Biologi

Akar Tunggang : Ciri-ciri, Jenis, Fungsi dan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Setiap bagian tumbuhan memiliki fungsi yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Tumbuhan terdiri dari akar, daun batang, biji dan juga buah. Akar merupakan salah satu bagian dari tumbuhan.

Selain menjadi anatomi tumbuhan, akar memiliki sejumlah fungsi seperti menyerap air yang dibutuhkan tanaman. Selain itu, agar juga berfungsi untuk menyerap berbagai unsur hara yang terdapat di tanah. Akar menjadi penyangga bagi pertumbuhan tanaman. Akar terdiri dari dua jenis yakni akar tunggang dan akar serabut.

Kedua jenis akar ini memiliki sejumlah perbedaan yang mencolok secara fisik. Selain itu, keduanya juga memiliki fungsi yang berbeda. Umumnya akar tunggang ini memiliki bentuk yang besar dan kokoh. Di mana akar ini dapat ditemui pada pohon-pohon besar yang telah memiliki usia ratusan tahun.

Akar tunggang dinamakan pula sebagai akar utama. Di mana akar ini yang menopang tubuh pada tumbuhan dan mengantarkan unsur hara serta air. Pada akar tunggang terdapat cabang akar yang dinamakan dengan akar sekunder.

Ciri-Ciri Akar Tunggang

1. Memiliki akar utama yang dijadikan sebagai akar pusat

Akar tunggang memiliki akar utama yang dijadikan pusat. Di mana akar ini tumbuh secara vertikal menuju ke bawah tanah. Akar pusat juga dinamakan dengan akar primer. Di mana pada akar ini terdapat akar sekunder atau akar lateral yang memiliki bentuk yang lebih kecil. Keberadaan akar lateral ini untuk membuka jalan atau wilayah penyerapan unsur hara dan air dari dalam tanah.

2. Memiliki ukuran yang besar dan panjang

Akar tunggang pada umumnya memiliki ukuran akar yang besar dan panjang. Itulah mengapa tumbuhan yang memiliki akar tunggang dapat bertahan hingga ratusan tahun. Sebab, akar tunggang mampu menopang berat dari tumbuhan tersebut.

Contohnya seperti yang terlihat pada pohon beringin yang dapat hidup ratusan tahun. Pohon ini tidak mudah tumbang atau roboh karena memiliki akar yang besar dan panjang. Akar tunggang menopang pertumbuhan pohon beringin selama ratusan tahun.

3. Akar dapat menembus ke bawah tanah

Akar tunggang bisa menempung hingga ke bawah tanah bahkan hingga sangat dalam. Tujuannya agar akar ini dapat menjangkau bagian-bagian yang memiliki air dan zat hara. Air dam zat merupakan dua hal yang dibutuhkan oleh pohon untuk proses pertumbuhan. Air dan zat hara inilah yang berada di dalam tanah. Oleh karena itu, tugas akar untuk menyerap air dan zat hara yang dibutuhkan tumbuhan.

4. Bukan berasal dari batang tumbuhan

Akar tunggang bukan berasal dari batang tumbuhan melainkan dari sebuah biji. Sebuah biji yang berkecambah dapat menghasilkan akar tunggang. Proses akar tunggang dibantu oleh hormon auksin yang menghasilkan tunas muda. Akar tunggang kemudian akan tumbuh secara vertikal menuju ke dalam tanah.

Akar tunggang ini dapat tumbuh dengan bercabang di dalam tanah. Pertumbuhan akar tunggang bergantung dengan kondisi tanah tempat pohon itu tumbuh. Jika pohon itu cenderung kering maka akar tunggang yang tumbuh akan lebih mendalam. Sebaliknya jika tanah itu dangkal, maka memiliki akar tunggang yang dangkal.

5. Mempunyai akar lateral

Akar tunggang bukan hanya memiliki akar primer atau akar utama melainkan juga akar lateral atau akar sekunder. Akar lateral ini memiliki bentuk yang lebih kecil dan tumbuh dari cabang akar tunggang. Akar lateral tidak memiliki banyak cabang seperti akar serabut sehingga kedua jenis akar ini berbeda.

Akar lateral memiliki jumlah yang tidak banyak seperti akar lainnya karena jenis akar ini merupakan akar sekunder bukan akar utama. Keberadaan akar lateral berguna untuk memperluas wilayah penyerapan zat hara dan air yang dibutuhkan tumbuhan.

6. Dimiliki oleh tumbuhan dikotil

Pada umumnya, akar tunggang dimiliki oleh tumbuhan dikotil atau tumbuhan berbiji dua. Umunya tumbuhan ini diselimuti oleh daun buat atau karpel. Pada tumbuhan dikotil memiliki sepasang kotiledon. Akar pada tumbuhan dikotil berasal dari calon akar yang terdapat pada embrio.

