Ekonomi

Barang Normal: Pengertian dan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Setelah membahas mengenai barang giffen, barang inferior, barang superior dan barang komplementer. Berikut ini akan kita bahas mengenai barang normal.

Pengertian Barang Normal

Dalam ilmu ekonomi, barang normal adalah semua barang yang permintaannya akan bertambah ketika pendapatan masyarakat bertambah (yang juga berarti bahwa barang tersebut memiliki elastisitas permintaan positif. Istilah normal tidak merujuk pada kualitas barang tersebut.

Menurut kurva indiferensi, jumlah permintaan suatu barang bisa bertambah, berkurang, atau tetap ketika pendapatan masyarakat bertambah. 

Digambarkan dalam diagram di bawah: barang Y adalah barang normal karena jumlah barang yang diminta meningkat dari Y1 ke Y2 seiring dengan kenaikan pendapatan (BC1 ke BC2).

Barang X adalah barang inferior karena jumlah barang yang diminta turun dari X1 ke X2 ketika pendapatan masyarakat bertambah.

Kurva indiferensi dalam mikro ekonomi adalah kurva yang menggambarkan hubungan antara dua bundel barang di mana konsumen mendapatkan kepuasan yang sama (indiferen) pada tiap-tiap titik kombinasi kuantitas (Q) kedua bundel tersebut.

Contoh Barang Normal

Berbagai barang kebutuhan sehari-hari, seperti sabun, teh, pakaian, kopi, adalah contoh produk normal.

Perlu diingat, apa yang dikategorikan sebagai “normal” tidak sama dengan orang lain. Itu tergantung pada tingkat penghasilan tiap orang.

Bagi individu atau penduduk miskin di negara-negara miskin, peningkatan pendapatan dapat menyebabkan konsumsi mie atau beras lebih tinggi. Keduanya berada dalam kategori produk normal.

Kemudian, ketika pendapatan mereka meningkat, permintaan mie dan beras turun.

Mereka membeli lebih banyak daging dan makanan laut sebagai bagian dari makanan sehari-hari.