Jenis-jenis Burung Cendrawasih dan Karakteristiknya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Burung Cendrawasih adalah burung yang berhabitat di hutan-hutan yang berada di daerah dataran rendah. Burung ini biasa dijumpai di Papua dan Maluku. Burung yang terkenal dengan keindahannya ini ternyata mempunyai beberapa jenis lho. Simak jenis-jenis burung cendrawasih berikut ini.

1. Cendrawasih Botak (Cicinnurus Respublica)

Cendrawasih botak mempunyai nama lain  yaitu cendrawasih wilson. Burung ini merupakan burung endemik Raja Ampat. Kamu hanya bisa menjumpai burung cendrawasih botak di hutan dataran rendah di Pulau Batanta dan Pulau Waigeo.

Burung ini memiliki warna bulu yang cerah dan indah serta suara kicauannya sangat merdu. Bulunya berwarna merah dan hitam sedangkan bagian tengkuknya berwarna kuning dan bagian paruhnya berwarna hijau cerah. Kaki burung cendrawasih botak memiliki warna biru dengan dua helai bulu ekornya melingkar berwarna ungu.

2. Burung Cendrawasih Parotia (Parotia Sefilata)

Burung cendrawasih parotia hanya bisa ditemukan di dua tempat yaitu hutan pegunungan Vogelkop dan Semenanjung Wandamen, Papua Barat. Burung ini memang tidak memiliki bulu yang panjang menjuntai namun burung ini memiliki warna yang eksotis. Burung ini antara jantan dan betina memiliki warna yang berbeda atau disebut dengan dimorfik.

Cendrawasih Parotia jantan memiliki warna  hitam dengan struktural perisai dan warna hijau emas, bulu berwarna perak dengan bentuk segitiga di bagian mahkotanya. Pada bagian tubuhnya terdapat bulu berwarna hitam yang lebih panjang tiga helai bulu panjang di bagian matanya.

Sedangkan betina burung ini memiliki bulu dengan warna coklat namun tidak memiliki bulu panjang yang menghiasi dadanya. Ketika musim kawin tiba pejantan akan melakukan tarian layaknya balerina. Selama tarian tersebut berlangsung, bulu hitam di dadanya akan memanjang serta mereka akan menggelengkan kepala dan lehernya dengan cepat.  

3. Cendrawasih Kuning Besar (Paradisaea Apoda)

Burung cendrawasih kuning besar dapat ditemui di daerah perbukitan di Papua bagian barat daya dan juga di Pulau Aru. Burung ini tergolong besar karena mampu mencapai panjang tubuh 43 cm ketika dewasa.

Cendrawasih kuning besar jantan memiliki bulu berwarna coklat marun bergaris dengan mahkota berwarna kuning. Pejang juga dihiasi dengan bulu-bulu panggul yang besar dan berwarna kuning serta ekor kawat yang menjuntai panjang.

Sementara itu betina memiliki warna bulu yang sama dengan pejantan hanya saja tidak bergaris. Pada bagian tenggorokan burung ini memiliki warna hijau zamrud dan terdapat bantalan dada yang berwarna coklat kehitaman.

Seperti jenis cendrawasih lainnya, ketika musim kawin pejantan akan melakukan tarian untuk memikat betina. Pejantan akan menggoyang-goyangkan sambil bersiul-siul. Burung ini merupakan pemakan biji-bijian dan serangga kecil.

4. Cendrawasih Astrapia Arfak (Astrapia Nigra)

Burung ini adalah burung endemik Papua Barat tepatnya di pegunungan Arfak. Selain itu burung ini juga dapat ditemukan di sub alpin pada ketinggian 1700-2200 mdpl. Burung ini tergolong burung yang berukuran besar sebab panjangnya mampu mencapai ukuran 76 cm. Warna bulu mereka sangat beragam mulai dari ungu, hijau, hingga perunggu.

