Kewirausahaan

2 Faktor yang Mempengaruhi Work Engagement Beserta Penjelasannya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Semua orang tentunya menginginkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang mereka miliki. Hal ini akan membuat mereka terasa dimudahkan, karena memang sesuai dengan keterampilan dan pengetahuan yang mereka pelajari selama ini. Namun, tidak hanya itu saja dengan kesesuaian pengetahuan, keterampilan dan bidang pekerjaan yang didapatkan pula bisa membuat karyawan atau pekerja tersebut bekerja secara maksimal.

Dalam kata lain hasil pekerjaan yang dikerjakan bisa dibilang sangat maksimal, peningkatan dari kinerja setiap masanya selalu meningkat tajam dan yang paling penting adalah karyawan memiliki dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaannya tersebut. Dedikasi yang tertanam dalam diri pekerja tersebut timbul karena kesenangan ataupun rasa bangga yang muncul terhadap bidang kerja yang sedang digeluti tersebut.

Hal itulah yang seringkali disebut dengan work engagement, yang mana secara umum bisa diartikan sebagai suatu sikap atau tindakan dari individu pekerja untuk senatiasa menjalankan pekerjaannya tersebut dengan maksimal sebagai bentuk dedikasinya dalam bekerja.

Hal itu tidak hanya bisa dilihat dari peningkatan kerja yang senantiasa ada setiap waktunya, tapi juga semangat dari setiap pekerja untuk selalu ingin belajar dan mengenal banyak hal baru. Lalu apa sih sebenarnya, faktor yang mempengaruhi work engagement ini?

Berikut merupakan pemaparan mengenai faktor yang mempengaruhi work engagement yang perlu diketahui.

1. Job Resource (Sumber Daya Pekerjaan)

Faktor pertama yang bisa mempengaruhi work engagement adalah work resource. Yang mana seperti yang kita tahu bahwa sumber daya dari sebuah pekerjaan terdiri atas beberapa aspek, seperti aspek sosial, aspek fisik, psikologis dan lain sebagainya. Untuk bisa meningkatkan kinerja dari sebuah perusahaan, tentunya semua aspek tersebut harus bisa berjalan dengan beriringan dan berkembang bersamaan tanpa adanya timpang dalam satu sisinya saja.

Oleh karenanya, untuk bisa mencapai tujuan dari perusahaan tersebut yang lebih tepatnya untuk meningkatkan kinerja dari perusahaan, dan memaksimalkan potensi perusahaan yang sudah ada sebisa mungkin perusahaan akan menstimulasi atau memberikan dorongan untuk setiap pekerjanya bisa melakukan pekerjaannya semaksimal mungkin.

Lebih tepatnya sih mendedikasikan keterampilan dan keahlian yang dimiliki untuk bisa membangun dan mengembangkan perusahaan secara bersama sama. Bisa dibilang tujuan dan motivasi dari perusahaan itulah yang berpengaruh pada segi psikologi bagi para pekerjanya, para pekerja menjadi lebih  bersemangat dalam mengemban tanggung jawabnya.

Dalam kata lain, dorongan yang ada lebih menciptakan komitmen kerja yang tinggi. Job resource sendiri memiliki tiga tingkatan atau tiga level jika bisa dibilang.

Seperti level organisasi yang lebih berkaitan dengan kesesusaian fasilitas fisik yang telah disediakan, level interpersonal yang lebih condong pada kebutuhan komunikasi dan hubungan antar sesame rekan kerja, dan level tugas yang mengacu pada keikutsertaan atau partisipasi dari pekerja dalam pengambilan keputusan.

2. Personal Resource (Sumber Daya Pribadi)

Selain yang dipengaruhi oleh perusahaan, adapun beberapa faktor yang dipengaruhi oleh faktor internal yang sumbernya berasal dari dalam diri itu sendiri, yaitu personal resource. Hal tersebut tentunya sesuai dengan namanya, yaitu personal. Yang mana semua sikap serta tindakan positif yang berkaitan dengan peningkatan kinerja dari setiap pekerja itu nyatanya tidak hanya berasal dari dorongan yang asalnya dari luar.

Melainkan bisa bersumber dari motivasi diri sendiri yang mungkin bisa berasal dari hasil evaluasi diri yang berkaitan dengan tingkat pengendalian dan peningkatan kualitas diri dalm melaksanakan pekerjaan. Karena bisa dibilang, semakin tinggi tingkat personal resource dari seseorang hal itu akan berpengaruh terhadap timbulnya sisi positif dalam diri seseorang. Hal ini lebih ditekankan pada motivasi yang berasal dari diri sendiri.