Dolarisasi: Pengertian – Tujuan dan Jenisnya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Untuk dapat terhindar dari krisis moneter ataupun permasalahan perekonomian lainya. Sebuah negara harus menerapkan berbagai kebijakan yang tepat untuk mengatasi hal tersebut. Untuk menghindarkan kondisi perekonomian serta moneter negaranya dari defisit keuangan, banyak negara yang menerapkan sistem dolarisasi ini.

Kebijakan dolarisasi ini berasal dari istilah dolar. Seperti yang kita tahu bahwa dolar merupakan mata uang Amerika Serikat ang seringkali dijadikan patokan oleh banyak negara. Hal itu dikarenakan kondisi mata uang dolar relatif stabil dibandingkan dengan lainnya.

Mungkin banyak orang masih awam dengan istilah dolarisasi ini bukan? Berikut merupakan pemaparan mendetail mengenai dolarisasi ini.

Pengertian Dolarisasi

Kebijakan dolarisasi (dollarization) ini mengadopsi dari istilah mata uang yang dimiliki oleh Amerika Serikat. Dalam kebijakan ini, mata uang Amerika Serikat ini dijadikan sebagai mata yang dan juga satuan hitung oleh sebagian negara yang ada di dunia. Istilah dari kebijakan dolarisasi ini juga dapat diartikan secara luas lagi.

Salah satunya adalah dolarisasi juga merupakan proses pengadopsian mata uang asing yang dimiliki oleh suatu negara selain negara penerbit yang menerbitkan mata uang tersebut. Sehingga konteks dari dolarisasi ini tidak selalu melibatkan penggunaan dolar Amerika Serikat.

Namun, pada dasarnya dolar Amerika Serikat ini seringkali menjadi pilihan yang dijadikan sebagai patokan adopsi. Hal itu dikarenakan dolar AS telah menjadi benchmart di pasar internasional. Sehingga lebih banyak negara yang memilih jenis mata uang dolar dibandingkan dengan mata uang euro dan yen Jepang.

Sehingga tidak kaget, bahwa kebijakan yang berkenaan dengan pengadopsian mata uang asing ini disebut dengan istilah dolarisasi.

Tujuan Pengadopsian Dolarisasi

Adapun beberapa tujuan dari pengadopsian dolarisasi dalam sebuah negara.

  • Kebijakan dolarisasi ini ditetapkan sebagai suatu cara atau strategi yang tepat guna mengendalikan inflansi dan juga volatilitas suku bunga.
  • Menghindarkan kondisi perekonomian dan moneter suatu negara dari kondisi yan krisis.
  • Menjaga kestabilan dari kondisi perekonomian dan moneter suatu negara.
  • Meminimalisir timbulnya berbagai dampak yang dihasilkan dari kondisi hiperinflasi di suatu negara.
  • Mendukung dan memfasilitasi terjadinya perdagangan internasional antar negara.
  • Menghindari krisis moneter yang ada di suatu negara.

Proses Pengadopsian Dolarisasi

Berikut merupakan beberapa tahapan dari proses pengadopsian kebijakan dolarisasi ini.

  • Pada tahapan awal, pengadopsian dari kebijakan ini dapat terjadi ketika masyarakat mulai mengadopsi penggunaan mata uang asing sebagai unit penyimpan nilai, sehingga belum pada tahapan penggunaan mata uang asing sebagai alat transaksi.
  • Setelah itu baru, penggunaan atau pengadopsian dari mata uang dolar digunakan secara menyeluruh oleh semua lapisan masyarakat dalam segala bentuk interaksi perekonomiannya.
  • Tahapan selanjutnya adalah peresmian kebijakan dari dolarisasi. Pemerintah akan mengakui secara resmi penggunaan dari mata uang asing. Dan sudah digunakan secara resmi sebagai alat pembayaran dan penyimpanan nilai.

Jenis-jenis Dolarisasi

Berikut merupakan ketiga jenis dari penerapan kebijakan dolarisasi.

  • Dolarisasi tidak resmi (unofficial dollarization)
    Mata uang asing hanya digunakan sebagai satuan penyimpan nilai. Dan masih belum digunakan sebagai alat pembayaran atau fasilitas transaksi yang resmi secara hukum.
  • Dolarisasi semi resmi (semiofficial dollarization)
    Mata uang asing telah digunakan sebagai alat transaksi dan pembayaran yang sah.Namun, masih memainkan peran sekunder belum yang paling utama. Mata uang asing ini hanya dipergunakan untuk beberapa transaksi yang sifatnya spesifik saja. Sedangkan untuk interaksi yang erat kaitannya dengan proses jual beli sehari hari masih menggunakan mata uang domestik.
  • Dolarisasi Resmi (official dollarization)
    Mata uang asing ini telah digunakan sebagai alat pembayaran yang sah dan juga satuan hitung resmi. Sehingga penggunaan dari dolarisasi telah sepenuhnya berperan dalam transaksi jual beli sehari hari ataupun transaksi spesifik lainnya.

Kelebihan dan Kekurangan Dolarisasi

Adapun beberapa kelebihan serta kekurangan dari penerapan kebijakan dolarisasi.

Kelebihan Penerapan Dolarisasi

Berikut merupakan kelebihan dari penerapan dolarisasi.

  • Untuk menyelesaikan permasalahan perekonomian yang berhubungan dengan hiperinflasi.
  • Penerapan kebijakan dolarisasi secara resmi atau menyeluruh dapat membantu suatu negara untuk terhindar dari adanya krisis mata uang.
  • Mengurangi premi risiko yang dimiliki suatu negara.
  • Penerapan kebijakan dolarisasi ini memfasilitasi pertumbuhan perdagangan yang ada di suatu negara.
  • Pengadopsian kebijakan ini dapat membantu suatu negara untuk memanfaatkan skala ekonomi yang ada dalam suatu kebijakan moneter yang terkait.

Kekurangan Penerapan Dolarisasi

Berikut merupakan kekurangan dari penerapan kebijakan dolarisasi.

  • Mengeliminasi independensi yan ada dalam mengambil kebijakn moneter.
  • Saluran suku bunga yang telah ditetapkan dalam suatu negara tidak berjalan efektif.
  • Penerapan kebijakan dolarisasi ini tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kelayakan kredit yang ada dalam negara pengadopsi.
  • Otoritas moneter domestik tidak lagi menghasilkan pendapat seigniorage. Hal tersbeut dikarenakan mata uang domestik sudah tidak lagi dipergunakan.

Negara yang Menerapkan Dolarisasi

Negara yang telah menerapkan sistem kebijakan dolarisasi adalah Zimbabwe. Dimana dengan penerapan dolarisasi itu, negara Zimbabwe berharap dapat mengatasi semua permasalahan perekonomian dan kondisi moneter yang melanda negaranya.

fbWhatsappTwitterLinkedIn