Organisasi: Pengertian – Struktur dan Bentuknya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Di era modern seperti saat ini, jenis-jenis aktivitas dalam kegiatan manusia sangat beragam dan kompleks, sehingga diperlukan kerjasama dan saling koordinasi yang baik antara pihak-pihak yang terlibat didalamnya.

Untuk itu, diperlukan pengorganisasian yang terencana dan matang, sehingga kerjasama dan koordinasi yang dilakukan dapat berjalan sebagaimana rencana dan peluang tercapainya tujuan akan menjadi lebih besar.

Pengertian Organisasi

Pengertian Secara Umum

Kata organisasi berasal dari Bahasa Latin Organum dan Bahasa Yunani Organon yang berarti bagian, anggota, atau badan.

Dalam Bahasa Inggris, berasal dari kata Organize yang berarti mengatur atau mengorganisir.

Secara umum organisasi adalah sekelompok orang yang berada pada satu tempat atau wadah yang sama dan saling bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.

Pengertian Menurut KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata organisasi diartikan sebagai:

  • Kesatuan  yang terdiri atas bagian-bagian dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu
  • Kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama
  • Strategi yang dimanfaatkan dalam upaya memperbesar kinerja memori.

Pengertian Menurut Para Ahli

Sementara itu beberapa ahli mendefinisikan organisasi sebagai berikut:

  • Stoner

Organisasi adalah suatu pola hubungan melalui orang-orang dibawah pengarahan atasan untuk mengejar tujuan bersama.

  • Stephen P. Robbins

Organisasi adalah kesatuan sosial yang secara sadar dikoordinasikan dengan sebuah batasan yang dapat diidentifikasi dan terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

  • James D. Mooney

Organisasi adalah bentuk perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

  • Chester I. Bernard

Organisasi adalah sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

  • Drs. H. Malayu S,P, Hasibuan

Organisasi adalah sebagai proses penentuan, pengelompokan, dan pengaturan berbagai macam aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan bersama.

  • Max Weber

Organisasi adalah hubungan terstruktur yang didalmnya terdapat wewenang, dan tanggung jawab serta pembagian kerja guna menjalankan sesuatu fungsi tertentu.

  • Prof. Dr. Sondang P. Siagian

Organisasi adalah persekutuan antara dua orang atau lebih yang saling bekerjasama dan terikat secara formal dalam rangka melakukan pencapaian tujuan yang sudah ditentukan.

  • Paul Preston dan Thomas Zimmerer

Organisasi adalah kumpulan orang yang disusun dalam sebuah kelompok-kelompok yang saling bekerjasama dalam mencapai tujuan secara bersama.

  • Philip Slznic

Organisasi  adalah suatu peraturan personil yang berguna untuk mempermudah dalam melakukan pencapaian dari beberapa tujuan yang sudah ditetapkan lewat alokasi tanggung jawab dan fungsi.

  • Thompson

Organisasi adalah perpaduan antara anggota-anggota spesial yang impersonal dan rasional yang saling bekerjasama dalam mencapai tujuan-tujuan yang spesifik.

Teori Organisasi

Teori Organisasi Klasik

Teori organisasi klasik atau yang disebut juga teori trasidional atau teori mesin, mulai berkembang sejak tahun 1800 atau abad ke-19.

Teori ini  mendefinisikan organisasi sebagai struktur hubungan sekelompok orang dalam sebuah lembaga yang memiliki sentralisasi dan spesifikasi dalam pembagian tugas dan wewenangnya.

Menurut teori ini, sebuah organisasi harus memiliki empat unsur pokok, yakni:

  • Kegiatan dan tersistem dan terkoordinasi
  • Adanya anggota organisasi dengan spesialisasi atau spesifikasi tertentu
  • Adanya kerjasama antar anggota yang memiliki spesialisasi atau kemampuan berbeda
  • Adanya pemimpin yang mengendalikan sistem tersebut.

Pada perkembangannya, teori klasik terbagi kedalam 3 jenis aliran, yaitu:

  • Teori Birokrasi

Teori ini berkembang dalam lingkup ilmu sosiologi. Teori ini menekankan pada aspek legal yang dimaknai sebagai bentuk wewenang yang dirumuskan dengan jelas sesuai dengan aturan prosedur dan peranan masing-masing elemen, dan rasional yang berarti memiliki suatu tujuan yang jelas dan ditetapkan bersama.