Burung astrapia memiliki paruh pendek serta ekornya tumpul. Ekor burung cendrawasih astrapia arfak jantan lurus dan panjang dan berwarna ungu yang berkilau. Pada bagian dada pejantan terdapat bulu-bulu berwarna hitam sedangkan pada bagian kepalanya memiliki warna yang kompleks.

Semantara itu bagian tengkuk hingga tanjungnya memiliki kuning kehijauan. Warna sayap burung ini sama seperti ekornya yaitu berwarna ungu kemilau. Sedangkan betina memiliki warna bulu coklat kehitaman dan lebih pucat pada bagian perutnya. Ukuran betina juga lebih kecil yaitu hanya 50 cm saja.

5 Burung Cendrawasih Merah (Paradisaea Rubra)

Burung cendrawasih merah tergolong berukuran sedang yaitu 33 cm. Burung ini salah satu burung cendrawasih yang paling banyak memiliki peminat. Burung pejantan memiliki warna kuning dan juga coklat dengan hiasan bulu-bulu berwarna merah darah. Pada bagian ujung perut, bulunya berwarna putih sedangkan paruhnya berwarna kuning.

Pada bagian wajah, bulu-bulunya berwarna hijau zamrud pekat dan terdapat dua buah tali panjang berbentuk pilin ganda yang berwarna hitam pada bagian ekornya. Sedangkan pada betina, wajahnya berwarna coklat pekat serta tidak memiliki hiasan-hiasan pada bulunya.

Pejantan akan menarik perhatian betina dengan cara menari dengan memamerkan bulu hiasnya. Makanan mereka adalah buah-buahan serta serangga kecil.

6. Cendrawasih Panji (Pteridophora Alberti)

Burung cendrawasih jenis ini memiliki julukan The King Saxony Bird of Paradise. Burung ini hidup di hutan-hutan berlumut dan juga tepian hutan pegunungan tinggi dengan ketinggian 1200 hingga 2850 mdpl. Ukuran burung kicau ini tergolong kecil yaitu hanya 22 cm saja.

Burung cendrawasih panji jantan dapat diketahui dari warna bulunya yang lebih cerah. Bulu mantel serta bulu punggungnya berwarna hitam dan membentuk tudung. Iris mata burung ini berwarna coklat tua. Bagian kaki burung berwarna abu-abu kecoklatan dan bagian paruh berwarna hitam. Namun bagian dalam mulutnya berwarna hijau laut.

Sedangkan betina cendrawasih panji memiliki warna bulu abu-abu kecoklatan dengan corak garis dan bintik gelap. Ukuran betina cenderung lebih kecil serta tidak memiliki mantel atau bulu kawat yang menghiasi tubuhnya.

Pada saat musim kawin, pejantan akan menegakkan bulu-bulu kawat bersisik yang memiliki warna biru langit dan berkilau. Bulu tersebut bisa digerakkan ke segala penjuru arah.

7. Cendrawasih Bidadari Halmahera (Semioptera Wallacii)

Burung cendrawasih bidadari halmahera adalah satu-satunya cendrawasih yang berasal dari genus Semioptera. Burung ini pertama kali ditemukan pada tahun 1858 di Pulau Bacan oleh Alfred Russel Wallace.

 Burung memiliki panjang tubuh 28 cm ini merupakan burung endemik Kepulauan Maluku atau Pulau Halmahera.  Keindahan mereka dilengkapi dengan dua perisai bulu berwarna hijau metalik pada bagian dada dan pada punggungnya dihiasi empat helai selendang berwarna putih.  

Burung pejantan memiliki bulu berwarna ungu pucat dengan bagian dadanya dilapisi oleh bulu pelindung berwarna hijau zamrud.

Keunikan dari burung ini adalah terdapat dua buah bulu panjang berwarna putih yang keluar dan menekuk dari sayapnya. Sedangkan betinanya memiliki ukuran tubuh lebih kecil dan warna lebih pucat. Namun ekor betina berukuran lebih panjang.

Ketika musim kawin tiba para pejantan akan menari di udara dengan mengembangkan bulu pelindung dadanya dan bulu putih di punggungnya akan berkibar.

fbWhatsappTwitterLinkedIn