8 Jenis Adverbia Berdasarkan Perilaku Semantik Beserta Contohnya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Adverbia menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan kata yang memberikan keterangan pada verba, adjektiva, nomina predikatif, atau kalimat, misalnya sangat, lebih, tidak. Secara sederhana, adverbia dapat diartikan sebagai kata yang digunakan untuk menjelaskan nomina, verba, adjektiva, adverbia lain dan bisa juga menjelaskan frasa nomina.

Adverbia, berdasarkan perilaku semantisnya, dibedakan menjadi delapan jenis, yaitu (1) adverbia kualitatif, (2) adverbia kuantitatif, (3) adverbia limitatif, (4) adverbia frekuentatif, (5) adverbia kewaktuan, (6) adverbiakecaraan, (7) adverbia kontrastif, dan (8) adverbia keniscayaan. Perhatikan penjelasan berikut ini!

1. Adverbia Kualitatif

Adverbia kualitatif merupakan adverbia yang menunjukkan makna yang berhubungan dengan tingkat, derajat, atau mutu sesuatu. Kata yang termasuk adverbia jenis ini menggambarkan makna yang berhubungan dengan kualitas sesuatu. Adverbia jenis ini antara lain: paling, sangat, kurang, dan lebih. Contohnya:

  • Saya paling suka pelajaran matematika.
  • Dia paling suka makan telur dengan kecap.
  • Adik saya sangat suka berenang.
  • Kulitnya sangat bersih dan sehat.
  • Soal-soal kali ini lebih sulit daripada soal semester kemarin.
  • Penampilannya kali ini kurang memuaskan.

2. Adverbia Kuantitatif

Adverbia kuantitatif merupakan adverbia yang menunjukkan makna yang berhubungan dengan jumlah. Adverbia jenis ini menggambarkan makna yang berhubungan dengan kuantitas sesuatu. Kata yang termasuk adverbia jenis ini antara lain: banyak, sedikit, cukup, dan kira-kira. Contohnya:

  • Perawatan kali ini banyak mengeluarkan biaya.
  • Dia banyak mendengar tentangmu dari saudaramu itu.
  • Acaranya diikuti sedikit orang saja.
  • Wajahnya sedikit membengkak karena menangis semalaman.
  • Perjalanan ke sana kira-kira membutuhkan waktu tiga jam.
  • Kalau kira-kira dia membutuhkan bantuan, kami siap membantu kapan pun.
  • Bunganya cukup cantik untuk dijadikan hiasan.
  • Tulisanmu cukup rapi dan mudah dibaca.

3. Adverbia Limitatif

Adverbia limitatif merupakan adverbia yang menunjukkan makna yang berhubungan dengan pembatasan terhadap sesuatu. Adverbia jenis ini menggambarkan makna yang berhubungan dengan batas. Kata yang termasuk adverbia limitatif antara lain: hanya, saja, dan sekadar. Contohnya:

  • Kami hanya membawa beberapa makanan saja.
  • Kami hanya bertemu, tidak sempat bercerita banyak.
  • Kami di rumah saja seharian ini.
  • Baju ini hanya untuk contoh saja, bukan untuk dijual.
  • Kami sekadar mencoba untuk lebih produktif di liburan kali ini.

4. Adverbia Frekuentatif

Adverbia frekuentatif merupakan adverbia yang menunjukkan makna yang berhubungan dengan tingkat kekerapan (frekuensi) terjadinya sesuatu yang diterangkan. Adverbia jenis ini menerangkan makna yang berhubungan dengan tingkat keseringan suatu perbuatan. Kata yang tergolong adverbia frekuentatif antara lain: selalu, sering, jarang, dan kadangkadang. Contohnya:

  • Kami sekeluarga selalu sarapan bersama.
  • Ibu selalu mengajak adik kalau berbelanja di pasar.
  • Mereka sering berlibur bersama.
  • Anda sudah terlalu sering melakukan kesalahan.
  • Akhir-akhir ini aku jarang bertemu dengannya.
  • Kadang-kadang ibu datang mengunjungiku di sini.

5. Adverbia Kewaktuan

Adverbia kewaktuan adalah adverbia yang menunjukkan makna yang berhubungan dengan saat atau waktu terjadinya peristiwa yang diterangkan. Adverbia jenis ini menerangkan makna keterangan waktu. Adapun kata yang termasuk jenis adverbia kewaktuan, antara lain: baru dan segera.

  • Kakak baru pulang dari sekolah.
  • Ibu baru membuat makan siang untuk kami.
  • Kami akan segera pindah dari rumah ini.
  • Setelah mendengar ibunya memanggil, dia segera berlari pulang.
  • Setelah mendengar berita itu, dia segera menelepon ibunya.

6. Adverbia Kecaraan

Adverbia kecaraan menrupakan adverbia yang menunjukkan makna yang berhubungan dengan bagaimana suatu peristiwa yang diterangkan terjadi. Adverbia ini digunakan untuk menambah keterangan cara dari kata yang diterangkan. Adapun kata yang termasuk adverbia kecaraan antara lain: secepatnya, diam-diam, dan pelanpelan. Contohnya:

  • Kami membantunya secara diam-diam karena dia tidak ingin bantuan kami.
  • Kami akan menyelesaikan tugas ini secepatnya.
  • Kalian harus secepatnya pergi dari sini.
  • Pelan-pelan ibu menjelaskan cara membuat kue kering kepada kami.
  • Diam-diam dia menyiapkan pesta ulang tahun untuk sahabatnya itu.

7. Adverbia Kontrastif

Adverbia kontrastif merupakan adverbia yang menunjukkan pertentangan dengan makna kata atau hal yang dinyatakan sebelumnya. Adverbia ini digunakan untuk menunjukkan adanya pertentangan makna. Kata yang termasuk adverbia kontrastif antara lain: bahkan, malahan, justru. Contohnya:

  • Saya belum pernah bertemu dengannya, bahkan wajahnya seperti apa saja saya tidak tahu.
  • Bukannya menolong, dia malahan mentertawakan temannya yang jatuh.
  • Bukan dia yang menabrak paman, justru dia yang menolong dan membawa paman ke rumah sakit tersekat.

8. Adverbia Keniscayaan

Adverbia keniscayaan merupakan adverbia yang menunjukkan makna yang berhubungan dengan kepastian terjadinya sesuatu. Kata yang termasuk adverbia keniscayaan antara lain: niscaya, pasti dan tentu. Contohnya:

  • Kalau kau terus berusaha dan berdoa, niscaya Tuhan pasti akan mengabulkannya.
  • Kami pasti akan segera menyelesaikan permasalahan tersebut.
  • Dia pasti segera menghubungi ibumu kalau sudah tiba di rumah.
  • Kami tentu akan mengajakmu menjenguk Rina dirumah sakit minggu depan.
fbWhatsappTwitterLinkedIn