Sejarah

Abdul Kadir: Biografi dan Perjuangannya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Zaman dahulu merupakan zaman yang belum mengenal adanya smartphone. Periode zaman dahulu pula dikenal dengan zaman yang tidak mudah. Meski demikian, zaman dahulu lah banyak melahirkan orang-orang dengan peran penting.

Perannya dapat berguna bagi kemajuan diri sendiri, bangsa, dan juga negara. Perannya tersebut pula sangat dihormati beserta namanya dijunjung tinggi dan mendapatkan sematan pahlawan. Berbicara mengenai sosok pahlawan, Abdul Kadir masuk dalam deretan sosok pahlawan. Berikut dibahas mengenai biografi Abdul Kadir.

Kelahiran Abdul Kadir 

Abdul Kadir merupakan salah satu nama pahlawan Indonesia. Kehadiran dirinya di muka bumi secara perdana yaitu pada tahun 1771. Kalimantan Barat tepatnya wilayah Sintang menjadi tanah kelahiran daripada sosok dengan nama Abdul Kadir ini.

Kelahiran Abdul Kadir yaitu berasal dari keluarga yang tidak biasa. Keluarganya masuk dalam jajaran bangsawan kerajaan Sintang. Sang ayah menempati posisi hulubalang di kerajaan.

Posisi sang ayah pula menempati bagian pimpinan di wilayah kerajaan. Tak heran apabila sejak lahir hingga masa kecilnya banyak dihabiskan di wilayah dan atau area kerajaan. Lahirnya sosok Abdul Kadir pula menjadi sosok dengan peran besar bagi dirinya dan kerajaan.

Masa Remaja dan Masa Dewasa Abdul Kadir

Abdul Kadir adalah sosok terkenal dari Sintang, Kalimantan Barat. Dirinya dibesarkan dalam lingkungan kerajaan. Hal ini dikarenakan sang ayah memegang tugas sebagai seorang pemimpin bagi kerajaan. Masa remajanya banyak dihabiskan di tanah kerajaan.

Sebagai seorang anak dari jajaran hulubalang kerajaan, nama Abdul Kadir sendiri sudah mendapatkan tempat di kerajaan. Dirinya banyak memberikan kontribusi bagi kerajaan. Jadi dapat dikatakan bahwa Abdul Kadir tak hanya bertempat tinggal di wilayah kerjaan.

Ia juga pula menjalankan profesi sebagai bagian daripada kerajaan itu sendiri. Ketika menginjak usia remaja, Abdul Kadir sudah menempatkan dirinya dalam deretan orang-orang kerajaan.

Tugasnya banyak dalam melindungi wilayah kerajaan dari masalah serta gangguan-gangguan yang berasal dari luar kerajaan. Dapat dikatakan bahwa masa-masa kehidupan daripada Abdul Kadir dihabiskan di wilayah kerajaan serta berhubungan dengan kerajaan.

Karena sanga ayah merupakan pimpinan di bagian kerajaan, sebagai sang anak pun, Abdul Kadir mendapatkan tempat sebagai pendamping sang ayah dalam menjalankan tugasnya. Selama menjalankan tugasnya di wilayah kerajaan, dirinya dikenal sebagai sosok yang cekatan dan juga dikenal banyak kalangan.

Masa dewasa daripada Abdul Kadir menjadi masa bagi dirinya. Pada periode tersebut, dirinya memeluk jabatan sebagai seorang menteri di kerajaan. Tugas tersebut dipeluknya untuk menggantikan posisi sang ayah.

Posisinya tersebut yaitu sebagai Menteri Hulubalang. Tidak hanya sebagai seorang kepala pimpinan hulubalang kerajaan, nama Abdul Kadir pula mendapat gelar Raden Tumenggung dan memeluk tugas sebagai seorang Kepala Pemerintahan. Masa muda hingga masa dewasa daripada Abdul Kadir selalu berhubungan dengan wilayah kerajaan.

Peran dan Perjuangan Abdul Kadir

Abdul Kadir adalah salah satu nama yang terkenal di wilayah Sintang. Nama dirinya sudah melalangbuana di wilayah kerajaan sejak dirinya bereksistensi di muka bumi ini untuk pertama kali.