Diantara tokoh penganut teori ini adalah Max Weber (21 April 1864-14 Juni 1920). Dalam bukunya yang berjudul “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism” dan “The Theory of Social and Economic Organization”, Max Weber mengemukakan karakteristik birokrasi yang terdiri atas:

  • Pembagian kerja.
  • Hirarki wewenang.
  • Program rasional.
  • Sistem prosedur.
  • Sistem aturan hak kewajiban.
  • Hubungan antarpribadi yang bersifat impersonal.

Berbeda dengan teori birokrasi, teori klasik administrasi lebih menekankan pada aspek makro dan praktik manajemen langsung.

Teori administrasi dikembangkan oleh Henry Fayol, Lyndall Urwick, James D. Mooney dan Allen Reily.

Dalam bukunya yang berjudul “Admistration industrtrielle et Generale” (terbit 1916), Henry Fayol menyebutkan bahwa semua kegiatan industri dapat dibagi menjadi enam kelompok, yaitu:

  • Kegiatan-kegiatan teknikal
  • Kegiatan-kegiatan komersial
  • Kegiatan-kegiatan financial
  • Kegiatan-kegiatan keamanan
  • Kegiatan-kegiatan akuntansi
  • Kegiatan-kegiatan manajerial

James D Mooney dan Allen Reilly berpendapat bahwa dalam sebuah perencanaan organisasi, koordinasi memegang peranan penting.

Sehingga sebuah organisasi harus menerapkan tiga prinsip utama, yakni:

  • Prinsip koordinasi.
  • Prinsip skalar dan hirarki.
  • Prinsip fungsional.

Manajemen ilmiah yang digagas oleh Frederick Winslow Taylor menekankan teori organisasi pada aspek makro organisasi.

Teori ini banyak diterapkan di, Romawi Mesir dan Cina.

Menurut FW. Taylor, manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme untuk meningkatkan efesiensi kerja dan memiliki empat kaidah, sebagai berikut:

  • Metode kerja dalam praktiknya mulai tergantikanoleh berbagai metode yang dikembangkan atas dasar ilmu pengetahuanmengenai kerja ilmiah yang benar.
  • Perusahaan secara rutin perlu mengadakan seleksi, latihan, dan pengembangan para karyawan secara ilmiah, supaya para karyawan bekerja sebaik-baiknya sesuai dengan spesialisasinya
  • Pengembangan ilmu tentang kerja, seleksi, latihan, dan pengembangan secara ilmiah harus diintegrasikan. Sehingga  para karyawan memperoleh kesempatan untuk mendapat tingkat upah yang tinggi dan disisi lain manajemen dapat menekan biaya produksi.
  • Perlu dikembangkanya semangat dan mental para karyawan melalui pendekatan antara karyawan dan manajer guna menumbuhkan suasana kerjasama yang baik dan tercapainya manfaat manajemen ilmiah.

Teori Organisasi Neoklasik

Teori neoklasik atau Teori Hubungan Manusia (The Human Relation Movement) muncul akibat ketidakpuasan terhadap teori klasik yang dinilai terlalu kaku dan abai terhadap nilai-nilai manusiawi.

Oleh karena itu, teori ini lebih menekankan pada aspek psikologi dan sosial dalam hubungan antar individu maupun kelompok kerja dalam sebuah organisasi.

Menurut teori ini, pembagian kerja dalam sebuah organisasi memerlukan hal-hal sebagai berikut:

  • Partisipasi atau keterlibatan setiap anggota organisasi dalam proses pengambilan keputusan
  • Perluasan kerja yang merupakan kebalikan dari pola spesialisasi
  • Manajemen bottom-up yang diperlukan guna memberikan kesempatan para anggota organisasi tingkat bawah untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.

Tokoh yang dikenal sebagai pengusung teori ini adalah Hugo Munsterberg yang nama buah pikirannya tertuang dalam bukunya yang berjudul Psychology and Industrial Effeciency yang terbit pada tahun 1913.

Teori Organisasi Modern

Masih banyaknya kekurangan dan kelemahan yang dirasakan pada teori klasik dan neoklasik mendorong munculnya pemikiran teori organisasi modern.

Teori ini berkembang sekitar tahun 1950 an dan dikenal dengan nama “analisis sistem” atau “teori terbuka”.

Teori ini memandang organisasi sebagai satu kesatuan yang saling membutuhkan dan bergantung satu sama lain.

