PPKN

Aklamasi: Pengertian – Jenis dan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Dalam sebuah organisasi atau kelompok pasti tidak luput dari proses pengambilan keputusan. Baik keputusan yang sangat berpengauh terhadap kelangsungan organisasi ataupun keputusan sederhana lainnya. Semua keputusan tersebut harus dirundingkan oleh semua anggota kelompok.

Hal itu dikarenakan, agar keputusan yang nantinya disepakati dapat dilaksanakan oleh semua anggota kelompok tanpa terkecuali. Pengambilan keputusan yang paling sering ialah yang berkaitan erat dengan penetuan susunan kepengurusan suatu organisasi. Keputusan tersebut dirasa yang paling vital karena berkaitan dengan keberlangsungan organisasi.

Untuk dapat menentukan kepengurusan organisasi ini dapat dilakukan berbagai cara seperti, musyawarah, voting dan aklamasi. Pengambilan keputusan dengan cara aklamasi ini tidak terlalu sering digunakan dalam sebuah organisasi. Namun, hasil putusannya tetap memiliki sifat yang sama dengan musyawarah dan voting.

Tentunya kalian sudah familiar dengan istilah aklamasi bukan? Lalu, apa saja sih syarat syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan aklamasi? Berikut penjelasan mendetail mengenai aklamasi.

Pengertian Aklamasi

Aklamasi merupakan suatu cara pengambilan keputusan yang sistemnya sangat berbeda dengan musyawarah dan juga voting. Yang mana melalui metode aklamasi ini, para anggota tidak perlu melakukan pengumpulan suara yang nantinya akan diakumulasikan untuk menentukan keputusannya. Melainkan, pengambilan keputusan dengan menggunakan metode aklamasi ini dilakukan secara lisan.

Sehingga secara tidak langsung, pengambilan keputusan dengan cara aklamasi ini sangat berbeda dengan pengambilan keputusan secara formal. Yang tidak lain dan tidak bukan dilakukan dengan menggunakan perhitungan suara. Dalam mengambil dan menetukan keputusannya, para anggota akan memilih secara langsung satu anggota yang dinyatakan sesuai dengan pertimbangan dan persyaratan yang ada.

Dan calon anggota yang dipilih harus secara sukarela menerima semua jabatan yang diberikan kepadanya. Namun, tidak jarang, pengambilan keputusan yang dilakukan dengan metode aklamasi ini lebih disebabkan karena calon anggota yang mengajukan diri hanya satu calon saja. Dalam kata lain, dalam proses pemilihannya hanya terdiri dari calon pemimpin tunggal saja.

Maka secara tidak langsung, dengan hal itu, para anggota tidak perlu mengambil keputusan dengan menggunakan metode aklamasi. Melainkan dapat hanya dengan menggunakan persetujuan secara lisan saja. Namun, tetap harus bersesuaian dengan ketentuan dan aturan yang ada.

Syarat Diadakannya Aklamasi

Adapun beberapa persyaratan dan ketentuan yang harus terpenuhi untuk dapat menggunakan metode pengambilan keputusan dengan menggunakan aklamasi ini. Berikut merupakan syarat syarat yang harus terpenuhi untuk mengadakan sebuah proses aklamasi.

  • Hanya terdapat satu calon yang mengajukan diri untuk menjadi pemimpin dalam sebuah organisasi.
  • Calon tunggal harus memenuhi persyaratan yang ada
  • Terdapat banyak calon, namun tetap pemilih memilih satu orang

Jenis-jenis Aklamasi

Adapun dua jenis dari metode pengambilan keputusan dengan menggunakan aklamasi ini. Yang mana pengklasifikasian kedua jenis aklamasi tersebut telah disesuaikan dengan jumlah calon yang mengajukan dirinya sebagai pemimpin. Berikut merupakan jenis jenis dari aklamasi.

Aklamasi dengan Calon Tunggal

Sudah menjadi hal yang tidak dapat dielakkan saat calon pemimpin yang mengajukan diri hanya ada satu saja. Sehingga metode pengambilan keputusan yang diambil juga pastinya metode aklamasi.

Dengan adanya calon tunggal ini para anggota organisasi atau kelompok tidak perlu untuk melakukan perhitungan suara secara formal lagi, melainkan dapat hanya dengan menggunakan persetujuan dan kesepakatan lisan saja.

Aklamasi dengan Menunjuk Langsung Calon Pemimpin

Proses aklamasi jenis ini seringkali dilakukan apabila terdapat beberapa calon pemimpin yang mengajukan dirinya di dalam forum. Namun, para anggota yang berhak untuk memilih telah bersepakat untuk hanya memilih satu orang yang telah mereka sepakati sebelumnya.  

Hal itu dikarenakan, para anggota yang sebelumnya telah menelisik semua latar belakang dari para calon beserta dengan kepribadiannya. Dengan itu mudah saja, bagi para anggota untuk menetukan calon pemimpin yang sesuai. Namun, tentunya calon tersebut harus memenuhi persyaratan dan aturan yang telah ditetapkan itu.

Contoh Pengambilan Keputusan Secara Aklamasi

Adapun beberapa contoh yang menggambarkan proses pengambilan keputusan dengan menggunakan metode aklamasi.

  • Presiden dan wakil presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno dan juga Moh. Hatta merupakan pemimpin pertamaIndonesia yang dipilih melalui proses pemilihan aklamasi. Ir Soekarno dan Moh Hatta ditunjuk secara langsung oleh golongan tua dan golongan mudauntuk menjadi pemimpin bagi Bangsa Indonesia.
  • Seorang pemimpin kelompok belajar biasanya dipilih dengan ditunjuk secara langsung oleh para anggota. Tentunya, para anggota tersebut telah mengetahui kompetensi dan kemampuan sang pemimpin kelompok sebelum menunjuknya sebagai seorang pemimpin.
  • Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP merupakan salah satu partai yang pernah juga melakukan aklamasi. Pada saat itu untuk memilih ketua umum partai yang menjabat pada periode 2019-2020 PDIP melakukan aklamasi dengan menunjuk Megawati. Hal itu dilatarbelakangi oleh adanya banyak faktor. Namun, hal yang mendasar adalah karena Megawati merupakan calon tunggal yang kemampuannya sudah dapat dipastikan lagi dalam mengonsolidasikan kepentingan partai.