Suku Batak: Sejarah, Ciri-Ciri dan Kebudayaannya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Indonesia merupakan negara paling banyak terdapat perbedaan, mulai dari suku, bahasa dan budayanya. Suku Batak merupakan salah satu suku yang ada di negara Indonesia.

Suku Batak merupakan salah satu suku terbesar setelah Suku Jawa di Indonesia. Suku Batak juga merupakan suku etnis tua di Indonesia. Suku Batak bertempat tinggal di Pantai Barat dan Pantai Timur provinsi Sumatera Utara.

Sejarah Perkembangan Suku Batak

Keterbatasan catatan dan literatur membuat sejarah perkembangan Suku Batak sulit untuk ditemukan dan ditelusuri. Belum tahu secara pasti kapan pertama kali nenek moyang orang Batak mendiami wilayah Sumatera Timur yaitu Tapanuli.

Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa ada orang Taiwan pindah ke negara Filipina dan Indonesia, tepatnya di zaman Neolitikum. Tetapi, tidak ada bukti yang ditemukan jika Suku Batak sudah ada sejak zaman itu.

Lalu akhirnya disimpulkan bahwa nenek moyang Suku Batak pindah ke Tapanuli yaitu pada masa logam.

Sebenarnya banyak versi pendapat yang menyebutkan asal-usul dari Suku Batak. Ada yang menjelaskan bahwa Suku Batak berasal dari negara Thailand dan keturunan dari bangsa Proto Malayan. Bangsa Batak juga tinggal dengan keturunan Proto Malayan lainnya.

Masyarakat Proto Malayan pernah dijajah oleh bangsa Mongoloid. Kemudian masyarakat nya berpencar ke berbagai wilayah. Suku Batak sendiri mendarat di Pantai Barat pulau Sumatera.

Ada lagi yang mengatakan bahwa Suku Batak berasal dari India melalui Barus. Barus sendiri termasuk wilayah yang ada di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Nama Barus sendiri berasal dari kapur barus yang bermutu tinggi berasal dari tanah batak.

Ciri Khas Suku Batak

Ciri khas yang paling terkenal dari Suku Batak yaitu marga. Saat kita mendengar atau mengetahui tentang Suku Batak pasti kita akan teringat tentang marga. Marga bagi Suku Batak sudah menjadi tanda pengenal dari mana mereka berasal.

Marga ini juga mempersatukan mereka-mereka yang anggota sukunya tersebar di seluruh Indonesia. Ada sekitar 400 marga Suku Batak, namun hanya beberapa marga yang dikenal oleh sebagian orang saja.

Selain marga, ciri khas dari orang batak sebenarnya ada beberapa, diantaranya:

  • Masyarakat Batak identik dengan pesta, namun bukan pesta hanya untuk membuang-buang uang atau foya-foya, melainkan sebagai bentuk penghormatan perjalanan hidup manusia dari mulai lahir, berkeluarga hingga meninggal nanti.
  • Orang Batak dikenal memiliki watak atau sifat yang keras, yaitu sekeras baja. Apabila sudah percaya pada apa yang ia percayai, maka ia tidak akan mudah goyah.
  • Orang Batak juga memiliki semangat untuk bekerja keras. Mereka tidak mempedulikan apa kata orang lain, apabila pekerjaan halal apapun itu ya dikerjakan saja.
  • Meskipun orang Batak dikenal kasar karena logatnya yang memang keras, namun sebenarnya masyarakat Batak terkenal dengan sikap sopan santunnya, apalagi dengan orang yang lebih tua.

Pakaian Adat Suku Batak

Jika kita mengetahui Suku Batak, pasti kita juga mengetahui atau pernah mendengar kain ulos. Kain ulos merupakan kain yang sangat terkenal.

Kain ini memiliki simbol sebagai kasih sayang, harapan dan kebaikan yang lainnya. Kain ulos biasanya digunakan saat acara adat. Pakaian Suku Batak pun bermacam-macam, diantaranya:

1. Baju adat Batak Simalungun

Simalungun ini merupakan suku yang berasal dari Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Simalungun juga memiliki baju adat, diantaranya penutup kepala yang memiliki dua ujung yang meruncing ke samping.

Untuk pria penutup kepala ini diberi nama Gotong. Sedangkan untuk wanita diberi nama Bulang. Ada juga kain samping yang memiliki motif songket yang sangat khas.

2. Baju adat Batak Karo

Suku Batak Karo merupakan salah satu suku terbesar di Pulau Sumatera Utara. Karo sendiri merupakan suku yang berasal dari wilayah Sumatera Utara.

Pakaian adat Suku Batak Karo memiliki nama yang sama dengan sukunya yaitu pakaian adat Karo. Untuk pakaian adat Karo memiliki warna merah dan juga hitam disertai perhiasan emas yang menempel pada baju adatnya.

Jenis kain dari pakaian adat Karo ini terbuat dari pintalan kapas yang diberi nama Uis Gara. Uis Gara sendiri memiliki arti yaitu kain merah.

Kain Uis Gara ini terbuat dari tenunan benang merah yang kemudian dipadukan dengan warna putih atau hitam.

3. Baju adat Batak Toba

Suku Batak ini tinggal di sekitar danau Toba. Pakaian adatnya sendiri disebut sebagai baju adat Batak Toba. Baju adat ini biasanya terbuat dari kain ulos yang merupakan kain tenun khas berasal dari Batak.