Memiliki seorang ayah dengan kedudukan pimpinan di kerajaan membuat dirinya pula diwarisi hal-hal yang berhubungan dengan kerajaan. Eksistensi daripada kehidupan Abdul Kadir banyak dihabiskan di wilayah kerajaan.

Dirinya pernah bekerja di wilayah kerajaan dan berprofesi sebagai pelindung kerajaan dari masalah serta gangguan yang berasal dari luar kerajaan. Nama dirinya pula menempati posisi sang ayah sebagai seorang pimpinan hulubalang kerajaan.

Tidak hanya itu, namanya pula mendapatkan sematan gelar Raden Tumenggung. Dalam memeluk gelar tersebut, dirinya dikenal sebagai sosok yang berpikiran luas dan terbuka. Memeluk tugas sebagai seorang kepala hulubalang pemerintahan, Abdul Kadir memiliki peran dalam memeluk erat suku-suku Dayak dengan suku-suku Melayu.

Ia pula memegang peran dalam mengembangkan lahan ekonomi di wilayah Melawi. Peran sebagai seorang kepala pemimpin tidaklah mudah bagi seorang Abdul Kadir, terutama pada bagian melawan penjajah. Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh dari penjajah.

Meski demikian, tekadnya untuk melawan penjajah sangatlah tegas dan bulat. Perjuangan Abdul Kadir dalam melawan penjajah dijalankan dengan cara tetap mengikuti jalan penjajah dan juga jalan kerajaan. Hal ini dilakukan agar dapat merealisasikan dalam rangka melawan penjajah. Tidak hanya itu.

Dirinya pula memeluk rakyat dan menebarkan kekuatan demi melawan penjajah serta ikut terjun dalam perlawanan yang dimainkan oleh penjajah.

Abdul Kadir dalam menjalankan tugasnya melawan penjajah diakui oleh Pemerintahan Indonesia. Tahun 1999 menjadi tahun bagi nama Abdul Kadir dengan gelar  Pahlawan Nasional RI.

Wafatnya Abdul Kadir

Abdul Kadir menjadi salah satu nama dalam deretan Pahlawan Nasional. Peran dan perjuangan nama Abdul Kadir dengan gelar Raden Tumenggung Setia Pahlawan sangatlah besar. Sosok dirinya menjalankan perjuangan dalam melawan penjajah.

Untuk dapat melawan penjajah, Raden Tumenggung Setia Pahlawan menjalankan strategi yaitu dengan cara mengikuti arahan penjajah dan mengikuti arahan pemerintahan.

Selama menjalankan strateginya tersebut, dirinya pula membangun kekuatan bersama dengan rakyat-rakyat untuk melawan penjajah. Strateginya tersebut tidaklah selalu berjalan mulus. Abdul Kadir pun dikurung oleh penjajah atas strateginya tersebut.

Dirinya dikurung di sebuah penjara di Saka Dua di wilayah Nanga Pinoh. Beberapa pekan melalui hari di dalam penjara, membuat dirinya hingga meninggal di dalam penjara. Abdul Kadir wafat di dalam penjara milik penjajah pada tahun 1875. Nama Abdul Kadir disemayamkan di Natali Mangguk Liang.

Kesimpulan Pembahasan

Berbicara mengenai sosok pahlawan, Abdul Kadir masuk dalam deretan sosok pahlawan. Kehadiran dirinya di muka bumi secara perdana yaitu pada tahun 1771. Kalimantan Barat tepatnya wilayah Sintang menjadi tanah kelahiran daripada sosok dengan nama Abdul Kadir ini. Masa muda hingga masa dewasa daripada Abdul Kadir selalu berhubungan dengan wilayah kerajaan. Dirinya pernah menjabat sebagai pimpinan hulubalang.

Abdul Kadir memiliki peran dalam memeluk erat suku-suku Dayak dengan suku-suku Melayu. Ia pula memegang peran dalam mengembangkan lahan ekonomi di wilayah Melawi. Tidak hanya itu. Dirinya pula memeluk rakyat dan menebarkan kekuatan demi melawan penjajah serta ikut terjun dalam perlawanan yang dimainkan oleh penjajah.

Pada tahun 1875 nama Abdul Kadir ditangkap oleh penjajah atas strategi yang dibuatnya ntuk melawan penjajah. Penangkapan tersebut pula menjadi bagian akhir daripada perjuangannya. Hal ini dikarenakan dirinya meninggal di dalam penjara.