Sosiologi

Empati: Pengertian – Manfaat dan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sebagai makhluk sosial, setiap manusia dalam hidupnya akan melakukan interaksi sosial. Syarat dari interaksi sosial sendiri ada dua, yaitu adanya kontak sosial dan komunikasi.

Sementara itu ada juga beberapa faktor yang mendasari sebuah interaksi sosial yang diantaranya adalah empati.

Pengertian Empati

Pengertian Secara Umum

Frasa empati diambil dari bahasa Yunani “Phatos” yang artinya perasaan mendalam. Secara umum, empati adalah kemampuan seseorang dalam memahami kondisi  psikologis atau mental dan emosional orang lain.

Pengertian Menurut KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa empati adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.

Pengertian Menurut Para Ahli

Adapun definisi empati menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:

  • Zoll dan Enz (2012) mengatakan bahwa empati dapat diartikan sebagai kemampuan dan kecenderungan seseorang  untuk memahami apa yang orang lain pikirkan dan rasakan pada situasi tertentu.
  • Mead dalam Eisenberg (2000) menyatakan bahwa empati merupakan kapasitas mengambil peran orang lain dan mengadopsi perspektif orang lain dihubungkan dengan diri sendiri.
  • Rogers (1959) mengatakan bahwa empati berguna untuk memahami kerangka internal orang lain dengan akurat, dan dengan komponen dan arti yang melekat, seolah-olah menjadi orang lain tanpa meniadakan “kondisi seandainya” (Eisenberg, 2000).

Ciri-ciri Empati

Seseorang yang memiliki empati dalam dirinya biasanya ditandai dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Adanya rasa kepedulian yang tinggi terhadap kondisi orang lain
  • Perhatian dan ikut memikirkan keadaan orang lain
  • Selalu berusaha membantu orang lain
  • Biasanya merupakan sosok yang sering menjadi tempat curhat
  • Pendengar yang baik
  • Mudah terbawa emosi sedih dengan hal-hal buruk, seperti peristiwa bencana alam dan semisalnya

Manfaat Empati

Perasaan empati dalam diri seseorang memiliki banyak manfaat positif,baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain, diantaranya:

  • Mudah membangun hubungan atau interaksi sosial dengan orang lain
  • Empati menciptakan kepedulian sosial dan saling tolong menolong antar manusia
  • Bagi diri sendiri, empati akan membantu dalam mengatur atau mengendalikan emosi
  • Rasa empati kepada orang lain memupuk persaudaraan yang merupakan pondasi bagi kerukunan dalam masyarakat.
  • Empati menjauhkan dari sikap egois dan individualis

Contoh Sikap Empati

Beberapa contoh sikap empati antara lain:

  • Ketika ada teman yang gagal dalam ujian kemudian muncul perasaan sedih dalam diri seakan-akan dirinya juga gagal dalam ujian dan berusaha menghibur dan membantu teman tersebut agar lebih baik di ujian berikutnya
  • Merasa iba dan berduka saat melihat atau mendengar terjadinya bencana di suatu wilayah dan berusaha membantu dengan menjadi relawan atau memberikan sumbangan.

Perbedaan Empati dan Simpati

Secara garis besar berikut adalah beberapa perbedaan mendasar antara perasaan simpati dengan empati:

  • Empati adalah perasaan seakan-akan ikut mengalami dan terlibat dengan apa yang dialami orang lain atau merasa berada di posisi orang lain, sedangkan simpati adalah perasaan peduli terhadap kondisi orang lain.
  • Perasaan empati sifatnya lebih mendalam jika dibanding dengan simpati
  • Empati merupakan wujud kemampuan seseorang dalam memahami perasaan dan keadaan orang lain. Adapun simpati bisa dikatakan sebagai bentuk respon atau dukungan atas apa yang dialami seseorang tanpa melibatkan perasaan yang mendalam.
  • Empati pada umumnya melibatkan aspek kognitif dan afektif seseorang yang diwujudkan dengan turut mencari penyelesaian atau jalan keluar dari masalah orang lain. Sedangkan simpati sifatnya lebih spontan dan tidak disertai tindakan lain.