IPS

10 Negara Anggota ASEAN dan Profil Lengkapnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) adalah organisasi kawasan yang mewadahi kerja sama 10 Negara di Asia Tenggara.

Organisasi ini terbentuk pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand oleh lima negara pendiri ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok. Berikut ini profil 10 anggota negara ASEAN:

1. Brunei Darussalam

Brunei Darussalam bergabung dengan ASEAN pada tanggal 8 Januari 1984. Negara ini dipimpin oleh Sultan dan merayakan kemerdekaannya setiap tanggal 23 Februari. Beribu kota di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam menggunakan Bahasa Melayu, Inggris dan Mandarin sebagai Bahasa resminya.

Negara Brunei Darussalam berpenduduk 423.196 jiwa dengan mata uang Dolar Brunei. Sementara jumlah PDB per kapitanya mencapai US$ 27.561 pada 2017 dan memiliki luas wilayah 5.765km persegi.

Gunung Pagon menjadi Gunung tertinggi di Brunei Darusalam, Sungai Belikat merupakan sungai terpanjang di negara ini.

2. Kamboja

Kamboja bergabung dengan ASEAN pada tanggal 30 April 1999. Kepala Negara Kamboja adalah Raja sementara kepala pemerintahannya yakni Perdana Menteri. Ibu kota negara dengan luas 181.035 km persegi ini adalah Phnom Penh.

Negara Kamboja berpenduduk 15,76 juta jiwa. Negara ini merayakan kemerdekaannya pada 9 November. Selain itu, negara ini memiliki PDB sebanyak US$ 20,9 miliar pada 2017 dan menggunakan Riel (KHR) sebagai mata uang resmi. Sebagian besar ekonomi penduduk berasal dari sektor pertanian.

3. Indonesia

Indonesia merupakan negara pendiri ASEAN pada tanggal 8 Agustus 1967. Indonesia memiliki kepala negara dan kepala pemerintahan yang sama, yakni Presiden. Negara beribu kota Jakarta ini merayakan hari kemerdekaannya setiap 17 Agustus.

Bahasa resmi yang digunakan adalah Bahasa Indonesia dengan Rupiah sebagai mata uangnya. Indonesia merupakan negara terbesar di ASEAN dengan luas wilayah 1,9 juta meter persegi dan 261,1 juta penduduk. Total PDB Indonesia mencapai US$ 1.015 pada 2017.

4. Laos

Tanggal 23 Juli 1997 Laos mulai bergabung dengan ASEAN. Laos merupakan satu-satunya negara di ASEAN yang tidak memiliki laut dengan luas wilayah 237.955 km persegi. Kepala negara di Laos adalah Presiden sementara kepala pemerintahan adalah Perdana Menteri.

Negara Laos beribu kota Vientiane. Merayakan kemerdekaan setiap 2 Desember. Bahasa resmi Negara Laos adalah Lao, Perancis, dan Inggris. Negara ini berpenduduk 6,76 juta jiwa. GDP Laos mencapai 14,8 miliar dolar AS pada 2017.

5. Malaysia

Malaysia merupakan negara pendiri ASEAN pada tanggal 8 Agustus 1967. Malaysia memiliki kepala negara seorang Raja dan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan. Negara yang beribu kota Kuala Lumpur ini merayakan hari kemerdekaannya setiap tanggal 31 Agustus.

Bahasa resmi Negara Malaysia adalah Melayu, Inggris, Cina dan Tamil, dengan mata uang Ringgit Malaysia. Negara berpenduduk 31,19 juta jiwa ini memiliki luas wilayah 329,847 km persegi dan PDB US$ 336,3 miliar pada 2017.

Mayoritas agama di Malaysia adalah islam, dengan mata pencaharian penduduk antara lain pertanian, pertambangan dan perindustrian. Pertambangannya menghasilkan biji timah.

