Sosiologi

4 Faktor Penyebab Stratifikasi Sosial di Masyarakat

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pernakah melihat perlakuan pelayan toko yang berbeda karena perbedaan pakaian, orang satu mewah dan orang lainnya sederhana? Sesekali pernah tentunya, pada kasus ini dinamakan dengan stratifikasi sosial. Sudah tahu dengan pengertian stratifikasi sosial?

Stratifikasi sosial adalah kondisi yang menunjukkan sebuah pengelompokan diantara masyarakat dengan dasar status sosialnya, seperti kalangan atas dan kalangan bawah. Bagaimana dengan karakteristik dari stratifikasi status sosial? Karakteristik dari stratifikasi adalah universal.

Dalam kehidupan masyarakat, stratifikasi sangat dibutuhkan untuk saat ini. Hal ini digunakan untuk penyeimbangan hak serta kewajiban. Dalam penjelasan Astrid S. Susanto menjelaskan bahwa stratifikasi terbentuk karena pembagian kerja.

Apakah itu benar? Ada beberapa ciri-ciri yang menunjukkan bahwa hal tersebut merupakan faktor penyebab adanya stratifikasi sosial.

Inilah faktor-faktor terjadinya stratifikasi sosial di masyarakat, di antaranya sebagai berikut:

Kekuasaan

Kekuasaan adalah komponen maupun unsur yang melekat pada sistem lapisan masyarakat, hal ini tentu ada di Indonesia. Adanya sistem lapisan masyarakat menciptkan dua hal yang berbeda yaitu stratifikasi sosial tertutup dan terbuka.

Apa itu stratifikasi sosial tertutup dan terbuka? Perbedaannya dimana? Jadi, stratifikasi sosial terbuka adalah kebebasan bagi masyarakat dalam melakukan perpindahan lapisan, turun maupun naik.

Sedangkan, stratifikasi sosial tertutup adalah masyarakat yang tidak memiliki kemampan berpindah pada suatu lapisan. Sudah terlihat jelas perbedaannya dan cara untuk mengatasi ini yakni kelahiran.

Dapat disimpulkan bahwasannya kekuasaan mampu menciptakan stratifikasi sosial, masyarakat yang memiliki kekuasaan tinggi dapat berada di lapisan paling atas maupun paling bawah. Namun, masyarakat yang tidak mempunyai kekuasaan hanya bisa berada pada lapisan tetap.

Dalam permasalahan ini, ada salah satu cara untuk mendapatkan kesetaraan diantaranya yaitu menciptakan kondisi legal dalam berpolitik dan bersosial. Dengan adanya kondisi legal, semua masyarakat mampu menikmati kehidupan dengan setara, tidak ada lagi yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah.

Kekayaan

Kekayaaan adalah keberlimpahan seseorang dalam memenuhi seluruh hal atau kebalikan kata kemiskinan. Kondisi ini menjadi salah satu faktor penyebab stratifikasi sosial di kalangan masyarakat, dihargai atau tidak dihargai.

Bagaimana bisa dihargai atau tidal dihargai? Hal ini disesuaikan dengan kekayaan, baik berupa uang, tanah, rumah, dan kendaraan yang dimiliki.

Apabila kekayaan tergolong dalam kategori tinggi, maka masyarakat akan cakap untuk menghargai. Namun, berbanding terbalik jika kekayaan dibawah rata-rata, maka tidak ada yang namanya dihargai.

Hal ini yang menimbulkan kedudukan seseorang berada di lapisan teratas atau lapisan terbawah. Dasar yang cukup menciptakan stratifikasi sosial pada kalangan masyarakat.

Contoh bentuk stratifikasi sosial karena faktor kekayaan adalah perbedaan lingkup pertemanan, biasanya remaja yang terlahir dikalangan atas akan berteman dengan kalangan atas, hal ini juga terjadi pada remaja yang dilahirkan dari kalangan bawah.

Hal ini sudah tidak mengheranan lagi, namun tidak semua wilayah terdapat stratifikasi sosial karena faktor kekayaan.

Kehormatan

Setiap insan manusia memiliki rasa atau keinginan untuk dihargai. Namun, kemunculan stratifikasi sosial merubah segalanya, stratifikasi yang lahir dari tingkat kehormatan.

Saat ini, terdapat stratifikasi yang merujuk pada lapisan masyarakat, lapisan tingkat atas, lapisan menengah, dan lapisan tingkat bawah. Maka dari itu, kehormatan mampu memposisikan manusia ke dalam lapisan manapun, disesuaikan dengan keadaan yang sesuai fakta.

Masalah kehormatan ini, tidak ada patokan dari seberapa banyak kekayaan maupun kekuasaan. Melihat bahwasannya kekayaan berkaitan dengan gaya hidup dan kekuasaan yang berarti seperti jabatan.

Maksud yang ada di sini adalah ketika orang tersebut banyak disegani oleh orang lain dan mendapatkan berbagai macam penghargaan, terjadilah stratifikasi sosial dan orang ini mendapatkan posisi teratas.

Namun ada juga yang berkaitan dengan kondisi tradisional, kehormata ini ditandai dengan ketua adat, pendahulu, maupun pemimpin suatu adat.

Ilmu Pengetahuan

Faktor yang menjadi penyebab adanya stratifikasi sosial adalah ilmu pengetahuan, bukan lagi berkaitan dengan kekayaan maupun kekuasaan.

Masyarakat yang mampu bersekolah hingga jenjang tertinggi seperti S1, maka anggapan orang-orang disekitar merujuk pada orang-orang lapisan atas. Bahkan, apabila masyarakat tersebut sekolah di sekolah-sekolah ternama maka terlihat sekali di lapisan atas.

Sebenarnya, stratifikasi sosial yang satu ini tidak memandang dari seberapa pintar orang yang bersekolah tinggi. Melainkan fokus masyarakat terhadap ilmu pengetahuan terletak pada gelarnya, entah itu Profesor atau Sarjana. Maka dari itu, hal ini sudah tidak mengherankan lagi.

Pada kondisi seperti ini, sangat terlihat jelas bahwasannya hal ini kurang etis. Masyarakat seharusnya memandang usaha orang untuk mendapatkan gelar tersebut.

Saat ini sudah tahu bukan dengan kondisi stratifikasi sosial? Daripada mengambil sisi negatif dari adanya stratifikasi sosial, sebelumnya sudah tahu dengan fungsi adanya stratifikasi sosial?

Fungsi stratifikasi sosial adalah mempermudah masyarakat untuk menjalankan tugasnya masing-masing, mempermudah pemberian reward, dan mempermudah perolehan sebuah kedudukan tanpa reward.

Inilah keadaan stratifikasi sosial yang ditemuui. Perkembangan stratifikasi sosial saat ini berlangsung begitu pesat.

Apalagi, stratifikasi sosial terbuka yang mana sistem ini dapat memposisikan masyarakat untuk maju dan mundur. Namun, berbanding terbalik jika stratifikasi tertutup, masyarakat hanya bisa memposisikan diri di satu tempat; bawah, menengah, dan atas.