. Namun, pihak yang ditumpangi atau inangnya tidak mendapat keuntungan dan juga tidak dirugikan.

Simbiosis komensalisme merupakan bentuk dari keseimbangan alam yang berlangsung secara dinamis, sehingga kerap berubah baik dengan perubahan kecil maupun perubahan besar. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya simbiosis komensalisme, yakni:

  • Salah satu organisme yang terlibat interaksi berubah menjadi parasit sehingga mulai merugikan organisme lain yang menjadi pasangan atau inangnya.
  • Salah satu organisme yang terlibat interaksi meninggalkan organisme lain yang bergantung ataun menumpang sehingga hidup secara mandiri.
  • Salah satu organisme menjadi punah atau tewas sehingga organisme sehingga tidak terjadi lagi interaksi antara dua organisme tersebut.

Contoh-contoh simbiosis komensalisme

Supaya lebih memahami bagaimana simbiosis komensalisme, berikut merupakan beberapa contoh hubungan baik antara hewan dengan hewan lain, tumbuhan dengan tumbuhan lain, maupun interaksi antara hewan dengan tumbuhan.

1. Tumbuhan Paku Tanduk Rusa dan Pohon yang menjadi inangnya

Paku tanduk rusa dengan pohon yang menjadi inangnya adalah paku tanduk rusa dan pohon jati. Tumbuhan paku tanduk rusa akan mendapat keuntungan karena bisa menempati tempat yang tinggi pada pohon jati.

Tempat yang tinggi tersebut berfungsi untuk mencari makan serta memperoleh sinar matahari yang digunakan untuk melakukan fotosintesis. Sementara itu, pohon jati tidak mendapat keuntungan dan juga tidak dirugikan atas keberadaan paku tanduk rusa.

2. Bunga Anggrek dan Pohon yang menjadi inangnya

Bunga anggrek biasanya mendapat keuntungan dengan cara menempel pada pohon yang menjadi inangnya. Contohnya bunga anggrek yang menempel pada pohon mangga atau pohon jeruk. Bunga anggrek dari hubungan tersebut mendapat keuntungan berupa tempat untuk tumbuh.

unga anggrek juga bisa mendapatkan sinar matahari dengan menumpang pada pohon tinggi yang menjadi inangnya. Sedangkan pohon yang menjadi inangnya tidak dirugikan dan diuntungkan dari keberadaan tanaman anggrek.

3. Tumbuhan Sirih dan Pohon yang menjadi inangnya

Tumbuhan sirih merupakan tumbuhan yang tumbuh secara merambat atau mengikuti pada  tanaman yang menjadi inangnya. Hal tersebut karena tumbuhan siri juga memerlukan sinar matahari, guna melakukan proses fotosintesis dengan baik.

Sebagai contoh tanaman sirih yang menempel pada inangnya, yaitu pohon jarak. Dari interaksi tersebut tumbuhan sirih mendapatkan keuntungan berupa tempat tinggal dan juga sinar matahari. Sementara bagi jarak yang menjadi inangnya, tidak mendapat keuntungan maupun kerugian dengan ditempeli oleh tumbuhan sirih.

4. Bunga Raflesia dan Akar Pohon

Sedikit berbeda pada hubungan komensalisme tumbuhan lainnya yang kerap menempel pada tubuh dan batang pohon inangnya. Bunga raflesia umumnya memiliki interaksi dengan menumpang pada akar pohon lain.

Bunga raflesia tumbuh dan mekar di atas tanah dan bertempat tinggal di akar pohon. Meskipun demikian, bunga rflesia tidak mengambil makanan dari akar pohon yang ditumpanginya sehingga keberadaannya juga tidak merugikan maupun menguntungkan akar pohon yang ditumpangi.

5. Udang dengan Timun Laut

Contoh selanjutnya adalah simbiosis komensalisme yang terjadi antarhewan, yakni udang dan timun laut. Udang memiliki kebiasaan untuk berada di sekitar timun laut. Dengan hubungan tersebut udang memperoleh keuntungan berupa dapat memakan sisa-sisa makanan dari timun laut. Sedangkan timun laut tidak merasa dirugikan maupun diuntungkan dengan keberadaan udang disekitarnya.