6. Myanmar

Myanmar bergabung dengan ASEAN pada tanggal 23 Juli 1997. Myanmar memiliki kepala negara dan kepala pemerintahan yang sama yakni Presiden. Negara beribu kota di Naypyidaw ini merayakan hari kemerdekaannya setiap tanggal 4 Januari.

Bahasa resmi negara ini adalah Burma dan menggunakan Kyat sebagai mata uang. Negara berpenduduk 52,89juta jiwa ini memiliki luas wilayah 676,578 km persegi. Total GDP Myanmar mencapai US$ 75,7 miliar pada 2017.

7. Filipina

Filipina bergabung dengan ASEAN pada tanggal 8 Agustus 1967 sebagai pendiri ASEAN. Filipina memiliki kepala negara dan kepala pemerintahan yang sama yakni Presiden. Negara beribu kota Manila ini merayakan hari kemerdekaannya setiap tanggal 12 Juni.

Bahasa resmi yang digunakan adalah Tagalog dan Inggris serta menggunakan Kyat sebagai mata uang. Total PDB Filipina mencapai US$ 348,6 miliar pada 2017.

Filipina memiliki 103,3 juta jiwa penduduk dengan luas wilayah mencapai 343,448 km persegi. Mata pencaharian negara ini adalah pertanian, pertambangan, dan industri. Komoditi ekspor Filipina terdiri atas gula, kopra, kayu, nanas dan bijih tembaga.

8. Singapore

Singapura adalah negara pendiri ASEAN pada tanggal 8 Agustus 1967. Singapura memiliki jumlah penduduk 5,61 juta jiwa dan luas wilayah 721,5 km persegi.

Kepala Negara Singapura adalah Presiden. Sementara kepala pemerintahannya adalah Perdana Menteri.

Ibu kota negara ini adalah Singapura. Bahasa yang digunakan yakni Bahasa Inggris, China, Mandarin, Melayu, Tamil sebagai bahasa resmi. Negara yang merayakan kemerdekaannya setiap 9 Agustus ini memiliki PDB sebanyak US$7 311,3 miliar.

9. Thailand

Thailand merupakan pendiri ASEAN pada tanggal 8 Agustus 1967. Thailand memiliki kepala negara seorang Raja dan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan. Negara yang beribu kota di Bangkok ini merayakan hari kemerdekaannya setiap 5 Desember.

Bahasa resmi negara ini adalah Thai. Sedangkan mata uang yang digunakan adalah Bath. Negara berpenduduk 68,86 juta jiwa ini memiliki luas wilayah 513,120 km persegi dan PDB US$ 403,6 miliar pada 2017.

Mata pencaharian negara Thailand adalah pertanian, kehutanan, pertambangan dan industri. Penghasil beras terbesar di Asia dan Tiga sedunia. Dijuluki gajah putih, negara seribu pagoda dan lumbung padi ASEAN.

10. Vietnam

Vietnam bergabung dengan ASEAN pada tanggal 28 Juli 1995. Vietnam memiliki kepala negara seorang Presiden dan Perdana Menteri sebagai kepala Pemerintahan. Negara beribu kota di Ho Chi Minh ini merayakan hari kemerdekaannya setiap 5 September.

Bahasa yang digunakan adalah Vietnam. Mata uang negara ini adalah Dong. Negara berpenduduk 92,7 juta jiwa ini memiliki luas wilayah 331, 230,8 km persegi dan PDB US$ 215,9 miliar pada 2017.

Perekonomian sebagian besar negara ini adalah pertanian. Padi merupakan hasil utama pertanian Vietnam. Industri Vietnam meliputi tekstil, semen, pupuk, kaca, dan ban.

Pertambangan di Vietnam menghasilkan emas, bijih besi, timah, gamping, fosfat, tungsten, dan seng. Hasil hutannya adalah bambu, kina, kayu, kayu manis. Terdapat sungai penting yaitu sungai Mekong dan Songka.