Sistem akar pada tumbuhan dikotil disebabkan oleh pertumbuhan akar kecambah. Pada bagian ujung akar memiliki ukuran yang besar dari wilayah ujung akar utama sekalipun akar tunggang. Akar tunggang pada tumbuhan dikotil cabang yang terdiri dari epidermis, korteks endodermis dan stale.

7. Dapat menyimpan cadangan makanan

Akar tunggang memiliki fungsi selain untuk menopang tumbuhan melainkan juga untuk menyimpan cadangan makanan. Contohnya seperti pada tanaman wortel yang menyimpan cadangan makanan di akar.

Selain menjadi tempat cadangan makanan, akar tunggang juga menjadi distributor air dan zat hara yang berasal dari tanah. Keduanya ini merupakan makanan bagi tumbuhan selama fase perkembangan dan pertumbuhan.

Jenis Akar Tunggang

1. Akar Tunggang Sedikit

Akar tunggang sedikit adalah akar yang memiliki cabang sedikit. Akar ini terbagi lagi menjadi 3 jenis yakni sebagai berikut.

  • Napiformis

Napiformis merupakan akar tunggang sedikit yang memiliki bentuk seperti gasing. Pada akar tunggang ini, bagian pangkal akar yang berbeda dengan bentuk pada umumnya yakni memiliki bentuk yang bulat. Cabang pada akar napiformis ini memiliki kesamaan dengan cabang pada akar serabut. Pada bagian ujung akarnya memiliki bentuk yang runcing serta menyempit.

  • Fusiformis

Fusiformis merupakan jenis akar tunggang sedikit yang memiliki bentuk seperti sebuah tombak. Pada bagian pangkalnya memiliki ukuran yang besar. Sementara itu, akarnya memiliki kesamaan dengan akar serabut. Biasanya bagian akar yang berbentuk tombak ini berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan. Contoh tanaman yang memiliki akar menyerupai tombak adalah wortel.

  • Filiformis

Filiformis merupakan jenis akar tunggang sedikit yang memiliki bentuk seperti sebuah benang. Ukuran akar pada tanaman ini biasanya berukuran kecil berbeda dengan akar pada fusiformis. Bentuknya yang kecil membuat akar ini menyerupai bentuk akar serabut. Namun, pada filiformis akarnya tidak memiliki banyak cabang.

2. Akar Tunggang Bercabang

Akar tunggang bercabang adalah akar tunggang yang memiliki banyak cabangnya. Biasanya cabang pada akar ini berfungsi untuk menyerap air sehingga memiliki daerah penyerapan yang luas. Bentuk akar tunggang bercabang ini berbentuk kerucut ke bagian bawahnya. Biasanya akar jenis ini banyak dijumpai pada tumbuhan berkeping dua.

Fungsi Akar Tunggang

1. Menopang Tubuh Tumbuhan

Akar tunggang merupakan akar utama dan memiliki ukuran yang besar pada tumbuhan. Ukurannya yang besar ini berfungsi untuk menopang tubuh tumbuhan yang besar. Akar tunggang tergolong sebagai akar yang kuat karena dapat menopang tubuh tumbuhan yang berusia ratusan tahun seperti pohon beringin.

Pada sistem akar, akar tunggang merupakan akar primer yang tumbuh secara vertikal ke bawah tanah. Dari akar tunggang inilah kemudian tumbuh akar-akar sekunder yang berukuran kecil. Akar lateral berbeda dengan jenis akar serabut karena jumlah akar yang lebih sedikit dan tidak terlalu memiliki banyak cabang.

Meskipun begitu, dapat terlihat jelas perbedaan antara akar tunggang dengan akar lateral atau akar sekunder. Keberadaan akar sekunder pada akar tunggang memiliki fungsi untuk membantu wilayah bagi penyerapan akar tunggang sehingga akar akan mendapatkan banyak air.

2. Menyimpan Cadangan Makanan

Biasanya tumbuhan yang menjadikan akar tunggang sebagai cadangan makanan adalah sejenis tumbuhan umbi-umbian seperti wortel. Oleh karen itu, pada bagian bawah akar memiliki bentuk yang runcing.

Hal ini berguna untuk menyimpan cadangan makanan di akar tunggang. Biasanya akar tunggang ditemukan di tumbuhan-tumbuhan dan semak besar. Akar tunggang bisa tumbuh semakin dalam di tanah.

Hal ini berguna untuk menjangkau sumber-sumber air yang lebih dalam. Pertama kali, akar tunggang akan tumbuh dari sebuah biji yang berkecambah. Tumbuh kembang akar tunggang diatur oleh suatu hormon yang dinamakan dengan hormon auksin.

Hormon auksin inilah yang membuat munculnya tunas muda. Hal ini mengakibatkan akar tunggang akan tumbuh hingga bawah dengan mengarah pada pusat bumi.

3. Mengantarkan Unsur Hara dan Air

Pada umumnya akar tunggang memiliki fungsi untuk menopang perkembangan dan pertumbuhan tumbuhan. Selain itu, keberadaan akar tunggang juga untuk menyerap berbagai zat penting yang terdapat di dalam tanah seperti air dan zat hara.