6. Ikan Remora dengan Ikan Hiu

Ikan remora merupakan salah satu jenis ikan kecil yang mempunyai alat penghisap. Biasanya alat penghisap tersebut berfungsi untuk menempel pada ikan Iain yang lebih besar. Contoh dari simbiosis komensalisme ini adalah hubungan yang terjadi antera ikan remora dengan ikan hiu.

Ikan remora mendapat keuntungan dengan menempel pada ikan hiu yakni berupa memanfaatkan sisa-sisa makanan ikan hiu. Selain itu, ikan remora juga mendapat keuntungan berupa perlindungan dari ikan predator karena selalu bersama dengan ikan hiu. Sedangkan ikan hiu tidak mendapat keuntungan maupun kerugikan dari keberadaan ikan remora yang menempel pada tubuhnya.

7. Puffin Atlantik dan Kelinci

Puffin Atlantik adalah burung laut yang memiliki habitat di Samudra Atlantik. Puffin memanfaatkan lubang galian yang dibuat oleh kelinci. Dari hubungan tersebut terjadi simbiosis komensalisme diantara keduanya.

Burung puffin mendapat keuntungan dari lubang galian kelinci yakni berupa tempat yang dapat digunakan untuk istirahat. Sedangkan kelinci tidak mendapat keuntungan maupun kerugian dari puffin atlantik yang memanfaatkan lubang galiannya.

8. Burung Kuntul dan Hewan Ternak Herbivora

Burung kuntul termasuk hewan pemakan serangga. Pada keadaan tertentu, burung kuntul biasanya berada disekitar hewan ternak herbivora seperti kerbau. Kebiasaan ini menjadi salah satu contoh simbiosis komensalisme yakni antara burung kuntul dan kerbau pada sawah yang akan dibajak.  

Saat kerbau memakan rerumputan atau memakan gagang padi, maka kerbau akan menggerakkan para serangga seperti belalang disekitarnya. Kemudian burung kuntul dapat memangsa belalang-bekalang yang berlompatan dari padi tersebut.

Dengan demikian burung kuntul mendapat keuntungan berupa memperoleh makanan dari aktifitas kerbau. Sedangkan kerbau tidak mendapat keuntungan maupun kerugian dengan keberadaan burung kuntul disekitarnya.

9. Serigala Emas dan Harimau

Serigala emas dan harimau merupakan sama-sama hewan karnivora yang memakan daging. Akan tetapi, keduanya tidak saling makan dan juga dimakan. Hubungan komensalisme yang terjadi antara kedua hewan ini yakni terjadi saat serigala emas yang terpisah dari rombongannya akan mengikuti kumpulan harimau dari belakang.

Tujuannya supaya serigala emas tersebut bisa mendapatkan sisa-sisa makanan dari hasil berburu harimau. Dari hubungan diantara serigala emas dan harimau ini serigala emas mendapat keuntungan sedangkan harimau tidak akan terganggu sama sekali dengan keberadaan serigala emas tersebut dan juga tidak diuntungkan maupun dirugikan.

10. Katak dan Pohon

Contoh simbiosis komensalisme berikut ini merupakan hubungan yang terjadi antara hewan dan tumbuhan. Sebagai contoh yaitu simbiosis komensalisme antara katak dan pohon. Hubungan antara katak dan pohon ini terjadi pada saat hujan turun atau saat ada badai.

Katak akan mendekati pohon yang ada disekitarnya saat hujan deras maupun saat badai. Dengan demikian, katak memperoleh keuntungan yakni berupa tempat untuk berteduh dan berlindung. Sedangkan pohon yang digunakan katak untuk berlindung tidak diuntungkan maupun dirugikan dengan keberadaan katak.

11. Burung dan Pohon

Biasanya burung memanfaatkan dahan-dahan pohon sebagai tempat hinggap dan mendirikan sarang. Ranting kecil pohon dan daunnya juga bisa digunakan sebagai bahan sarang. Sedangkan pohon yang didiami burung umumnya tidak mendapat keuntungan maupun kerugian dari burung tersebut.