Bahasa Indonesia

Kalimat Majemuk Bertingkat : Pengertian – Ciri – Jenis dan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Kalimat majemuk bertingkat merupakan salah satu bagian dari Kalimat Majemuk dan jenisnya yang mana salah satu unsur klausanya berfungsi sebagai induk kalimat, sedangkan klausa lainnya berfungsi sebagai anak kalimat atau pelengkap saja.

Bagian dari kalimat atau klausa induk biasanya memang merupakan kalimat sempurna yang dapat berdiri sendiri dan tidak mengalami perubahan ketika dijadikan kalimat majemuk.

Sementara klausa lainnya akan menjadi pelengkap yang ketika dipasangkan bisa jadi mengalami perubahan menyesuaikan dengan klausa induk.

Berikut ini akan di bahas ciri-ciri, jenis dan contoh kalimat majemuk bertingkat

Ciri-Ciri Kalimat Majemuk Bertingkat

  • Salah satu klausa adalah induk
  • Klausa lainnya merupakan anak kalimat atau pelengkap induk
  • Jika klausa satu dan klausa lain dipisah maka akan menjadi tidak bermakna
  • Cenderung menggunakan kata sambung ketika, jika, bahwa, karena, sehingga, bagai, walau, dll.

Jenis dan Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat

1. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Syarat

Kalimat Majemuk Hubungan Syarat ini memiliki syarat keterkaitan atau hubungan syarat dengan induk kalimatnya.

Di antara kalimat majemuk jenis ini, hubungan pola klausanya tidak sederajat akan tetapi tetap berhubungan.

Salah satu klausa atau disebut induk kalimat akan memiliki fungsi yang lebih tinggi daripada klausa lain. Kata sambung yang biasanya digunakan yaitu apabila, asalkan, dan jika.

Contoh

  • Klausa satu: Saya akan segera mampir ke toko itu
  • Klausa dua: Hujan sudah mereda
  • Gabungan: Saya akan segera mampir ke toko itu jika hujan sudah mereda
  • Klausa satu: Saya mau pacaran dengannya
  • Klausa dua: Dia tidak pernah selingkuh
  • Gabungan: Saya mau pacaran dengannya apabila dia tidak pernah selingkuh

2. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Tujuan

Kalimat majemuk Hubungan Tujuan ini memiliki pola hubungan dalam menyatakan tujuan, yaitu induk kalimat dan pelengkapnya memiliki fungsi untuk menyatakan tujuan tertentu.

Baik klausa pertama maupun kedua tidak bisa berdiri sendiri, dan menggunakan konjungsi agar atau supaya dalam menyampaikan kalimat majemuk berisi hubunga tujuan.

Contoh

  • Klausa satu: Nanda bangun pagi-pagi sekali
  • Klaua dua: dia tidak terlambat ke sekolah
  • Gabungan: Nanda bangun pagi-pagi sekali supaya dia tidak terambat ke sekolah.
  • Klausa satu: Ibu memasak banyak sekali makanan
  • Klausa dua: kami bisa membawanya saat tamasya besok pagi
  • Gabungan: Ibu memasak banyak sekali makanan agar kami bisa membawanya saat tamasya besok pagi.

3. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Sebab Akibat

Yaitu kalimat majemuk bertingkat yang menyatakan fungsi keterkaitan atau sebab akibat di antara dua klausa.

Induk kalimat dengan inti kalimat serta anak kalimat sebagai pelengkap memiliki keterkaitan yang menjelaskan perkara hubungan sebab dan akibat.

Kalimat majemuk ini biasanya menggunakan kata sambung karena, sehingga, maka, oleh karena, dll

Contoh

  • Klausa satu: Aku sedang sangat sedih
  • Klausa dua: Aku mendapat nilai yang sangat buruk di sekolah
  • Gabungan: Aku sedang sangat sedih sebab mendapat nilai yang sangat buruk di sekolah.
  • Klausa satu: Dia buru-buru pulang ke rumah
  • Klausa dua: sebentar lagi akan turun hujan badai
  • Gabungan: Dia buru-buru pulang ke rumah karena sebentar lagi akan turun hujan badai.

4. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Perbandingan

Kalimat majemuk hubungan yang satu ini mengandung klausa-klausa perbandingan antara induk kalimatnya dengan anak kalimat atau pelengkap.

Cirinya yaitu adanya kata sambung yang menerangkan adanya perbandingan seperti kata ibarat, kata laksana, bagaikan, seperti, sebagaimana, dibandingan dengan, ibarat dll.

Contoh

  • Klausa satu: Lia sedang kebingungan
  • Klausa dua: Sedang kebakaran jenggot
  • Gabungan: Lia sedang kebingungan seperti sedang kebakaran jenggot.
  • Klausa satu: Nanda sangat cantik jelita
  • Klausa dua: rembulan terang merah merona
  • Gabungan: Nanda sangat cantik jelita laksana rembulan terang merah merona

5. Kalimat Majemuk Konsensip

Jenis kalimat majemuk ini yaitu berfungsi untuk menyatakan penyangkalan atau hubungan pertentangan antara pelengkap dengan induk kalimatnya.

Ciri kalimat majemuk konsensip yaitu dengan adanya kata konjungsi yang menyatakan hubungan konsensip seperti kendati, meskipun, walaupun, biarpun, dll.

Contoh

  • Klausa satu: Dia tetap selalu tersenyum
  • Klausa dua: banyak sekali musibah yang menimpanya
  • Gabungan: Dia tetap selalu tersenyum biarpun banyak sekali musibah yang menimpanya.
  • Klausa satu: Dia selalu tampil sederhana
  • Klausa dua: Dia memiliki kekayaan yang sangat banyak
  • Gabungan: Dia selalu tampil sederhana meski memiliki kekayaan yang sangat banyak.

Demikianlah 10 contoh lengkap untuk kalima majemuk bertingkat berdasarkan jenisnya. Semoga penjelasan contoh di atas dapat membantu.