Geografi

Dataran Pantai: Pengertian, Jenis dan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pantai adalah daerah di tepi laut yang banyak disukai dan sering dikunjungi oleh banyak orang. Pemandangan indahnya dengan sudut pandang luas dan deburan ombak menjadikan pantai selalu dirindukan. Pasirnya yang lembut memberikan sensasi tersendiri saat menyentuhnya. 

Pantai banyak dijadikan tempat wisata baik wisata pantainya, maupun wisata bawah lautnya. Karakteristik pantai yang berbeda-beda membuat masing-masing pantai memiliki daya tarik tersendiri. Sehingga orang banyak datang ke berbagai daerah hanya untuk menikmati pantainya.

Sebenarnya apakah dataran pantai itu?

Pengertian Dataran Pantai

Dataran pantai adalah sebuah daerah yang ketinggiannya dibawah 200 mdpl berbatasan langsung dengan laut dan permukaannya cenderung rata atau hampir sama. Dataran pantai berangin banyak karena menjadi tempat pertukaran antara angin darat dan angin laut. Ekosistem dan ekologi dataran pantai dipengaruhi oleh laut. Sebab, wilayahnya yang langsung bersentuhan dengan laut.

Jenis-Jenis Dataran Pantai

Jenis-jenis dataran pantai adalah sebagai berikut:

  1. Pantai Fyord, yaitu pantai berlekuk-lekuk yang menjoroknya jauh ke daratan terlihat seperti huruf U. Tepian pantainya dangkal namun berbatasan dengan laut dalam. Erosi gletser di zaman es merupakan penyebab terjadinya pantai Fyord. 
  2. Pantai Ria, merupakan pantai yang terbentuk akibat adanya air yang mengisi lembah. Tebing Pantai Ria tidak terlalu curam dengan lembah yang cukup dangkal dan muara yang lebih luas dibanding Pantai Fyord.
  3. Pantai Skeren, yaitu pantai yang memiliki tebing curam dengan teluk yang tidak terlalu memanjang ke tengah daratan. Terdapat pulau-pulau kecil di depan muaranya. 
  4. Pantai berbukit pasir, yaitu pantai yang pembentukannya diakibatkan oleh tiupan angin serta pasang surutnya air laut. Terdapat gundukan pasir disepanjang pantainya saat air laut surut. Pasir-pasir ini terbawa oleh hembusan angin air laut ketika pasang, lalu tertinggal di daratan. 
  5. Pantai Laguna atau pantai berdanau, yaitu pantai yang memiliki semacam danau atau disebut haff. Ini terjadi akibat terdapat gundukan pasir di muka pantainya, mengakibatkan air laut yang naik saat pasang tidak bisa mengalir kembali ke lautan. Air di danau Pantai Laguna biasanya merupakan air payau, yaitu percampuran air laut dan air tawar. 
  6. Pantai Liman, adalah pantai yang terbentuknya dikarenakan penurunan muara sungai. Biasanya akan terdapat teluk-teluk kecil di pantai seperti ini. 
  7. Pantai Estuarium, yaitu pantai yang terbentuknya dari penurunan muara sungai juga. Akan tetapi lebih lebar dibanding dengan Panta Liman.
  8. Pantai Delta, merupakan dataran yang terbentuk akibat terbawanya material-material ke muara sungai dan mengakibatkan terjadinya pengendapan
  9. Pantai Karang (Coral beach), merupakan pantai yang memiliki banyak batu karang di sepanjang pantainya. 
  10.  Pantai Mangrove, merupakan dataran pantai yang banyak ditumbuhi pohon-pohon atau hutan mangrove. 
  11. Pantai Bertebing atau Pantai Falase, adalah sebuah dataran pantai yang terjadi karena terdapatnya perusakan batuan di lembah gunung yang berbatasan langsung dengan laut. Sehingga membuat tebing curam di tepi pantainya. 

Proses Terbentuknya Dataran Pantai

Ada dua proses yang menyebabkan terbentuknya dataran pantai, yaitu:

  1. Penyusutan Air Laut

Menyusutnya air laut mengakibatkan lempengan benua yang awalnya berada di dasar laut menjadi muncul ke permukaan. Penyusutan air laut ini melalui proses ribuan tahun. Lempengan yang nampak ke permukaan kemudian membentuk sebuah daratan luas yang landai dan berada di tepi laut.

Di daerah Kansas Amerika Serikat ditemukan adanya fosil-fosil hewan laut purba pada dataran pantainya. Ini membuktikan bahwa daerah tersebut pada zaman dahulu adalah lautan.

  1. Endapan Sungai

Seluruh sumber air di muka bumi mengalir menuju muara dan kemudian menyatu di lautan. Selain air sungai yang mengalir menuju lautan hingga menggabungkan air tawar dan air asin, juga terdapat endapan berupa batuan maupun tanah serta sedimen lain yang terbawa.

Berbagai endapan yang terbawa ini menjadi terkumpul, bertumpuk, dan membentuk sebuah daratan yang landai di tepi laut. Setelah prosesnya berlanjut hingga ribuan tahun, maka terbentuklah dataran pantai.

Contoh-Contoh Dataran Pantai

Berikut merupakan contoh-contoh dataran pantai:

  1. Pantai yang banyak ditemukan di Eropa bagian utara merupakan salah satu contoh Pantai Fyord.
  2. Contoh dari Pantai Ria adalah pantai teluk Chesapeake yang ada di Amerika Serikat.
  3. Pantai Skeren banyak terdapat di pantai Finlandia juga pantai di Swedia.
  4. Pantai berbukit pasir bisa kita lihat di Indonesia, yaitu di pantai Parangtritis Yogyakarta. 
  5. Contoh pantai laguna bisa ditemukan pantai timur laut Jerman. Namun ada juga pantai laguna yang bisa dinikmati dan terdapat di , yakni pantai Samas Yogyakarta.
  6. Pantai Liman yang indah dengan teluk-teluk kecil di sekitarnya dapat disaksikan di pantai Pulau Semawu yang merupakan wilayah di provinsi Nusa Tenggara Timur.
  7. Pantai di daerah pantai timur sumatera merupakan contoh dari Pantai Estuarium.
  8. Di Sungai Mahakam terdapat sebuah daratan Delta yang merupakan contoh dari Pantai Delta yang ada di Indonesia.
  9. Contoh Pantai Karang terdapat di pantai karang Sulawesi Selatan.
  10.  Pantai Mangrove yang merupakan sebuah kawasan hutan bakau banyak dijadikan wilayah konservasi mangrove. Seperti pantai mangrove di Perbaungan Serdang Bedagai provinsi Daerah Istimewa Aceh.
  11.  Pantai Bertebing atau Falase yang memiliki daerah dataran pantai yang sempit akibat didominasi oleh tebing dan pegunungan ini contohnya ada di Pantai Selatan Pulau Jawa. Sebuah pantai yang sangat terkenal di Indonesia dengan keganasan ombaknya. Namun juga memiliki keindahan yang menarik wisatawan untuk datang.