7 Jenis Chipset HP Terbaik

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Dalam dunia teknologi modern, chipset merupakan salah satu elemen kunci dalam perangkat keras (hardware) yang sering kali terabaikan namun memiliki peran yang sangat penting.

Jenis-jenis chipset yang ada menentukan kemampuan dan fungsionalitas dari berbagai perangkat elektronik, mulai dari komputer hingga smartphone.

Dengan perkembangan pesat dalam industri semikonduktor, kita melihat beragam jenis chipset dengan performa dan fitur yang semakin canggih.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa jenis chipset yang dominan di pasaran saat ini, serta bagaimana mereka memengaruhi kinerja dan pengalaman pengguna dalam berbagai perangkat elektronik.

1. Apple A17 Pro

Apple A17 Pro

Apple A17 Pro adalah nama dari SoC yang digunakan pada iPhone 15 Pro dan iPhone 15 Pro Max, menggantikan nama sebelumnya, Apple A16 Bionic.

SoC ini diproduksi menggunakan fabrikasi 3 nm oleh TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company), membuatnya menjadi SoC pertama di dunia dengan teknologi fabrikasi tersebut.

Apple mengklaim peningkatan signifikan dalam pengalaman bermain game, dengan kemampuan grafis yang ditingkatkan sebesar 20% dibanding pendahulunya, Apple A16 Bionic.

Selain itu, terdapat peningkatan 10% dalam kemampuan CPU, peningkatan 2x dalam pemrosesan AI melalui neural engine, dan peningkatan 4x dalam kemampuan ray tracing.

Konfigurasi inti CPU tetap sama dengan pendahulunya, dengan dua inti performa dan empat inti efisiensi.

Meskipun Apple tidak mengungkapkan kecepatan clock CPU, terdapat laporan dari situs CPU Monkey yang menyebutkan bahwa inti performa bekerja pada 3,7 GHz dan inti efisiensi pada 2,2 GHz.

Penambahan satu core GPU membuat total core GPU menjadi enam, dengan kecepatan clock 0,7 GHz.

SoC ini juga mengalami peningkatan dalam pengolahan ray tracing, yang sekarang dilakukan secara hardware.

Skor benchmark sintetis menunjukkan kemampuan yang impresif, dengan skor GeekBench 6 mencapai 2788 poin untuk single core dan 6845 poin untuk multi-core.

2. Snapdragon 8 Gen 3

Snapdragon 8 Gen 3

Qualcomm merilis Snapdragon 8 Gen 3 pada kuartal keempat 2023, dan iQOO 12 menjadi HP pertama di Indonesia yang menggunakan SoC ini.

Snapdragon 8 Gen 3 membawa peningkatan dalam performa dan efisiensi dibanding pendahulunya, dengan konfigurasi CPU 1+5+2.

Peningkatan performa CPU sebesar 30% dan efisiensi sebesar 20%, sementara GPU mengalami peningkatan performa sebesar 25% dan efisiensi sebesar 25%.

Meskipun masih menggunakan fabrikasi 4 nm TSMC, SoC ini menawarkan fitur-fitur mutakhir seperti dukungan ray tracing, akselerasi codec AV1 secara hardware, WiFi 7, dan Bluetooth 5.4.

Dukungan refresh rate hingga 240 Hz membuatnya ideal untuk mobile gaming dengan frame rate hingga 240 FPS.

Snapdragon 8 Gen 3 mencatatkan skor benchmark yang mengesankan, dengan skor singlecore 2277 dan multicore 6953 di GeekBench 6, serta skor AnTuTu 2.107.464 di AnTuTu 10 dan 1.574.344 di AnTuTu 9.

3. Dimensity 9300

Dimensity 9300

MediaTek memperkenalkan Dimensity 9300 pada kuartal keempat 2023, dengan vivo X100 Pro menjadi HP pertama yang menggunakannya.

SoC ini menawarkan konfigurasi CPU yang menarik, dengan menghilangkan inti efisiensi dan memfokuskan pada inti performa, yaitu 4 inti super Cortex X4 dan 4 inti performa Cortex A720.

GPU 12 inti Immortalis-G720 MC12 mendukung peningkatan kemampuan grafis yang signifikan. Meskipun mungkin diragukan karena tidak memiliki inti efisiensi.

MediaTek mengklaim peningkatan efisiensi CPU sebesar 33% dan kenaikan performa sebesar 40%, serta peningkatan GPU sebesar 46% dengan efisiensi 40%.

Dimensity 9300 mencatat skor benchmark yang baik, dengan skor singlecore 2192 dan multicore 7343 di GeekBench 6, serta skor AnTuTu 2.104.997.

4. Apple A16 Bionic

Apple A16 Bionic

Apple A16 Bionic adalah penerus dari Apple A15 Bionic, yang digunakan dalam iPhone 14 Pro dan iPhone 14 Pro Max.

Chipset ini menawarkan peningkatan dalam kemampuan pemrosesan data dan grafis dibanding pendahulunya.

Dibangun dengan proses fabrikasi TSMC 4 nm, Apple A16 Bionic memiliki enam core CPU dengan dua core performa “Everest” dan empat core efisiensi “Sawtooth”.

Peningkatan performa signifikan terjadi dalam pengolahan grafis dan kecerdasan buatan. Skor benchmark menunjukkan kinerja yang cepat, dengan skor Geekbench 2.502 untuk single-core dan 6.298 untuk multi-core.

5. Dimensity 9200+

Dimensity 9200+

MediaTek menghadirkan Dimensity 9200+ sebagai upgrade dari Dimensity 9200, dengan peningkatan kemampuan CPU dan GPU sebesar 10%.