Biasanya keberadaan akar tunggang ini dimiliki oleh tumbuhan yang memiliki dua biji. Selain itu, tumbuhan yang hidup di wilayah kering, pada umumnya memiliki akar tunggang yang lebih dalam dibandingkan dengan tumbuhan lain. Hal ini dikarenakan akar ini berfungsi mencari lebih banyak air yang ada di dalam tanah sehingga tumbuhan tidak kekurangan air.

Sementara itu, tumbuhan yang tinggal di wilayah dangkal pada umumnya memiliki akar tunggang yang dangkal juga karena daerah tersebut memiliki persedian air yang cukup. Oleh karena itu, akar tidak butuh lagi mencari air yang dalam.

Contoh Akar Tunggang

1. Wortel

Contoh dari akar tunggang adalah tanaman wortel. Jika diperhatikan, pada bagian bawah dari tanaman wortel memiliki bentuk seperti sebuah tombak. Di mana bagian bawah tersebut memiliki ukuran yang besar pada bagian pangkal akar.

Selain itu, pada bagian tersebut semakin kecil sampai berbentuk runcing menuju bagian ujung. Tanaman wortel memiliki jenis akar tunggang yang berbentuk seperti tombak. Akar ini digunakan oleh tanaman wortel sebagai tempat untuk menyimpan cadangan makanan.

2. Jati

Pada tanaman ini, akar tunggang memiliki fungsi untuk menyerap berbagai zat harap serta air yang ads di dalam tanah. Oleh karena itu, akar menjadi bagian penting bagi pertumbuhan tanaman jati. Umumnya, pohon jati saat mengalami proses penguapan akan menggugurkan daunnya.

Proses penguapan biasanya terjadi ketika musim kemarau tiba. Proses ini bertujuan untuk membantu mengurangi kegiatan daru akar pohon jati untuk mencari air. Pohon jati banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga atau alat mebel.

3. Jeruk

Jeruk termasuk tanaman yang memiliki akar tunggang. Meskipun begitu ada beberapa tanaman jeruk yang memiliki jenis akar lainnya. Biasanya pada tanaman jeruk, akar tunggang akan tumbuh di dalam tanah.

Bahkan ukuran akarnya bisa mencapai hingga 4 meter. Akar pada tanaman jeruk ini tidak akan ditemukan pada tanah yang memiliki yang keras dan banyak airnya. Pada bagian ujungnya terdapat sel muda yang dapat membelah. Titik inilah yang kemudian menjadi titik tumbuh akar jeruk.

Umumnya sel yang terdapat pada akar pohon jeruk lebih lembut dibandingkan tanaman lain. Oleh karena itu, sel ini sangat rentan mengalami patah. Pohon jeruk termasuk tumbuhan yang hidup di wilayah Asia khususnya China.

4. Beringin

Pohon beringin mempunyai batang pohon yang besar. Selain itu, pohon ini juga begitu menjulang tinggi. Pada pohon beringin, daunnya begitu lebat dan bercabang. Hal ini dikarenakan pohon ini dapat hidup hingga ratusan tahun lamanya.

Pohon beringin dapat tumbuh hingga ratusan tahun karena memiliki akar tunggang. Akar ini merambat ke dalam tanah sehingga dapat menopang ukuran pohon beringin yang besar. Oleh karena itu, pohon beringin dapat tumbuh hingga ratusan tahun.

Pohon beringin juga memiliki akar gantung yang menopang badan pohon beringin. Di mana akar gantung ini dijadikan sebagai alat respirasi tanaman ini. Pohon beringin ini berasal dari daratan Asia dan Australia. Oleh karena itu, di Indonesia dapat dijumpai banyak pohon beringin.

5. Cabai

Selama ini banyak orang yang beranggapan bahwa cabai memiliki akar serabut. Akar tunggang pada tanaman cabai berada di dalam tanah. Akar ini berguna untuk menyerap unsur harap serta air yang terdapat di dalam tanah.

Pohon cabai mempunyai akar tunggang yang begitu kuat. Di mana akar tunggang ini terdiri atas akar utama dan akar sekunder. Selain itu, pada pohon cabai ditemukan pula akar tersier. Akar tersier ini adalah akar serabut yang tumbuh dari akar sekunder. Panjang akar utama pada tanaman cabai dapat mencapai 40 cm sedangkan akar lateral lebih pendek dari panjang akar utama.

6. Mangga

Pohon mangga mempunyai jenis akar yakni akar tunggang. Pada tanaman ini akar tunggang bercabang. Hal ini dikarenakan pohon mangga termasuk tanaman dikotil yang bisa berkembang biak secara generatif dengan menggunakan biji.

Pada wilayah cabang pohon mangga, biasanya mempunyai bentuk kerucut yang panjang. Akar tunggang pada tumbuhan ini memiliki fungsi untuk memperkuat perakaran tanaman serta memperluas wilayah penyerapan unsur hara dan air.