Kain ulos ditenun secara manual dan kemudian disematkan motif-motif berupa benang yang berwarna emas ataupun perak.

Sehingga motif yang berada pada kain ulos ini dapat menimbulkan kilauan yang dapat menarik perhatian bagi siapapun yang memakai dan melihatnya.

4. Baju adat Batak Samosir

Pakaian khas Samosir hampir sama persis dengan pakaian khas penduduk Toba. Bahan untuk membuat pakaian adatnya pun sama, model juga sama. Perbedaannya hanya terdapat pada warnanya, warna baju adat Batak Samosir lebih gelap.

5. Baju adat Batak Mandailing

Mandailing sendiri merupakan suku batak yang bertempat tinggal di sekitar Kabupaten Tapanuli Selatan, Mandaling Natal dan lainnya. Pakaian adat Mandailing tidak jauh berbeda dengan model baju adat Batak Toba.

Baju adat Batak Mandaling juga terbuat dari kain ulos yang dilengkapi dengan bermacam-macam aksesoris. Yang menjadikan berbeda baju adat Batak Mandailing dengan yang lainnya yaitu Mandailing sering menggunakan warna merah yang memiliki aksen emas.

6. Baju adat Batak Angkola

Pakaian adat Angkola kurang lebih sama dengan pakaian Batak Mandailing. Yang membedakan yaitu baju adat Angkola lebih didominasi dengan warna hitam dan aksesorisnya berwarna keemasan.

Agama yang Dianut Suku Batak

Pada umumnya agama mayoritas Suku Batak yaitu Kristen Protestan. Namun sebelum mereka mengenal agama seperti saat ini, dahulu mereka menganut sistem kepercayaan tradisional yaitu menganggap sosok Mulajadi na Bolon sebagai dewa tertinggi.

Di dalam kepercayaan tradisional itu terdapat tiga konsep, yaitu:

  • Sahala: Merupakan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang, namun tidak semua orang memiliki kekuatan sahala ini. Biasanya sahala ini dimiliki oleh raja.
  • Tendi: Merupakan roh yang memiliki kekuatan. Tendi memberikan kekuatan pada manusia sejak dalam kandungan. Jika tendi meninggalkan tubuh seseorang, maka orang tersebut yang memiliki tendi akan meninggal. Dan saat itu juga harus dilakukan upacara guna penjemputan jiwa.
  • Begu: Begu merupakan jiwa dari seseorang yang sudah meninggal. Masyarakat batak meyakini dan percaya bahwa begu sering muncul di malam hari, dan memiliki tingkah laku dan kebiasaan seperti manusia lainnya.

Rumah Adat dan Bahasa Suku Batak

Rumah adat Suku Batak sering disebut dengan Rumah Bolon. Rumah ini cukup besar sehingga dapat ditinggali oleh lima hingga enam keluarga. Banyak ukiran yang terdapat di rumah adat Suku Batak ini, ukiran tersebut sering dikenal sebagai gorga.

Sebenarnya Suku Batak ini dibagi lagi menjadi beberapa sub suku. Oleh karena itu, rumah Suku Batak juga memiliki desain yang beragam, sesuai dengan adat dan kepercayaan masing-masing.

Bagian depan rumah Bolon memiliki bentuk yang lebih tinggi dibandingkan dengan bagian belakangnya. Dan atapnya setiap rumah sama bentuknya.

Bahasa yang digunakan oleh orang Batak yaitu bahasa Batak dan ada juga yang menggunakan bahasa Melayu. Namun setiap puak memiliki logat yang berbeda-beda. Orang Karo menggunakan logat Karo, batak Pakpak menggunakan logat Pakpak dan lainnya.

Kebudayaan Suku Batak

Suku Batak memiliki banyak sekali kebudayaan, diantaranya:

  • Kekerabatan. Nilai kekerabatan dari masyarakat Suku Batak dapat dilihat dari pelaksanaan adat Dalian Na Talu yaitu seseorang harus mencari jodoh di luar dari kelompoknya.
  • Hagabeon. Nilai dari budaya yang memberikan harapan agar panjang umur, sehat dan beranak banyak.
  • Hamoraan. Kehormatan Suku Batak yang terletak pada nilai spiritual dan materialnya.
  • Uhum dan ugari. Uhum yang bercirikan menegakkan keadilan sedangkan ugari yang memiliki arti kesetiaan pada sebuah janji.
  • Pengayoman. Pengayoman ini wajib diberikan kepada seluruh masyarakat Suku Batak.
  • Marsisarian. Merupakan suatu nilai yang berarti saling memahami, mengerti dan membantu.

Kesenian khas Suku Batak

Seni Tari

Ada banyak seni tari yang terdapat pada Suku Batak, diantaranya ada tari Tor-Tor. Tari Tor-tor berasal dari Sumatera Utara dan merupakan tari khas dari Suku Batak. Tari ini memiliki sifat magis.

Tari ini merupakan tari seremonila yang ditarikan dengan iringan musik gondang. Tari Tor-Tor dan musik gondang merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan.

Kain Ulos

Ada juga kain yang khas sekali yaitu kain ulos. Kain ulos merupakan kain turun temurun yang dibuat sendiri oleh masyarakat Suku Batak.

Kain ulos dibuat dengan cara ditenun dan digunakan sebagai busana khas Suku Batak. Kain ulos sering digunakan dalam upacara perkawinan, kematian dan menyambut tamu.

fbWhatsappTwitterLinkedIn