Geografi

10 Gunung di Danau Toba

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Danau Toba adalah salah satu ciri khas dari Pulau Sumatra dan letaknya pun persis di tengah-tengah pulau ini. Danau ini merupakan kaldera hasil letusan Gunung Toba puluhan ribu tahun lalu di mana dua buah setengah kubah kebangkitan juga timbul (masyarakat menyebutnya Pulau Samosir dan Blok Uluan).

Danau yang ada di Sumatra Utara dan terbentang dari 2.88°N 98.52°E sampai 2.35°N 99.1°E walau merupakan kaldera berisikan air, tepat di wilayah ini terdapat tiga gunung yang perlu diketahui. Satu adalah gunung berapi yang sudah lama ada dan bahkan diketahui membentuk Danau Toba. Dua lainnya adalah perbukitan yang disebut “gunung”.

1. Gunung Toba

Gunung Toba merupakan gunung berapi yang ada di Danau Toba, provinsi Sumatra Utara. Namun sebenarnya, Gunung Toba sendiri kini juga dikenal sebagai Danau Toba itu sendiri dengan lokasi tepatnya berada di dalam Bukit Barisan.

Danau Toba sendiri adalah kaldera yang terbentuk oleh letusan Gunung Toba sejak 74.000 tahun lalu. Karena terdapat air di dalam kaldera yang luas dan besar ini, maka kaldera tersebut disebut danau. Ditemukan pertama kali oleh van Bemmelen, yakni seorang geolog asal Belanda, Gunung Toba memiliki ketebalan kerak 24-40 kilometer.

Walau menemukan kaldera yang mirip danau, van Bemmelen menetapkan bahwa Toba merupakan gunung berapi melihat dari ukuran danau 100 x 30 kilometer (panjang x lebar) di mana terdapat batu apung di sekitarnya sebagai hasil dari letusan gunung puluhan ribu tahun lalu.

Gunung Toba pun hingga sekarang dikenal sebagai gunung supervulkan (gunung berapi raksasa/super) karena letusan yang paling hebat dalam sejarah letusan gunung api. Tidak hanya itu, Indonesia hanya memiliki satu supervulkan dan itu adalah Gunung Toba yang wilayahnya dilalui Zona Sesar Besar Sumatra.

Walau letusan telah terjadi berpuluh-puluh ribu tahun lalu, jejak letusan Gunung Toba (disebut sebagai letusan Pleistosen) masih nampak jelas, seperti pembentukan depresi (disebut Tuf Toba). Depresi ini terisi lebih dari setengah oleh air yang kini dinamakan Danau Toba yang dalamnya 530 meter dan ketinggian 900 mdpl.

Penelitian mengenai magma Gunung Toba pun menunjukkan bahwa akumulasi laju mininum adalah 4,2 kilometer kubik per milenium sejak gunung ini meletus terakhir kali. Terdapat juga ~50.000 kilometer kubik volume volatil magma yang berpotensi diletuskan di bagian kantung magma dari gunung yang hampir mengakibatkan kepunahan manusia karena kedahsyatan letusannya.

Besaran volume volatil magma tersebut merupakan hasil dari magma yang tersubduksi dan dari penumpukan sedalam ~150 kilometer di bawah kerak benua Pulau Sumatra. Gunung Toba bahkan pada masanya sempat menjadi penyebab masalah iklim yang sangat serius di mana dampaknya dirasakan oleh banyak wilayah di dunia akibat letusan raksasanya.

2. Gunung Dolok Tolong

Gunung Dolok Tolong juga merupakan gunung yang berada di Danau Toba, namun juga bukan sepenuhnya gunung. Berada di Kabupaten Toba Samosir, Dolok Tolong merupakan sebuah area perbukitan namun disebut dengan “gunung” alih-alih “bukit”.

Jalur menuju perbukitan ini begitu berkelok-kelok namun sudah ada rute beraspal yang lebar untuk para pendaki bisa menuju bagian puncaknya. Gunung Dolok Tolong memiliki puncak yang tingginya 1.624 mdpl, beriklim hutan hujan tropis, dan lokasinya adalah 6-7 kilometer dari barat kota Balige, Sumatra Utara.

