5 Dampak Kurangnya Pendidikan Agama yang Perlu diketahui

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Modern ini, para remaja sedang menghadapi masa krisis yang tidak banyak disadari para orang tua. Selain pendidikan umum, seharusnya pendidikan agama juga harus diperhatikan.

Mau tidak mau, hal inilah yang harus di tanggulangi mulai dari sekarang. Pendidikan agama sangat vital, karena untuk membangun kepribadian yang beradab. Dan berikut ini adalah bentuk akibat dari kurangnya pendidikan agama.

1. Krisis Identitas

Penyebab kenakalan remaja secara internal yang pertama adalah krisis identitas. Krisis identitas ini tidak lain terjadi karena di umur remaja anak akan mengalami perasaan untuk mendapatkan pengakuan di lingkungannya, serta adanya identitas peran yang mulai dijalankan.

Biasanya ketika kedua hal ini tidak dapat dicapai oleh anak, maka terdapat kecenderungan anak untuk melakukan pelanggaran norma. Tindakan melanggar ini tentu saja mengarah pada kenakalan remaja.

Dalam hal ini, pendidikan agama yang komprehensif harus di lakukan baik dalam lingkungan keluarga, sekolah ataupun lingkungan sekitar.

2. Kontrol Diri yang Lemah

Akibat selanjutnya adalah anak kurang memiliki kontrol diri dalam membedakan mana tingkah laku yang benar dan yang salah.

Sehingga anak akan berpotensi melakukan tindakan melanggar norma atau perilaku buruk. Bahkan meskipun anak sudah dapat membedakan dua tingkah laku tersebut, tetap bisa melakukan kenakalan remaja ketika anak tidak dapat mengembangkan kontrol diri dengan baik.

3. Mudah Terpengaruh

Selanjutnya adalah mudah terombang ambing dalam pergaulan. Jika temannya berbuat negatif dia akan mudah terjerumus ke dalam lubang kemaksiatan.

Dan sebaliknya, jika temannya bersikap positif dia juga akan berbuat positif. Namun kebanyakan, pribadi yang kurang pendidikan agama cenderung menyukai hal-hal kesenangan duniawi dan tidak tertarik dengan hal-hal agamis.

4. Tidak sesuai pancasila yang ber-adab

Tidak bbisa dimungkiri, bahwa sekarang ini generasi muda jarang sekali yang memahami arti kata menghormati yang lebih tua. Berani menentang saat ada guru atau orang tua menasihati, bahkan cenderung tidak mengindahkan.

Hal ini juga bertentangan dengan pancasila, dan hal itu juga ada di dalam pendidikan beragama. Jadi Patut lah sudah untuk mengajarkan norma pendidikan agama kepada para generasi muda.

5. Mudah berputus-asa

Remaja sekarang mudah sekali menganggap remeh ajaran agama, padahal jika ajaran agama tersebut dipelajari, dipahami dan diterapkan pada keseharian, akan mempengaruhi kepercayaan diri dan tidak mudah berputus asa.

Remaja sekarang cenderung suka memilih jalan pintas dalam menghadapi suatu masalah di hidup.

fbWhatsappTwitterLinkedIn