Kewirausahaan

3 Faktor Penyebab Munculnya Kompetitor Usaha yang Perlu diketahui

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sudah menjadi suatu permasalahan yang umum apabila dalam sebuah usaha, suatu perusahaan memiliki kompetitor atau yang bisa disebut pesaing. Hal tersebut terjadi karena semakin lama, tak bisa dipungkiri akan semakin banyak pula jumlah perusahaan yang berkembang dengan brand yang baru.

Entah berkembang ataupun baru muncul dengan menjual produk yang hampir sama dengan perusahaan lainnya, atau malah produknya merupakan produk sejenis. Hal ini tentunya akan semakin memacu munculnya persaingan dari pihak perusahaan satu dengan perusahaan lainnya.

Apabila suatu perusahaan tidak bisa bertahan dari pengembangan dan inovasi terhadap produk lainnya yang ada, tentunya kemungkinan terburuk yang akan menimpa tersebut tidak bisa dielakkan lagi adanya.

Adapun beberapa hal yang menjadi faktor utama munculnya persaingan antara perusahaan satu dengan perusahaan lainnya. Berikut merupakan pemaparan mengenai faktor penyebab terjadinya persaingan usaha yang perlu diketahui.

1. Pemilihan Lokasi yang Salah

Tentunya dalam membuka sebuah usaha, tempat usaha menjadi sebuah hal yang tak bisa dipisahkan kaitannya. Tempat yang akan digunakan untuk memulai usaha ini bisa dibilang memiliki peranan yang cukup besar, sudah menjadi anggapan umum jika semakin strategi lokasi usaha yang dipilih akan semakin maju pula usaha yang didirikan.

Oleh karenanya tak jarang para pengusaha, lebih memilih untuk melakukan riset terlebih dahulu untuk lokasi perusahaannya sehingga nantinya bisa lebih mempertimbangkan mana wilayah strategis yang dirasa bisa membawa keuntungan untuk perusahaan bukan malah sebaliknya.

Dan apabila yang terjadi sebaliknya, dalam kata lain pihak perusahaan salah dalam memilih lokasi, kemungkinan untuk munculnya kompetitor yang memiliki produk sejenis pun semakin tinggi.

Tidak sampai disitu, kemungkinan untuk ide atas produk perusahaan itu sangat mungkin untuk ditiru dan dikembangkan kembali, diperjualbelikan di tempat yang dirasa lebih strategis dan tepat dibandingkan dengan lokasi dari pemilik ide asli dari produk tersebut.

2. Produk Tidak Sesuai Ekspektasi Konsumen

Selain itu, pihak perusahaan tentunya telah merancang berbagai hal yang berkaitan dengan proses pra produksi, produksi, bahkan pasca produksi. Dimana pihak perusahaan telah mengupayakan semuanya untuk kepentingan produknya bisa diterima baik oleh konsumen, baik dari segi keuntungan produk, fitur yang dimiliki oleh produk, kualitas yang ditawarkan dan lain sebagainya.

Menjadi hal yang tidak mungkin sebenarnya, jika realisasi dari proses produksi produk tersebut menghasilkan jenis produk yang tidak sesuai. Tapi masih bisa dimungkinkan, jika produk yang nantinya sudah dianggap sesuai dengan rencana dan dipasarkan ke konsumen nyatanya tidak bersesuaian dengan ekspektasi konsumen itu sudah berbeda.

Sehingga nantinya, ide atas produk tersebut pun bisa dicuri oleh pihak lainnya dan turut dikembangkan kembali, diolah dan dimodifikasi sedemikian rupa disesuaikan kembali dengan beberapa feedback yang didapatkan dari respon konsumen terkait produk tersebut.

Yang secara tidak langsung bisa dikatakan menciptakan peluang bagi kompetitor kompetitor lainnya untuk muncul dan membuat produk sejenis yang lebih diminati oleh konsumen.

3. Salah Ambil Langkah

Selain dua point di atas, faktor lain yang bisa menyebabkan kompetitor dari perusahaan lainnya muncul adalah adanya penerapan strategi yang salah. Baik itu strategi yang berkaitan dengan strategi marketing, strategi pemasaran, strategi pendistribusian dan lain sebagainya.

Oleh karenanya perihal penetapan dari strategi marketing, dan strategi strategi lainnya yang berkaitan dengan kepentingan perusahaan sangat memerlukan perhatian dan riset yang khusus.

Menghindari adanya kesalahan langkah atau kesalahan penetapan strategi yang nantinya akan berdampak langsung pada perusahaan, dan keberadaaan kompetitor lainnya.