Bahasa Indonesia

Partikel Penegas: Jenis, Fungsi dan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Partikel menurut KBBI adalah kata yang biasanya tidak dapat diderivasikan atau diinfleksikan, mengandung makna gramatikal dan tidak mengandung makna leksikal, termasuk di dalamnya artikel, preposisi, konjungsi, dan interjeksi.

Partikel penegas dalam bahasa Indonesia meliputi –kah, –lah, –tah, dan pun. Di bawah ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai tiap-tiap partikel penegas.

Partikel –kah

Berikut ini kaidah pemakaian partikel –kah:

  • Partikel –kah mengubah kalimat deklaratif menjadi interogatif.
  • Partikel –kah menjadikan kalimat interogatif dengan kata tanya apa, di mana, dan bagaimana menjadi lebih formal (baku) dan lebih halus.
  • Partikel –kah memperjelas atau mengukuhkan kalimat interogatif.

Contoh pemakaian partikel –kah:

  • Diakah yang membeli buah ini?
  • Malam inikah tugas itu harus dikirimkan?
  • Apakah ibumu sudah pulang?
  • Di manakah kamu menyimpan gunting?
  • Bagaimanakah cara membuat bolu pisang?

Partikel –lah

Berikut ini kaidah penggunaan partikel –lah:

  • Partikel –lah digunakan untuk menghaluskan nada perintah.
  • Partikel –lah mempertegas kalimat deklaratif.
  • Partikel –lah cenderung dilekatkan pada predikat kalimat.
  • Partikel –lah digunakan untuk menekankan makna kata di depannya.

Contoh pemakaian partikel –lah:

  • Buanglah sampah-sampah ini di tempat sampah di sampingmu itu!
  • Setelah mendengar pengelasannya, jelaslah kamu yang salah.
  • Akulah yang akan melawanmu.
  • Dialah lawan yang sepadan denganmu.

Partikel –tah

Partikel –tah banyak digunakan dalam sastra lama, akan tetapi sekarang sudah jarang digunakan. Partikel –tah digunakan dalam kalimat interogatif, yang mana penanya tidak mengharapkan jawaban dan seolah-olah hanya bertanya pada diri sendiri karena herenanan.

Alwi, Hasan dkk (1998: 315) mencontoh pemakaian partikel –tah sebagai berikut:

  • Apatah artinya hidup ini tanpa engkau?
  • Siapatah gerangan orang yang mau menolongku?

Partikel pun

Partikel –pun hanya digunakan dalam kalimat deklaratif. Penulisannya dipisahkan dari kata di depannya, kecuali penulisan partikel –pun pada konjungtor, misalnya walaupun, meskipun, dan biarpun. Berikut ini kaidah penggunaan partikel –pun:

  • Partikel pun digunakan untuk mengeraskan arti kata yang diiringinya. Partikel pun cenderung melekat pada subjek kalimat.
  • Partikel pun sering digunakan bersamaan dengan partikel –lah untuk menandakan perbuatan atau proses yang mulai terjadi.
  • Partikel pun digunakan untuk menguatkan dan menyatakan pokok kalimat.
  • Partikel pun memiliki makna (berdasarkan KBBI):
    • juga atau demikian juga : jika Anda datang, saya pun akan datang.
    • meski; biar; kendati : mahal pun dibelinya juga.
    • saja: berdiri pun tidak dapat, apalagi berjalan.

Contoh:

  • Siapa pun yang tidak bekerja pasti akan ditegur.
  • Apa pun yang terlihat lucu pasti dibelinya.
  • Tidak lama kemudian hujan pun turunlah dengan derasnya.
  • Mereka pun setuju dengan pendapat kami.