Daratan: Pengertian – Proses terjadi dan Jenisnya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Permukaan bumi terdiri dari lautan dan daratan. Daratan pun juga masih dibagi menjadi beberapa jenis kenampakan karena adanya perbedaan kondisi geografis suatu wilayah.

Pada pembahasan kali ini akan dijelaskan lebih dalam terkait daratan mulai dari pengertian, jenis-jenisnya, dan proses pembentukannya.

Pengertian Daratan

Daratan di artikan sebagai bagian dari permukaan bumi yang tidak tertutupi oleh air laut.

Istilah yang sering digunakan adalah darat. Sedangkan daratan lebih merujuk pada batas wilayah laut dan darat.

Sedangkan tempat bertemunya daratan dan perairan disebut dengan pesisir.

Batas daratan atau yang dikenal dengan demarkasi menjadi perihal yang krusial bagi suatu wilayah terutama suatu negara.

Batas daratan lebih mudah ditetapkan jika dibandingkan dengan demarkasi suatu perairan yang tidak menunjukkan titik ujungnya.

Proses Terjadinya Daratan

Daratan yang merupakan bagian dari bumi tentu tidak terlepas dari proses pembentukan bumi.

Permukaan bumi selanjutnya mengalami proses pendinginan sehingga kulit bumi membentuk tanah.

Aktivitas inti bumi lambat laun menimbulkan gejolak yang akhirnya mengarah keluar permukaan bumi membentuk gunung berapi.

Pergeseran lempeng lempeng bumi dan adanya peristiwa tektonik juga mengakibatkan relief permukaan bumi semakin berubah.

Akibatnya banyak perubahan dari permukaan bumi yang membentuk beragam jenis daratan.

Daratan bumi saat ini juga bisa jadi akan mengalami perubahan terus menerus karena adanya aktivitas dalam bumi atau perubahan iklim secara ekstrim.

Selanjutnya, akan dibahas secara rinci penjelasan mengenai masing masing jenis daratan.

Jenis-jenis Daratan

1. Dataran Tinggi

Dataran tinggi adalah jenis daratan yang memiliki ketinggian lebih dari 500 meter di atas permukaan laut.

Proses pembentukan dataran tinggi dapat terjadi karena adanya erosi atau sedimentasi.

Erosi diartikan sebagai proses pengikisan pada daratan atau suatu padatan, dan sedimentasi di artikan sebagai proses pengendapan material karena adanya angin, air, es, atau gletser.

Wilayah dataran tinggi memiliki udara yang sejuk, segar, dan tanah yang cukup subur.

Sehingga ketika mengunjungi dataran tinggi akan banyak ditemui perkebunan seperti teh, kopi, atau bunga jenis tertentu.

Suatu dataran tinggi yang memiliki area yang cukup luas dinamakan dengan plato.

Beberapa contoh dataran tinggi yaitu:

  • Dataran Tinggi Dieng
  • Dataran Tinggi Gayo
  • Dataran Tinggi Karo
  • Dataran Tinggi Alas.

2. Dataran Rendah

Jenis daratan selanjutnya yaitu dataran rendah. Dataran rendah adalah jenis daratan dengan tinggi permukaan kurang dari 200 meter di atas permukaan laut.

Ciri dataran rendah yaitu udaranya yang cenderung lebih panas dan menjadi tempat bermukim manusia sehingga dataran rendah akan lebih padat penduduk dibandingkan dataran tinggi.

Tidak hanya untuk bermukim, dataran rendah juga dapat digunakan untuk bercocok tanam.

Padi, beberapa jenis sayuran dan buah dapat hidup dengan kondisi tanah yang bagus karena curah hujan pada dataran rendah cukup tinggi.

3. Gunung dan Pegunungan

Jenis daratan selanjutnya yaitu gunung dan pegunungan. Gunung diartikan sebagai jenis daratan yang berbentuk tanah menjulang atau menonjol.

Ketinggian gunung dapat mencapai lebih dari 600 meter di atas permukaan laut.

Gunung yang memiliki aktivitas vulkanik dinamakan dengan gunung aktif atau gunung berapi.

Sedangkan gunung yang tidak memiliki aktivitas vulkanik dikenal dengan gunung pasif.

Sedangkan pegunungan didefinisikan sebagai barisan daratan yang membentang dan membentuk gunung-gunung.

Pegunungan terbentuk karena adanya pergerakan dari lempeng tektonik. Pegunungan lebih banyak ditumbuhi oleh pohon pohon besar dan dikelilingi hutan.

Contoh gunung di Indonesia yaitu:

  • Gunung Merapi
  • Gunung Bromo
  • Gunung Krakatau
  • Gunung Agung
  • Gunung Rinjani.

Sedangkan pegunungan yang ada di Indonesia antara lain:

  • Pegunungan Bukit Barisan
  • Pegunungan Kapur Utara
  • Pegunungan Kendeng
  • Pegunungan Sewu
  • Pegunungan Tinggi Wajo
  • Pegunungan Jawa Wijaya.

4. Bukit dan Perbukitan

Bukit adalah jenis daratan yang lebih tinggi dari permukaan tanah sekitarnya namun tidak lebih tinggi dari gunung.

Bukit memiliki ketinggian kurang dari 600 meter. Sedangkan perbukitan diartikan sebagai rangkaian bukit bukit yang saling terhubung pada suatu wilayah.

Beberapa contoh bukit di Indonesia yaitu:

  • Bukit Pasai
  • Bukit Kerinci
  • Bukit Minangkabau
  • Bukit Kidul
  • Bukit Sumedang
  • Bukit Barisan.

5. Lembah

Lembah diartikan sebagai jenis daratan yang lebih rendah dibandingkan permukaan yang ada di sekitarnya.

Umumnya suatu dataran dikatakan sebagai lembah karena wilayah tersebut berada di sekitar pegunungan dan dialiri oleh berbagai jenis sungai.

6. Jurang atau Tebing

Jurang diartikan sebagai barisan batuan yang menjulang dan terbentuk karena adanya proses erosi.

Tebing sering dijumpai pada daerah seperti pantai, pegunungan, dan juga di sepanjang sungai.

7. Ngarai

Ngarai diartikan sebagai jenis dataran yang memiliki bentuk seperti lembah namun mempunyai sisi yang hampir tegak lurus dengan permukaan tanah.

Ngarai juga dapat diartikan sebagai lembah yang dalam dan sempit yang memiliki lereng sangat curam.

Ngarai terbentuk karena terkikis secara terus menerus dan juga disebabkan oleh beberapa fenomena geografi lainnya.

fbWhatsappTwitterLinkedIn