Kewirausahaan

Strategi Branding: Tujuan – Macam dan Langkah Menyusun

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Dalam penjualan, ada istilah Strategi Branding. Apa itu Strategi Branding? Berikut pembahasannya.

Pengertian Strategi Branding

Startegi branding atau brand strategy atau dalam bahasa Indonesia disebut strategi merek. Schultz dan Barnes, penulis buku mengenai komunikasi strategi brand mengemukakan pengertian startegi branding adalah manajemen yang dilakukan suatu brand berisi kegiatan yang mengatur segala elemen yang membentuk suatu brand.

Kemudian menurut Gelder seorang penulis buku berjudul Global Brand Strategy memaparkan pengertian dari strategi branding adalah strategi yang harus dilakukan oleh brand untuk menawarkan atau mencapai tujuan brand berupa keuntungan yang didapat berdasarkan sikap dan perilaku dari konsumen.

Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi branding adalah manajemen atau kegiatan yang dilakukan oleh brand untuk menawarkan brand sehingga brand memperoleh keuntungan yang didapat dari sikap dan perilaku yang diambil oleh konsumen.

Tujuan dan Fungsi Strategi Branding

  • Agar Dapat Mengendalikan Pasar
    Strategi branding dibuat agar produk brand dapat mengendalikan situasi pasar dengan cara dikenal masyarakat, digunakan konsumen dan mengalahkan pesaingnya.
  • Sebagai Ciri Khas dan Pembeda
    Strategi branding tidak luput dari logo, warna, nama serta kualitas dan keunikan yang dimiliki oleh brand. Hal-hal inilah yang akan menjadikan brand berbeda dari para pesaingnya sehingga konsumen tidak bingung ketika melakukan pemilihan.
  • Membentuk Citra Brand
    Dalam strategi branding yang kuat, brand akan berusaha membangun citra brand yang positif dalam pandangan masyarakat. Melalui kualitas dan kepuasaan yang dicapai konsumen, brand akan mendapat kepercayaan sehingga bisa membentuk citra bagi brand dan produknya.
  • Sebagai Ajang Promosi
    Tidak dipungkuri salah satu kegiatan yang paling berpengaruh untuk menawarkan brand adalah promosi atau pemasaran. Melalui strategi branding, brand bertujuan menawarkan promosi yang dapat mengjangkau masyarakat sehingga dapat memengaruhi mereka untuk membeli produknya.
  • Meraih Kepercayaan
    Setiap strategi atau cara pemasaran sudah pasti dilakukan untuk meraih kepercayaan masyarakat sebagai calon konsumen. Hal ini juga yang menjadi tujuan brand membentuk strategi brandingnya.

Macam-macam Strategi Branding dan Contohnya

Terdpaat lima macam bentuk dari strategi branding, yaitu :

Strategi Perluasan Lini Produk (Product Line Extensions Strategy)

Strategi perluasan lini produk ini dilakukan oleh brand dengan cara melakukan penambahan pada produk. Biasanya produk yang mengalami perluasan lini adalah produk pertama yang sukses dikeluarkan oleh brand. Tambahan ini dapat berupa kandungan, rasa, desain, bentuk atau fitur baru dalam satu produk yang sama sebelumnya.

Contohnya strategi perluasan lini produk ini dilakukan oleh berbagai brand. Banyak diantaranya produk makanan yang awalnya sukses dengan rasa original kemudian melakukan penambahan pada rasa sehingga makanan yang dikeluarkan oleh brand memiliki berbagai macam rasa.

Contoh lain adalah produk kecantikan yang mengeluarkan berbagai varian baru dengan penambahan berbagai aroma.

Strategi Perluasan Merek (Brand Extensions Strategy)

Strategi perluasan merek ini dilakukan oleh brand dengan cara menggunakan nama merek yang sama pada produk baru yang berada pada kategori lini produk yang berbeda. Hal ini digunakan karena merek sebelumnya sudah dikenal dan lekat dengan konsumen sehingga brand mengharapkan ketika mengeluarkan produk baru dengan merek yang sama konsumen akan merasa tidak asing dan pengenalan ke pasaran menjadi lebih mudah.

Contohnya ialah produk So Klin yang awalnya mengeluarkan produk detergent atau pembersih pakaian. Kini So Klin merambah ke kategori pembersih lantai, pewangi dan pelicin pakaian.

