Teori Kognitif: Pengertian dan Implementasinya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Selama lebih dari seabad, para peneliti dan psikolog pendidikan telah merumuskan beberapa teori belajar atau pembelajaran, salah satunya adalah teori kognitif.

Apa itu Teori Kognitif?

Teori kognitif adalah salah satu teori belajar yang berkaitan dengan proses belajar yang terjadi karena proses mental yang aktif untuk mencapai, mengingat, dan menggunakan pengetahuan.

Proses mental yang dimaksud meliputi berpikir, mengingat, mengetahui, dan mengatasi masalah.

Teori kognitif lahir sebagai bentuk kritik terhadap teori belajar behavioristik yang menyatakan bahwa tingkah laku seseorang dikendalikan oleh “reward” dan “reinforcement”.  

Menurut teori kognitif, tingkah laku seseorang selalu didasarkan pada kognisi yaitu kemampuan psikis atau mental manusia yang berupa mengamati, melihat, menyangka, memperhatikan, menduga dan menilai.

Ada beberapa teori yang termasuk dalam teori kognitif di antaranya adalah teori perkembangan kognitif dan teori perkembangan kognitif.

Implementasi Teori Kognitif

Teori kognitif banyak diterapkan dalam proses pembelajaran, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Peserta didik hendaknya memiliki kemampuan untuk mengenal adanya keterkaitan antara berbagai macam unsur suatu peristiwa atau objek.
  • Proses belajar akan berjalan dengan efektif manakala peserta didik benar-benar mengerti dan memahami tujuan ingin dicapainya. Di sini, guru dituntut untuk dapat memberikan arah yang tepat agar peserta didik dapat mencapai tujuannya.
  • Sistem instruksional yang dirancang oleh pendidik hendaknya mengacu pada prinsip-prinsip kognitivisme.
  • Pendidik harus memahami cara belajar bagi peserta didik yang baik.
  • Pendidik menyusun materi pembelajaran dengan menggunakan pola atau logika tertentu, diawali dari yang paling sederhana hingga ke tingkat yang lebih kompleks.
fbWhatsappTwitterLinkedIn