SoC ini tetap menggunakan konstruksi yang sama dengan Dimensity 9200, dengan konfigurasi CPU 1+3+4 dan fabrikasi 4 nm oleh TSMC.

Peningkatan clock speed menyebabkan peningkatan kinerja secara keseluruhan, dengan skor AnTuTu mencapai 1,3 jutaan dan skor 3DMark Wild Life Performance mencapai 12 ribuan.

6. Snapdragon 8 Gen 2

Snapdragon 8 Gen 2

Qualcomm memperkenalkan Snapdragon 8 Gen 2 sebagai penerus dari Snapdragon 8 Gen 1, dengan peningkatan signifikan dalam performa dan efisiensi.

Konfigurasi CPU yang agak unik menghasilkan peningkatan dalam penanganan aplikasi berat. GPU Adreno 740 mendukung akselerasi ray tracing dan codec AV1 secara hardware.

Peningkatan performa CPU sebesar 35% dan efisiensi sebesar 40%, serta peningkatan performa GPU sebesar 25% dengan efisiensi 45%.

Skor benchmark beragam tergantung pada tipe HP, dengan skor AnTuTu berkisar antara 1,2 juta hingga 1,3 jutaan, dan skor Geekbench di atas 1400 untuk single-core dan di atas 4900 untuk multi-core.

7. Dimensity 9200

Dimensity 9200

MediaTek meluncurkan Dimensity 9200 dengan peningkatan kemampuan komputasi dan grafis dibanding pendahulunya, Dimensity 9000.

Konfigurasi CPU 1+3+4 dan GPU baru Immortalis-G715 mendukung peningkatan performa yang signifikan.

SoC ini juga menawarkan fitur-fitur mutakhir seperti dukungan RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.0, serta konektivitas WiFi 7 dan Bluetooth 5.3. Skor benchmark menunjukkan kinerja yang baik, dengan skor AnTuTu di atas

Fungsi Chipset

Chipset adalah sebuah komponen penting dalam desain sebuah motherboard. Ini adalah sebuah kumpulan sirkuit terpadu yang mengelola aliran data antara CPU, memori, perangkat input/output (I/O), dan komponen lainnya dalam sebuah sistem komputer. Fungsi chipset dapat diuraikan dalam beberapa poin sebagai berikut:

1. Koordinasi Komunikasi

Chipset bertanggung jawab untuk mengoordinasikan aliran data antara berbagai komponen dalam komputer. Ini termasuk mengatur transfer data antara CPU (Pemroses Tunggal atau Pemroses Multi Tunggal) dan memori sistem (RAM).

Serta memfasilitasi komunikasi antara CPU dan perangkat I/O seperti kartu grafis, kartu suara, dan perangkat penyimpanan.

2. Manajemen Memori

Chipset mengatur aliran data antara CPU dan RAM. Ini termasuk mengatur waktu akses, transfer data, dan mengoptimalkan kinerja memori sistem.

Beberapa chipset juga mendukung teknologi memori seperti Dual Channel atau Quad Channel untuk meningkatkan throughput data.

3. Kontrol I/O

Chipset mengelola berbagai perangkat I/O yang terhubung ke motherboard seperti port USB, port SATA untuk perangkat penyimpanan, port Ethernet untuk koneksi jaringan, dan port lainnya. Ini melibatkan pengaturan transfer data, manajemen daya, dan koordinasi antara perangkat I/O dan CPU.

4. Pengaturan Bus Sistem

Chipset menangani sinyal bus sistem yang menghubungkan komponen internal seperti CPU, memori, dan kartu ekspansi dengan motherboard.

Ini termasuk menentukan kecepatan bus, pengaturan mode operasi (misalnya, PCIe 3.0 atau PCIe 4.0), dan kompatibilitas antar komponen.

5. Dukungan untuk Teknologi Tertentu

Beberapa chipset memiliki fitur-fitur khusus atau dukungan untuk teknologi tertentu. Contohnya, beberapa chipset dapat menyertakan dukungan untuk overclocking.

Fitur RAID untuk pengelolaan penyimpanan yang lebih canggih, atau dukungan untuk koneksi nirkabel seperti Wi-Fi atau Bluetooth.

6. Keamanan dan Manajemen Daya

Chipset juga dapat memiliki fungsi keamanan seperti enkripsi data atau perlindungan hardware terhadap serangan perangkat lunak berbahaya.

Selain itu, mereka juga bertanggung jawab untuk mengelola konsumsi daya sistem, memastikan bahwa daya yang digunakan sesuai dengan kebutuhan sistem.

7. Interaksi dengan CPU

Chipset berfungsi sebagai perantara antara CPU dan perangkat keras lainnya di sistem. Ini termasuk menghubungkan CPU ke berbagai komponen seperti memori, kartu grafis, dan perangkat penyimpanan.

Selain itu, chipset juga dapat mempengaruhi kinerja CPU dengan cara seperti mengatur kecepatan bus dan mengoptimalkan akses memori.

8. Integrasi Periferal

Chipset sering kali memiliki peran dalam integrasi periferal tertentu ke dalam motherboard. Ini bisa termasuk koneksi langsung ke port USB, port LAN, dan lainnya. Dengan demikian, chipset memungkinkan motherboard untuk mendukung berbagai periferal yang digunakan oleh pengguna.

Dengan demikian, fungsi chipset sangatlah penting dalam kinerja dan fungsionalitas sistem komputer modern. Mereka menyediakan pengaturan yang efisien dan koordinasi antara berbagai komponen, sehingga memastikan kinerja yang optimal dan kompatibilitas antar komponen.

fbWhatsappTwitterLinkedIn