Kimia

Bahan Tambang: Manfaat – Jenis dan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

“Tongkat kayu dan baru jadi tanaman”, begitulah tanah Indonesia disebut. Ini seolah ingin menegaskan bahwa bumi Indonesia sangat kaya dengan sumber daya alamnya, baik sumber daya yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui. Salah satu contoh sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah hasil tambang.

Indonesia adalah salah satu negara penghasil hasil tambang terbanyak di dunia. Survei pernah menyebutkan bahwa, Indonesia menempati posisi keenam penghasil bahan tambang tertinggi di dunia. Berikut akan kita bahas hal detail yang berhubungan dengan bahan tambang, khususnya di Indonesia.

Apa itu Bahan Tambang?

Bahan tambang adalah materi yang tertimbun di lapisan bumi bagian dalam yang terbentuk selama ribuan bahkan jutaan tahun. Untuk mendapatkan bahan tambang tersebut, dilakukan eksplorasi terlebih dahulu dan setelahnya dilakukan penggalian untuk mengangkatnya untuk kemudian diolah menjadi bahan bakar, perhiasan, bahan dasar konstruksi, dll. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), barang tambang adalah mineral. Arti lainnya adalah pelikan

Berikut beberapa definisi dari bahan tambang menurut para ahli:

  • Latest (1962)
    Bahan tambang adalah Sumber Daya Alam (SDA) yang tidak dapat diperbaharui, hal ini lantaran proses pembentukannya memerlukan waktu yang sangat lama.
  • Sukandarrumidi (1998)
    Bahan tambang adalah bahan baku galian yang digunakan perusahaan untuk keperntingan industri maupun produksi.
  • UU Tahun 1967 Pasal 1 No. 11
    Bahan tambang adalah unsur-unsur dalam kimia, baik itu mineral, biji-bijian dan segala sesuatu bahkan batuan mulia yang dihasilkan dari endapan alam.
  • Shineout (2017)
    Bahan tambang adalah Sumber Daya Alam (SDA) yang terbentuk dari pembusukan selama ribuan tahun.

Sejarah Penemuan Bahan Tambang

Kekayaan bahan tambang Indonesia menjadi salah satu faktor penarik penjajah datamg ke Indonesia selain mencari rempah-rempah. Sejarah pertambangan Indonesia sudah dimulai saat masa penjajahan Belanda di Indonesia. Pada tahun 1662, Belanda sudah mulai mengeksplor lokasi tambang emas Salido di Sumatera Barat tepatnya di Pulau Cingkuak dan tahun 1669 mulai melakukan penggalian emas disana.

Selanjutnya pada tahun 1717, kesultanan Palembang bekerja sama dengan VOC untuk melakukan penggalian dan penjualan hasil timah yang ada di Pulau Bangka. Selanjutnya pada tahun 1868, seorang ahli geologi Belanda, Wilem Hendrik de Greeve menemukan bahwa di daerah Ombiln Sawah Lunto Provinsi Sumatera Barat terdapat kandungan batu bara. Penggalian tambang batu bara di Ombilin dilakukan mulai tahun1874.

Eksplorasi selanjutnya dilakukan di Bengkulu pada tahun 1895-1896 di lokasi tambang emas lebong Denok. Pada tahun 1913, mulai beroperasi tambang lainnya di Sumatera Barat yaitu Tambang Manggani. Dan selanjutnya eksplorasi daerah tambang di Indonesia semakin meluas hingga ke bagian timur baik itu emas, tembaga, pasir, dll.

Karakteristik Bahan Tambang

Karakteristik bahan tambang dapat dibagi menjadi enam bagian, yaitu:

  • Bahan Tambang Magmatik, merupakan bahan tambang yang terbentuk karena adanya interaksi antar magma di lapisan bumi bagian dalam.
  • Bahan Tambang Permatit, merupakan bahan tambang yang terbentuk di dalam diatrema dan bentukan instrusi.
  • Bahan Tambang Hasil Endapan, merupakan bahan tambang yang terbentuk karena adanya proses pengendapan di genangan air.
  • Bahan Tambang Hasil Pengayakan Sekunder, merupakan bahan tambang yang terbentuk akibat adanya proses pelapukan batuan ataupun organisme jutaan tahun lalu.
  • Bahan Tambang Hasil Metamorfosis Kontak, merupakan bahan tambang yang terbentuk akibat adanya sentuhan magma.
  • Magma Tambang Hidrotermal, merupakan bahan tambang yang terbentuk karena adanya proses pembekuan magma.

Manfaat Bahan Tambang

Banyak manfaat yang dapat dihasilkan oleh bahan tambang bagi masyakat, industri dan produksi seperti:

  • Sebagai Bahan Bakar
    Era sekarang, hampir setiap keluarga mempunyai kendaraan untuk mempermudah kegiatan mereka dan tentunya bahan bakar sudah menjadi salah satu kebutuhan wajib. Bahan bakar merupakan hasil pengolahan bahan tambang minyak bumi.
  • Sebagai Pembangkit Listrik
    Listrik sangat berperan besar dalam kehidupan manusia. Tak hanya untuk rumah, tapi juga kegiatan industri, produksi daln lainnya. Salah satu manfaat bahan tambang batu bara adalah sebagai pembangkit listrik. Indonesia memiliki banyak daerah galian tambang batu bara.