Pelopor teori organisasi modern adalah Herbert Simon, Katz dan juga Robert kahn sebagaimana tertuang dalam bukunya “the social psychology of organization” yang menjelaskan mengenai keunggulan sistem terbuka.

Ciri-ciri Organisasi

Diantara ciri-ciri sebuah organisasi adalah:

  • Adanya anggota organisasi, yakni 2 atau lebih orang yang secara sadar berada dalam sebuah organisasi untuk menjalankan organisasi tersebut sesuai dengan tujuan yang telah disepakati sebelumnya.
  • Adanya tujuan organisasi yang hendak dicapai bersama. Tujuan organisasi ini yang akan menentukan arah kegiatan organisasi tersebut.
  • Adanya saling kerjasama antar anggota organisasi sesuai dengan peran dan tugasnya masing-masing untuk mencapai tujuan yang telat ditentukan.
  • Adanya aturan yang dibuat untuk menjaga agar kerja organisasi bisa berjalan efektif dan efisien.
  • Adanya pembagian tugas kepada para anggotanya sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing.

Unsur-unsur Organisasi

Unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah organisasi adalah:

  • Anggota Organisasi

Anggota merupakan unsur utama sebuah organisasi yang terbagi menurut fungsi dan tingkatannya.

Biasanya unsur anggota ini ada unsur pimpinan atau administrator, para manajer sebagai pemimpin unit atau bagian tertentu, dan para anggota sebagai pekerja.

  • Kerjasama

Adanya kerjasama antar anggota organisasi akan memberi peluang lebih besar bagi tercapainya tujuan organisasi.

  • Tujuan organisasi

Tujuan organisasi adalah target atau arah yang hendak dicapai oleh sebuah organisasi.

Adanya tujuan yang jelas membuat kegiatan organisasi akan menjadi terarah dan fokus.

  • Lingkungan

Lingkungan disini maksudnya adalah kondisi ekonomi, sosial, budaya, dan teknologi yang bisa mendukung sebuah organisasi untuk mencapai tujuannya.

Unsur lingkungan ini terdiri atas kondisi atau situasi, tempat atau lokasi, dan wilayah operasional organisasi.

  • Peralatan

Yaitu sarana dan prasarana yang digunakan sebagai kelengkapan operasional sebuah organisasi baik berupa peralatan fisik maupun modal.

  • Komunikasi

Komunikasi yang baik antar anggota organisasi akan sangat berpengaruh bagi perkembangan organisasi dan kinerja anggota-anggota yang ada di dalamnya.

Dengan komunikasi yang baik, kerjasama akan berjalan optimal dan segala hambatan akan terselesaikan dengan baik.

Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah hierarki hubungan antar komponen atau bagian dalam sebuah organisasi yang menjalankan organisasi tersebut.

Struktur organisasi merupakan pemisahan kegiatan anggota organisasi berdasarkan peran, fungsi, dan tugasnya dalam organisasi tersebut.

Secara umum, struktur organisasi meliputi:

  • Struktur fungsional yang menjalankan kegiatan dan fungsi organisasi
  • Struktur usaha yang terkait dengan usaha pengembangan organisasi
  • Struktur matriks yang dibentuk untuk menjalankan beberapa tugas dalam sebuah organisasi
  • Struktur proyek yang dibentuk untuk mengerjakan sebuah tugas saja dan akan dibubarkan bila telah selesai
  • Struktur tim kerja yang dibuat pada saat-saat tertentu saja untuk menjalankan tugas yang mendadak atau tidak terduga.

Syarat Terbentuknya Organisasi

Diantara syarat pembentukan sebuah organisasi yaitu:

  • Mempunyai visi dan misi yang tertuang dalam AD/ART organisasi
  • Adanya aturan yang berlaku dalam sebuah organisasi
  • Profesionalisme dan intensif
  • Memiliki sumber daya
  • Adanya rencana kerja yang jelas.

Tujuan Organisasi

Beberapa yang menjadi tujuan dibentuknya sebuah organisasi adalah:

  • Sebagai solusi atas keterbatasan kemampuan dan sumber daya.
  • Sebagai tempat mencapai tujuan dengan selektif dan efisien karena dilakukan secara bersama-sama
  • Sebagai tempat untuk memperoleh jabatan dan spesialisasi kerja
  • Sebagai tempat untuk mencari keuntungan bersama-sama
  • Sebagai tempat untuk mengelola lingkungan bersama-sama
  • Sebagai tempat untuk mendapatkan penghargaan
  • Sebagai tempat untuk mendapatkan kekuasaan dan pengawasan
  • Sebagai tempat untuk menambah relasi dan memanfaatkan waktu.

