Geografi

6 Dampak Hujan Asam bagi Lingkungan dan Penyebabnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sangat bergantung pada keberadaan air dengan salah satu sumbernya yang berasal dari air hujan. Hujan menjadi sumber air yang sangat penting apabila sumber air bersih bisa digunakan sebagaimana mestinya. Selain itu, air hujan juga sangat bermanfaat dalam berbagai kegiatan lahan pertanian, industri, hingga digunakan sebagai pembangkit untuk tenaga listrik.

Air hujan juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama, tapi terdapat air hujan yang patut diwaspadai keberadaannya karena dapat mengakibatkan kerusakan, misalnya yaitu hujan asam.

Alih-alih mendapatkan manfaatnya, justru air hujan asam akan mendatangkan banyak dampak negatif. Tak hanya mempengaruhi berbagai lingkungan hidup, fenomena hujan asam juga bisa berdampak pada kesehatan manusia, baik secara langsung maupun tidak. 

Apa itu Hujan Asam?

Hujan asam dapat mengancam berbagai kelangsungan hidup manusia, hewan, dan tumbuhan di permukaan Bumi karena hujan ini berbeda dengan hujan pada umumnya. Jenis hujan ini tidak bisa dijadikan sebagai sumber air, baik untuk pertanian, industri, maupun untuk pemenuhan berbagai kebutuhan sehari-hari.

Hujan asam adalah sebuah fenomena turunnya asam dari atmosfer ke permukaan bumi akibat adanya pencemaran udara yang sudah kelewat buruk dan fenomena ini tidak selalu terjadi dalam bentuk hujan air. Fenomena ini juga bisa terjadi dalam bentuk kabut, butiran es, dan salju yang mengandung asam yang disebut dengan deposisi basah.

Sementara itu, turunnya asam juga dalam bentuk debu, gas, atau berbagai partikel padat lainnya disebut dengan deposisi kering. Secara umum, hujan asam menggambarkan proses alami ketika semua material asam turun ke bumi, baik yang bersifat basah maupun kering yang mempunyai dampak terhadap lingkungan yang sangat besar.

Hujan ini bisa merusak ekosistem dan material yang tersentuh hujan asam dengan kandungan sulfur dan nitrogen oksida yang terbawa oleh udara lalu menyebar di atmosfer. Hujan ini bisa terjadi akibat dampak erupsi gunung, namun hanya sebagian kecil yang jarang terjadi dan penyebab terbesar terjadinya hujan asam karena adanya pembakaran bahan bakar fosil.

Penyebab Hujan Asam

Hujan asam merupakan sebuah hujan dengan pH rendah dan memiliki sifat asam yang korosif atau dapat mengikis partikel lain dan hujan ini biasa dikenal juga dengan hujan yang mengandung endapan asam.

Penyebab hujan asam yang paling sering terjadi adalah karena adanya pembakaran bahan bakar fosil, seperti pembakaran di pusat pembangkit listrik, kendaraan bermotor, atau berbagai hal lainnya yang juga dapat menyebabkan pemanasan global.

Dampak Hujan Asam

  • Tumbuhan Terancam Mati 

Pengikisan jaringan epidermis dapat mengakibatkan tumbuhan menjadi lebih mudah mengalami kekeringan dan juga rentan terserang berbagai macam hama penyakit dan serangga. Secara umum, air hujan asam akan mengubah pH tanah dan mengakibatkan aluminium meresap ke dalam tanah yang menghalangi mineral lain yang dibutuhkan tumbuhan.

Hal itu akan mengakibatkan berbagai tumbuhan kekurangan mineral dan air yang akhirnya akan mati apabila hujan asam terjadi secara terus-menerus.

Saat hujan turun ke permukaan bumi, air asam akan membasuh tumbuhan dan mempengaruhi tanah di sekitarnya yang dapat mengakibatkan lingkungan kekurangan mineral, kalsium, serta magnesium. Air asam yang menyentuh tumbuhan mengikis jaringan epidermis terutama di bagian kloroplas daun, sehingga fotosintesis tumbuhan tersebut akan terganggu.

  • Menghasilkan Kadar Asam Tinggi

Selain itu, dampak hujan asam juga terjadi imbas adanya pembuangan senyawa sulfur dioksida dan nitrogen oksida ke udara yang pada umumnya dihasilkan dari asap kendaraan bermotor dan penggunaan batu bara sebagai tenaga listrik.

Letusan gunung berapi juga ikut berperan terhadap terjadinya hujan asam yang akan terakumulasi serta bereaksi dengan molekul air di udara. Hal itu dapat menghasilkan hujan dengan kadar asam yang tinggi dan setiap tetesan air hujan pasti mengandung zat asam.

  • Hewan Terancam Mati 

Bukan hanya mengurangi kalsium, dampak hujan asam juga bisa meningkatkan kadar karbon dioksida dalam air yang akan membuat hewan tidak bisa bernapas dan pada akhirnya akan mati mengambang.

Selain itu, hujan asam juga berpengaruh terhadap keberlangsungan rantai makanan pada ekosistem air yang akan mengurangi makanan bagi pemakan rantai makanan lain.

Misalnya, seperti burung, ular, dan juga beruang yang bisa menyebabkan kelaparan berkepanjangan bagi hewan-hewan tersebut.

  • Hujan Asam Menyebabkan Berbagai Macam Penyakit

Dampak hujan asam juga dapat menyebabkan berbagai macam penyakit bagi makhluk hidup ketika hujan asam berhenti, partikel asam akan mengendap di lingkungan terdampak yang terhirup oleh manusia.

Partikel asam itu, masuk ke dalam paru-paru dan akhirnya menyebabkan berbagai macam gangguan pernapasan, seperti asma, bronkitis, emfisema, dan pneumonia.

Partikel yang tidak terhirup juga menyebabkan iritasi pada mata dan gangguan penglihatan yang amat berbahaya apabila terpapar dalam jumlah besar atau dalam jangka panjang.

  • Mengancam Keberlangsungan Industri 

Bukan hanya berdampak buruk bagi kesehatan, hujan asam juga bisa merugikan industri perikanan karena hujan asam menimbulkan kematian ikan dalam jumlah besar. Industri perkebunan juga turut dirugikan dengan terjadinya penurunan kualitas tanaman bahkan kematian secara besar-besaran. Hujan asam juga berdampak terhadap rusaknya ekosistem dan material yang tersentuh hujan tersebut. 

  • Merusak Material Bangunan

Ketika tetesan hujan asam menjadi satu dengan endapan asam kering, akan berdampak besar terhadap bangunan yang akan mengakibatkan permukaan bangunan tampak kotor. Selain itu, hujan asam mengandung asam sulfat dan asam nitrat yang dapat melarutkan besi, sehingga bangunan dan besi akan rusak karena terkena hujan asam.

Hujan asam bisa merusak benda dan infrastruktur yang terbuat dari batu kapur dan marmer yang membuatnya terkikis dan rusak bentuknya. Sulfur dan nitrogen oksida yang mengendap dapat berdampak buruk pada material logam, batu, bahkan cat yang dapat mengalami korosi dan menjadi berkarat.