Pengertian Makna Gramatikal dan Contohnya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pengertian Makna Gramatikal

Komunikasi adalah penyampaian suatu rangkaian aktivitas maupun kata-kata yang berisikan beberapa pesan tertentu yang berasal dari si pengirim pesan ditujukan kepada suatu penerima pesan yang spesifik, melalui suatu media komunikasi tersendiri.

Komunikasi dapat dikatakan berhasil apabila masing-masing pihak antara si pengirim pesan dan juga si penerima pesan, dapat mengetahui pesan yang dimaksudkan secara sama, tanpa ada unsur yang menyebabkan bias di dalamnya.

Salah satu faktor dalam keberhasilan suatu proses komunikasi yang efektif adalah adanya unsur makna gramatikal di dalamnya.

Makna gramatikal adalah suatu unsur dalam komunikasi yang menyebabkan pergeseran suatu arti pada sebuah kata yang ada dalam suatu kalimat, menyesuaikan dengan konteks pada kalimat itu sendiri yang tengah terjadi.

Perubahan konteks kalimat meskipun mempergunakan suatu kata yang sama persis, dapat menyebabkan kata tersebut menjadi berubah arti atau terdistorsi dari suatu artian yang lain.

Hal inilah yang menyebabkan pentingnya pemahaman terkait dengan makna gramatikal, untuk dapat meminimalisir kesalahan pemahaman maksud dari suatu pesan yang disampaikan berdasarkan konteks tertentu.

Contoh Makna Gramatikal

Agar dapat lebih memahami bagaimana artian suatu makna gramatikal maka dirasa perlu untuk mengetahui beberapa jenis daripada contoh adanya atau berlakunya suatu makna gramatikal yang ada.

Berikut ini adalah contoh dari suatu proses susunan kata dalam kalimat yang menyebabkan terjadinya proses yang dinamakan makna gramatikal, antara lain yaitu:

1. Afiksasi

Afiksasi adalah suatu pemberian tambahan atau imbuhan yang dapat dilekatkan pada suatu kata tertentu dalam sebuah kalimat yang spesifik.

Fungsi atau tujuan dari pemberian tambahan atau imbuhan ini pada suatu kata tersebut adalah untuk dapat lebih menunjukkan sifat spesifik dari kata tersebut dan peranannya dalam sebuah komponen dari penyusunan kalimat yang ada.

Sebagai contoh, misalkan kita ambil suatu kata yakni “nyanyi”. Nyanyi adalah suatu bentuk aktivitas yang dapat berupa penunjukkan tambahan keterangan sebagai kalimat aktif dan atau kalimat pasif.

Dengan melakukan proses penambahan imbuhan yang spesifik pada suatu kata tersebut, maka akan didapatkan perubahan dalam proses pengartian dan penerjemahan secara utuh pada kalimat dan konteks yang ada.

Misalkan pada kata nyanyi tadi ditambahkan imbuhan “me-“, maka akan akan terjadi perubahan makna dari suatu aktivitas menjadi suatu artian kalimat aktif. Hal ini juga bisa terjadi apabila dalam konteks kalimat kata nyanyi tadi kita tambahkan imbuhan “di-“ dan “-kan”, maka akan menjadikan suatu konteks kalimat tersebut secara keseluruhan bersifat sebagai pasif.

2. Reduplikasi

Reduplikasi dalam makna gramatikal adalah suatu bentuk atau teknik dalam pembawaan suatu bahasa secara berulang untuk dapat menimbulkan pergeseran pengartian dari arti kata tunggal yang ada pada kata sebelumnya.

Pengulangan kata secara sederhana ternyata dapat menimbulkan suatu efek makna gramatikal yang berpotensi melakukan pengubahan pada artian kalimat serta konteks yang ada secara signifikan. Contoh yang sering kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari adalah penggunaan dari kata “langit”.

Kata langit pada umumnya menggambarkan atau menjelaskan suatu pengartian atas bagian atas dari kehidupan kita yang terdiri dari awan, atmosfer, dan benda-benda langit lainnya. Namun demikian apabila kata tersebut kita berikan efek dari makna gramatikal berupa reduplikasi, maka maknanya akan bergeser.

Kata tunggal “langit” yang direduplikasi menjadi “langit-langit” sudah tidak memiliki artian atau membawa pemahaman yang sama dengan bentuk tunggalnya. Kata reduplikasi tersebut berarti bagian dari atas rumah kita yang bersinggungan dengan ruangan yang kita tinggali atau tempati.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa telah terjadi suatu pergesaran makna dari bentuk tunggal ke bentuk pengulangan dari suatu kata pada suatu konteks yang nyata.

3. Komposisi

Komposisi pada kalimat dan atau konteks yang ada ternyata juga menjadi salah satu faktor terjadinya suatu makna gramatikal.

Perubahan komposisi dan atau perubahan susunan kata yang terjadi di dalamnya akan sangat berpengaruh signifikan dalam proses penghantaran suatu pesan dari si pengirim pesan kepada si penerima pesan tersebut.

Kegagalan dalam memahami konteks kalimat melalui perubahan dalam komposisi dan juga konteks dapat memicu terjadinya bias atau distorsi dalam artian pada kalimat dan juga kata yang spesifik.

4. Kalimatisasi

Kalimatisasi adalah contoh lain dari proses makna gramatikal yang juga cukup sering kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari. Kalimatisasi memberikan makna terkait dengan suatu proses yang nyata pada suatu kata dalam sebuah kalimat ataupun juga konteks yang ada.

Kita ambil contoh misalkan terdapat sebuah kata yaitu “legal”. Legal berarti adalah sebuah kondisi atau keadaan dimana segala sesuatu yang termasuk di dalam konteks kalimat tersebut secara normatif berarti sah, tidak melanggar hukum dan ketentuan yang berlaku, dan sejalan dengan regulasi yang ada.

Namun dalam konteks terdapat kalimatisasi sebagai rangkaian proses dari makna gramatikal tersebut, terjadi perubahan makna. “Legal” tersebut akan menjadi “legalisasi”.

Dimana pengartian atas kata tersebtu juga mengalami pergeseran arti dan pemahaman yang berbeda. Pada kata “legalisasi” tersebut, memang masih mengandung unsur yang hampir sama di dalamnya, namun demikian kata tersebut lebih merujuk kepada suatu proses yang mengakibatkan konteks atau artian kata di dalamnya menjadi legal.

fbWhatsappTwitterLinkedIn