Manfaat Organisasi

Beberapa manfaat terlibat dalam sebuah organisasi adalah:

  • Melatih kemampuan untuk bekerjasama dalam tim
  • Melatih jiwa kepemimpinan atau leadership
  • Memperluas pergaulan atau relasi
  • Menambah pengetahuan dan pengalaman
  • Melatih kemampuan public speaking
  • Membentuk karakter yang positif
  • Sarana untuk memanajemen waktu dan tugas dengan baik
  • Belajar untuk tahan terhadap tekanan dan target.

Bentuk-bentuk Organisasi

Berikut beberapa bentuk organisasi yang banyak ditemui yaitu:

1. Organisasi garis dan staf

Bentuk organisasi garis dan staf terdiri dari dua kelompok, yaitu:

  • Orang yang bertugas untuk melaksanakan tugas pokok organisasi untuk mencapai tujuan organisasi
  • Orang yang menjalankan pekerjaan sesuai bidang keahliannya

2. Organisasi garis

Merupakan bentuk organisasi yang paling sederhana dengan jumlah anggota yang sedikit. Organisasi ini terdiri dari:

  • Pimpinan tertinggi
  • Anggota lainnya yang menjalankan pekerjaan sesuai pembagian yang diberikan

3. Organisasi fungsional

Pembagian tugas kerja pada organisasi fungsional sudah diberikan oleh para petingginya, sehingga anggota yang ada di bawahnya tinggal menerima instruksi untuk dijalankan

4. Organisasi komite atau panitia

Yakni bentuk organisasi yang diberikan kekuasaan tertentu serta melakukan perundingan untuk memutuskan berbagai hal berkaitan dengan kegiatan yang akan dilakukan organisasi untuk mencapai tujuannya.

Jenis-jenis Organisasi

1. Berdasarkan Hubungan Personal

  • Organisasi formal, yaitu organisasi resmi dan memiliki badan hukum
  • Organisasi informal, yaitu organisasi yang terbentuk karena faktor pribadi seperti kesamaan minat, dan sebagainya.

2. Berdasarkan Jumlah Orang yang Menjadi Pimpinan

  • Organisasi tunggal dimana semua tugas berasal dari satu pimpinan
  • Organisasi komisi yang memiliki dewan-dewan untuk masing-masing bidang pekerjaan.

3. Berdasarkan Tujuannya

  • Organisasi sosial yang bersifat non-profit
  • Organisasi yang bersifat profit oriented atau mencari keuntungan.

4. Berdasarkan Kehidupan di Masyarakat

  • Organisasi kesehatan
  • Organisasi Pendidikan
  • Organisasi Pertanian dan jenis lainnya sesuai bidang yang ada di masyarakat.

5. Berdasarkan fungsi serta tujuan yang dilayani

  1. Organisasi politik
  2. Organisasi pemelihara seperti organisasi peduli lingkungan
  3. Organisasi produksi secara khusus sesuai tujuannya, misal: perusahaan makanan

6. Berdasarkan pihak yang menggunakan manfaat organisasi

  • Mutual benefit organization yang manfaat organisasi hanya dinikmati angotanya
  • Commonwealth organization yang manfaat organisasi bisa dinikmati masyarakat umum
  • Service organization yang manfaat organisasi hanya bisa dinikmati pelanggan khusus
  • bussiness yaitu organisasi yang manfaatnya bisa dinikmati oleh para konsumennya.

Contoh Organisasi

Contoh Organisasi Sosial

  • Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
  • Panti Asuhan
  • Relawan Bencana Alam
  • Lembaga Keagamaan, seperti MUI, PGI, dan sebagainya
  • Lembaga Bantuan Hukum
  • Karang Taruna.

Contoh Organisasi Ekonomi

  1. Koperasi Simpan Pinjam
  2. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia
  3. Bank
  4. Kumpulan berbagai jenis Perusahaan.

Contoh Organisasi Profesi

  • Ikatan Dokter Indonesia (IDI
  • Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)
  • Persatuan Insinyur Indonesia (PII)
  • Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Contoh Organisasi Politik

  1. Partai Politik
  2. Majelis Permusyawaratan Rakyat
  3. Dewan Perwakilan Rakyat.

fbWhatsappTwitterLinkedIn