Dari puncak perbukitan ini, penampakan Danau Toba akan sangat jelas dan di bagian puncak bukit akan terlihat bahwa tanaman kurang terawat ditandai dengan banyaknya rerumputan dan ilalang meskipun jalur menuju ke sana cukup lancar.

Gunung Dolok Tolong yang juga menawarkan hawa sejuk atau adem ini di sisi baratnya terdapat penampakan sawah luas di Kecamatan Tampahanyang serta jalan lintas Sumatra. Sementara itu di sisi tenggara Gunung yang terletak di 2° 40′ 47″ Lintang Utara dan 98° 53′ 13″ Bujur Timur ini ada dataran tinggi Sibodiala.

Gunung yang tepatnya berada di Desa Gurgur Aek Raja ini tidak jauh dari lokasi Makam Raja Marinus Simanjuntak di sisi utaranya. Sementara itu, di arah barat Gunung Dolok Tolong terdapat Desa Meat serta Pantai Meat yang dikenal sebagai kawasan wisata.

3. Gunung Pusuk Buhit

Gunung Pusuk Buhit merupakan sebuah gunung yang terletak di pinggir barat Danau Toba dan masih berada di wilayah Pulau Samosir. Gunung yang juga berada tak jauh dari Tugu Oppu Bokkot Raja Sitanggang Upar ini masih menjadi bagian dari wilayah Desa Pardugul, Kecamatan Pangururan.

Gunung Pusuk Buhit dikenal sebagai daerah sakral sebagaimana masyarakat Batak yang telah menyakralkannya berkaitan mitologi warganya. Gunung yang berada di sisi timur dari perbukitan Sianggo Ihurna ini terdiri dari bebatuan berukuran besar-besar yang hingga kini belum diketahui bagaimana proses pembentukannya.

Gunung Pusuk Buhit pun merupakan sebuah perbukitan yang alih-alih disebut “bukit” justru disebut “gunung”. Ketinggian perbukitan ini adalah 1.972 mdpl (meter di atas permukaan laut) dan berada di Kabupaten Samosir.

Nama Pusuk Buhit sendiri memiliki arti “puncak bukit” dan menjadi wilayah sakral karena dipercaya sebagai tempat “kelahiran” suku Batak. Di sisi barat daya dari Gunung Pusuk Buhit dapat dijumpai Pengrajin Ulos Samosir.

4. Gunung Dolok Sipalihutu

Berada cukup dekat dengan Gunung Dolok Tolong, Gunung Dolok Sipalihutu terdapat di area selatan Danau Toba. Terletak pada 2° 19′ 46″ Lintang Utara dan 99° 0′ 28″ Bujur Timur, gunung ini dekat dengan Desa Meat dan Bukit Doa (di sisi barat dayanya).

Oleh karena itu, Gunung Dolok Sipalihutu juga masih berada dalam wilayah Desa Meat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba. Terbuka bagi siapapun untuk melakukan pendakian, jalur atau medan menuju puncaknya tidak semulus yang diperkirakan.

Ketinggian gunung ini mencapai 1.235 meter di atas permukaan laut dengan iklim hutan hujan tropis. Dan meski merupakan wilayah asri sehingga lingkungannya ramah untuk perkemahan, Gunung Dolok Sipalihutu terkenal dengan area pemakamannya.

5. Gunung Dolok Batumardinding

Gunung di dekat Danau Toba lainnya adalah Gunung Dolok Batumardinding berupa perbukitan yang menawarkan suasana segar dan sejuk ala pegunungan. Gunung yang berada pada 2° 35′ 27″ Lintang Utara dan 99° 0′ 48″ Bujur Timur ini berada tak jauh di sisi timur dari Pantai La Repa.

Gunung Dolok Batumardinding bisa dijumpai di Desa Sionggang Utara, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba. Beriklim hutan hujan tropis dan berketinggian kurang lebih 1.338 meter di atas permukaan laut, gunung menjulang ini banyak dikunjungi oleh wisatawan yang membutuhkan kenyamanan dan ketenangan.