Strategi Banyak Merek (Multi Brands Strategy)

Strategi banyak merek adalah strategi yang cukup efektif dan diterapkan oleh berbagai perusahaan. Strategi banyak merek dilakukan dengan mengeluarkan beberapa atau berbagai merek atau brand produk dalam satu kategori produk yang sama. Hal ini dilakukan untuk menghindari terganggunya kinerja pada satu produk tertentu.

Contoh brand yang melakukan strategi ini adalah Unilever dan Indofood. Dimana kedua perusahaan ini mengeluarkan berbagai merek produk dalam kategori yang sama.

Strategi Meluncurkan Merek Baru (New Brand Strategy)

Strategi ini dilakukan oleh perusahaan brand yang mengeluarkan produk baru dalam kategori yang sama namun tidak memungkinkan menggunakan nama merek yang sudah ada sebelumnya. Sehingga perusahaan brand meluncurkan produk dengan nama baru.

Contohnya ialah Matsushita Jepang yang mengeluarkan nama terpisah untuk berbagai merek produk elektroniknya seperti Panasonic, Technics dan JVC.

Strategi Merek Bersama (Co-Branding Strategy)

Strategi merek bersama ini adalah kolaborasi atau penggabungan yang dilakukan dua atau lebih perusahaan dengan menggabungkan beberapa nama brand untuk menjadi sebuah produk. Tujuannya untuk mendapatkan kekuatan dari penggabungan merek-merek tersebut.

Banyak sekali contoh dari co-branding strategy ini. Dari produk makanan misalnya kolaborasi Chitato dan Indomie goreng serta kolaborasi Oreo dan Supreme. Masih dari makanan dan teknologi, yang cukup meledak karena penggemarnya yang banyak ialah kolaborasi McDonals dan BTS serta Samsung dan BTS.

Langkah-langkah Menyusun Strategi Branding

  • Menentukan Pondasi Tujuan
    Strategi dilakukan hamper oleh semua perusahaan brand. Baik perusahaan yang baru merintis, perusahaan brand yang melakukan perluasan lini atau brand besar yang berniat menambah merek pada produk-produknya. Pondasi berupa tujuan dan maksud yang ingin dicapai dalam upaya melakukan strategi brand adalah hal pertama yang harus dipahami brand. Sehingga kegiatan selanjutnya yang dilakukan menjadi lebih terarah.
  • Fokus pada Brand
    Sebelum melakukan pemasaran, brand harus fokus pada brand, produk, merek dan hal internalnya terlebih dahulu. Pastikan brand memiliki kualitas, logo dan kelayakan untuk bersaing di pasaran.
  • Observasi Pasar dan Calon Pesaing
    Langkah selanjutnya ialah meneliti target pasar yaitu dengan menganalisa siapa dan bagaimana karakter calon konsumen yang akan menggunakan brand. Hal ini perlu diketahui untuk menjadi acuan kegiatan yang akan dilakukan ke depannya. Selain calon konsumen, brand juga perlu melakukan observasi pada produk yang kemungkinan akan menjadi pesaing brandnya. Apakah produk itu lebih baik, apa keunggulan yang dimiliki dan bagaimana produk brand dapat menyainginya.
  • Temukan Hambatan dan Cari Solusi
    Setelah melakukan observasi, brand akan mendapatkan hambatan-hambatan apa saja yang mungkin akan dilalui dalam perjalanannya. Penting untuk mengetahui hambatan itu untuk brand dapat secepat mungkin memikirkan solusi jika masalah tersebut terjadi.
  • Melakukan Soft Campaign
    Soft campaign dewasa ini banyak dilakukan brand dengan cara membuat suatu konten berbentuk cerita yang mengandung pesan moral yang dibalut dengan promosi produk brand. Kampanye secara halus ini dilakukan dengan membuat cerita yang menarik sehingga penonton merasa tertarik namun di dalamnya terselip produk yang ingin dikenalkan.
  • Konsisten
    Strategi branding yang harus dijaga adalah konsistensi. Kegiatan ini menjadi titik tumpu kemampuan bertahannya produk di dalam era persaingan yang sangat ketat.

Kesimpulan Pembahasan

Setiap perusahaan brand pasti memiliki strategi branding yang berusaha dibangun untuk dapat mengenalkan produk dan brandnya di hadapan publik sehingga produknya dapat dikonsumsi publik sehingga menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Berbagai perusahaan bahkan perusahaan besarpun tetap menjalankan strategi branding untuk menjaga eksistensinya di dalam persaingan yang ketat.