Bahasa Indonesia

Konjungsi Intrakalimat: Pengertian – Jenis dan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Ada berbagai jenis konjungsi berdasarkan unsur yang dihubungkannya. Salah satunya adalah konjungsi intrakalimat. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai konjungsi intrakalimat. Simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Konjungsi Intrakalimat

Intrakalimat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) daring berarti di dalam kalimat (tentang kata atau ungkapan penghubung). Bagian kalimat meliputi kata, frasa, dan klausa. Dengan demikian, konjungsi intrakalimat adalah kata sambung yang menghubungkan antarkata, antarfrasa, atau antarklausa. Konjungsi intrakalimat berfungsi sebagai penghubung kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau klausa dengan klausa.

Berbeda halnya dengan konjungsi antarkalimat yang menghubungkan kalimat dengan kalimat, konjungsi intrakalimat menghubungkan unsur-unsur atau bagian dari kalimat itu sendiri, seperti kata, frasa, atau klausa.

Untuk lebih jelasnya, simak jenis konjungsi intrakalimat berikut ini.

Jenis Konjungsi Intrakalimat

Adapun jenis konjungsi intrakalimat adalah sebagai berikut:

Konjungsi yang Menyatakan Waktu

Konjungsi jenis ini adalah konjungsi intrakalimat yang menandai waktu. Yang termasuk konjungsi ini yaitu sesudah, setelah, sehabis, sebelum, sejak, selesai, ketika, sambil, tatkala, sementara, seraya, selama.

Contohnya:

  • Adik pergi bermain sesudah mengerjakan pekerjaan rumahnya.
  • Adik dilahirkan ketika Ayah sedang bertugas di luar kota.
  • Dia sudah tidak memiliki orangtua sejak umurnya lima tahun.
  • Dia langsung masuk kamar setelah membersihkan rumah.
  • Kami sudah tiba di rumah sebelum petang.

Konjungsi yang Menyatakan Syarat

Konjungsi intrakalimat jenis ini merupakan kata penghubung yang berfungsi untuk menadai syarat atau janji. Kata yang termasuk konjungsi jenis ini antara lain: jika, kalau, jikalau, bila, manakala, apabila, bilamana.

Contohnya:

  • Jika hari ini cerah dan tidak hujan, saya akan datang.
  • Kalau pergi, kamu harus meminta izin orang tua terlebih dahulu.
  • Manakala masyarakat tidak membuang sampah di sungai, tidak akan terjadi banjir
  • Apabila keadaan mengizinkan, tahun depan saya akan menikah.

Konjungsi Pengandaian

Konjungsi intrakalimat jenis ini merupakan kata sambung yang berfungsi untuk menyatakan pengandaian. Kata yang termasuk jenis ini yaitu seumpama, andaikan, andai kata, seandainya, sekiranya.

Contohnya:

  • Saya akan membantunya seandainya dia mau meminta maaf kepada saya.
  • Andaikan dia tidak ingkar janji, kami telah bertemu kembali.
  • Seumpama ayah ada di sini, Ibu pasti tidak akan sedih lagi.
  • Sekiranya baju ini bisa membuatnya senang, aku akan dengan senang hati memberikan ini untuknya.

Konjungsi Konsesif (Perlawanan Makna)

Konsesif artinya konjungsi atau klausa yang menyatakan keadaan atau kondisi yang berlawanan dengan sesuatu yang dinyatakan dalam klausa utama. Dengan demikian, Konjungsi jenis ini merupakan kata sambung yang digunakan untuk menandai perlawanan makna yang dinyatakan sebelumnya. Kata yang termasuk jenis ini yaitu walau(pun), sungguhpun, meski(pun), sekalipun, kendati(pun), biarpun.

Contohnya:

  • Walaupun kakinya sakit, dia tetap tidak mau dibantu berjalan.
  • Dia tetap ingin pergi, meskipun ibu tidak mengizinkannya.
  • Sekalipun basah kuyup, dia tetap tidak ingin berteduh.
  • Kendatipun banyak yang tidak hadir, acara ini tetap dilaksanakan.

Konjungsi yang Menyatakan Tujuan

Konjungsi intrakalimat jenis ini merupakan kata penghubung yang digunakan untuk menandai tujuan atau harapan. Kata yang termasuk konjungsi ini adalah agar, supaya.

Contohnya:

  • Ia mengonsumsi vitamin supaya badannya fit.
  • Kita harus rajin belajar agar tercapai semua cita-cita yang kita inginkan.
  • Kami giat belajar supaya pintar.
  • Ia minum obat agar lekas sembuh.

Konjungsi Sebab atau Alasan

Konjungsi intrakalimat ini merupakan penghubung yang menandai sebab atau alasan. Contoh konjungsi ini adalah sebab, karena, dan oleh karena.

Contohnya:

  • Ia tidak bisa berjalan sebab kakinya terkilir.
  • Dia tidak pergi ke sekolah karena sakit.
  • Dia sakit perut oleh karena makan sambal terlalu banyak.
  • Ani selalu menjadi juara kelas karena rajin belajar.

Konjungsi yang Menyatakan Akibat

Konjungsi intrakalimat jenis ini adalah kata penghubung yang digunakan untuk menandai akibat. Kata yang termasuk konjungsi ini yaitu sehingga.

Contohnya:

  • Dia malas belajar sehingga tidak naik kelas.
  • Dia kurang minum air putih sehingga tidak fokus.
  • Ibunya di kampung sedang sakit sehingga harus pulang kampung.

Konjungsi yang Menyatakan Isi atau Uraian

Konjungsi intrakalimat jenis ini merupakan konjungsi yang digunakan untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yang berada di depan. Kata yang termasuk konjungsi ini yaitu kata bahwa.

Contohnya:

  • Dia mengatakan bahwa kakaknya akan menikah bulan depan.
  • Kami mengira bahwa dia belum pulang dari rumah sakit.
  • Dia menyadari bahwa dia telah melakukan perbuatan yang salah.

Konjungsi yang Menyatakan Cara

Konjungsi intrakalimat jenis ini adalah kata penghubung yang menerangkan cara bagaimana terjadinya atau berlakunya. Kata yang termasuk konjungsi yang menyatakan cara adalah kata dengan.

contohnya:

  • Dia harus datang sendiri ke kantor dengan membawa surat lamaran.
  • Laki-laki itu menulis dengan tangan kiri.
  • Ayah memotong rumput dengan gunting.