6. Gunung Dolok Simarhambing

Gunung Dolok Simarhambing dengan ketinggiannya yang mencapai 1.752 meter di atas permukaan laut terletak di Desa Girsang, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun. Di sisi barat laut dari gunung ini terdapat Air Terjun Halambingan dan Ekowisata Harangan Girsang Paradise.

Berada pada 2° 38′ 36″ Lintang Utara dan 99° 0′ 29″ Bujur Timur, Gunung Dolok Simarhambing terbuka untuk jalur pendakian yang bisa memakan waktu sekitar 1 jam. Beriklim hutan hujan tropis, gunung ini berada di sisi selatan cukup jauh dari Air Terjun 5 Tingkat Pondok Buluh.

7. Gunung Dolok Surungan

Gunung Dolok Surungan yang berada di sisi timur tak jauh dari Air Terjun Gulangan, berlokasi di Desa Sibuntuon, Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Toba. Gunung ini terletak pada 2° 28′ 0″ Lintang Utara dan 99° 22′ 0″ Bujur Timur dengan iklim hutan hujan tropis.

Memiliki luas wilayah 23.800 hektar, Gunung Dolok Surungan terbuka bagi para pelancong. Namun karena warga setempat terkadang mengadakan upacara adat atau ritual agama yang dipeluk mereka (agama Parmalim), jalur pendakian akan dialihkan agar tidak mengganggu jalannya acara.

8. Gunung Dolok Sipiso-piso

Gunung Dolok Sipiso-piso bertitik koordinat pada 2° 55′ 33″ Lintang Utara dan 98° 32′ 4″ Bujur Timur dengan iklim hutan hujan tropis. Salah satu keunggulan dari kawasan yang terbuka untuk wisatawan ini adalah Air Terjun Sipiso-pisonya.

Setinggi 1.900 meter di atas permukaan laut dengan di sisi selatannya terdapat Sabana Bukit Gundul, Gunung Dolok Sipiso-piso terbuka bagi siapa saja yang ingin mengunjungi puncaknya. Jalurnya tergolong baik dan lancar karena minibus dapat melewatinya dengan baik dengan waktu tempuh sekitar 40 menit rata-rata.

Terletak di Desa Naga Mariah, Kecamatan Pamatang Silima Huta, Kabupaten Simalungun, Gunung Dolok Sipiso-piso berada di sisi utara tak jauh dari Taman Bunga, Sapo Juma dan Juma Pohon Hoppoan yang merupakan kawasan taman penuh bunga.

9. Gunung Dolok Pinapan

Gunung Dolok Pinapan ada di Desa Parnapa, Kecamatan Onan Ganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan yang terletak di sisi utara tak jauh dari kawasan pendakian Battoan Panatapan. Tak jauh dari gunung ini di sisi barat terdapat pula Air Terjun Sijojr.

Gunung Dolok Pinapan dengan ketinggian mencapai 2.037 meter di atas permukaan laut ini beriklim hutan hujan tropis. Titik koordinat dari gunung yang ada di sisi selatan dari Danau Marsait ini ada pada 2° 11′ 42″ Lintang Utara dan 98° 35′ 49″ Bujur Timur.

Walau terbuka untuk pendakian dan kunjungan dari para pelancong, medannya tidak semudah itu. Jalur tergolong sulit dan berpotensi bahaya apabila tidak profesional dan tidak berpengalaman, sekalipun usai mencapai puncak pengunjung bisa melihat kawasan persawahan.

10. Gunung Dolok Simanukmanuk

Dolok Simanukmanuk yang letak tepatnya ada di Desa Tomuan Holbung, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan. Gunung setinggi 2.130 meter di atas permukaan laut ini beriklim hutan hujan tropis.

Titik koordinat dari Gunung Dolok Simanukmanuk adalah pada 2° 34′ 32″ Lintang Utara dan 99° 6′ 33″ Bujur Timur. Tak jauh di sisi barat daya gunung yang diyakini penuh hal magis dan misteri ini akan terlihat Tugu Pomparan Op Lusi Butarbutar.