Jenis Bahan Tambang

Berikut adalah beberapa jenis-jenis bahan tambang, yaitu:

  • Baru bara
    Dahulunya, batu bara digunakan sebagai bahan bakar kereta api. Selain sebagai bahan bakar, batu bara juga dapat digunakan sebagai pembangkit listrik, bahan bakar usaha kecil menengah, dan juga bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Proses pembentukan batu bara berasal dari pelapukan sisa-sisa tumbuhan zaman purbakala yang telah mengalami pengendapan selama berjuta tahun.
  • Emas
    Emas adalah salah satu jenis logam mulia yang harganya sangat mahal. Sekarang emas tak hanya dijadikan sebagai perhiasan tapi juga sebagai bentuk investasi seperti emas batangan. Indonesia mempunyai beberapa tambang emas yang tersebar di beberapa wilayah, dimana Tambang Emas PT. Freeport Indonesia yang berlokasi di Papua disebut-sebut sebagai tambang emas terbesar di dunia.
  • Platina
    Platina bersifat mudah ditempa, tidak mudah berkarat,dapat diregangkan dan juga susah untuk dicairkan. Platina terbentuk akibat konsentrasi magma pada batuan beku dan batuan basa. Platina menjadi salah satu bahan yang berguna di dunia kedokteran, perhiasan dan juga alat komunikasi.

Contoh Bahan Tambang yang Ada di Indonesia

Seperti disebutkan di awal, Indonesia adalah negara yang kaya akan hasil tambangnya. Ada banyak jenis bahan tambang yang terdapat di Indonesia, seperti:

  • Batu Bara
    Beberapa lokasi tambnag batu bara terkenal di Indonesia adalah: lokasi tambang batu bara di Indonesia terdapat di Sawah Lunto Sumatera Barat tetapi aktivitas pertambangan di Ombilin ini sudah tidak aktif lagi sejak tahun 2016, Tanjung Enim Sumatera Selatan, Kota Sorong Papua Barat, dan Kota Meulaboh Aceh Barat.
  • Minyak Bumi
    Daerah Riau merupakan salah satu daerah penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia dengan hasil sekitar 265.827 barrel per hari. Selain Riau juga ada Irian Jaya Barat dengan penghasilan 14.811 barrel per hari. Sumatera Selatan dan Jawa Timur berada di peringkat selanjutnya.
  • Bijih Besi
    Pulau Sumatera yang sebagian besar terletak di provinsi Sumatera Barat menjadi penyumbang terbesar penghasil bijih besi di Indonesia. Sedangkan di pulau Jawa kota Cilacap dan Tasikmalaya juga penghasil bahan bijih besi Indonesia. Di pulai Kalimantan, Kotabaru, Tanah Laut Tapin dan Tanah Bumbu juga ikut mengyumbangkan bijih besi untuk Indonesia.
  • Timah
    Lokasi penambangan timah dapat kita jumpai di Kepulauan Bangka Belitung, Bangkinang, Sungai Liat, Dabo, dan Muntok.
  • Emas
    Lokasi penambangan emas di Indonesia dapat kita jumpai di Pulau Papua tepatnya di lokasi tambang PT. Freeport Indonesia, Pulau Sumbawa, Martabe Sumatera Utara, Dompu Nusa Tenggara Barat, dan Gunung Pongkor Jawa Barat.
  • Nikel
    Lokasi penambangan nikel di Indonesia antara lain: Morowali Sulawesi Tengah, Kolaka Sulawesi Tenggara, Luwu Timur Sulawesi Selatan, Halmahera Timur, dan Pulau Gag Raja Ampat.

Kesimpulan Pembahasan

Bahan tambang merupakan contoh sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, sehingga harus dikontrol penggaliannnya dan digunakan untuk kepentingan masyarakat secara luas bukan hanya sebagian golongan saja. Jangan sampai kita yang sekarang masih kaya akan hasil tambang suatu saat harus mengimpornya dari negara lain karena sudah kehabisan sumber galian akibat pengerukan besar-besaran.

Terakhir, semua kekayaan di tanah ibu pertiwi ini haruslah anak bangsa yang menggarap dan memanfaatkan bukan warga negara lain. Tetap jaga kekayaan sumber daya sebagai warisan untuk anak cucu kita nanti dengan tidak membiarkan warga negara lain melakukan penggalian dan bahkan menjual aset pertambangan. Jangan sampai Indonesia hanya sebagai lokasi penggalian bahan tambang tapi hasil penjualan dinikmati oleh pihak lain bukan berdarah Indonesia.