Seni

4 Pelukis Dunia Beserta Biografinya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Seni lukis yaitu seni rupa dua dimensi yang menggabungkan unsur garis dan warna dengan menggunakan cat di atas kanvas ataupun media datar lainnya.

Seni lukis sudah ada sejak dahulu kala. Dari cabang seni rupa ini melahirkan banyak tokok-tokoh seniman khususnya pelukis yang sangat luar biasa. Berikut adalah biografi 4 pelukis dunia yang karyanya masih melekat hingga saat ini.

1. Titian

Nama lengkapnya adalah Titian Ramsay Peale, ia lahir di Philadelphia pada 17 November 1799. Ia adalah seorang anak dari pelukis Charles W Peale yang merupakan pelukis tersohor pada tahun 1741 hingga tahun 1827.

Meskipun ia terkenal dengan hasil karyanya yang beraliran duniawi, mitologi, dan seksualitas, Titan menempuh pendidikannya di bidang anatomi. Anatomi yaitu ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup di Universitas Pennsylvania pada saat ia remaja.

Pada usia 17 tahun ia bekerja sama dengan kakaknya yaitu Rubens Peale.Pada tahun 1877 di sela kesibukannya Titian dan Rubens bergabung dengan tim ekspedisi yang menuju Florida dan Georgia.

Tim ekspedisi ini berada di bawah naungan Academy of Natural Science of Philadelphia. Di ekspedisi tersebut ada juga Thomas say yang merupakan seorang ahli entomologi, Goerge Ord yang merupakan ahli zoology, dan William Mclure yang merupakan seorang ahli geologi.

Merekalah yang menemani Titian pada perlajalan ekspedisi pertamanya. Dua tahun setelah bergabung dengan eskpedisi tersebut, Titian mendapat kepercayaan dari ketua ekspedisi saat itu yaitu Stephan Harriman Long untuk menjadi asistan Tomas Say dalam ekspedisi menuju ke pegunungan Rocky.

Pada tahun 1821, dua tahun setelah ekspedisi ke pegunungan Rokcy, Titian ditunjuk sebagai asistan untuk meseum Philadelphia. Museum itu sekarang bernama Museum Peale.

Pada tahun 1833 Titian bersama dengan Peacock mulai mendalami ilmu naturalis dengan Cahrles Darwin untuk United States Exploring Expedition yang dilaksanakan pada tahun1838-1842 Ekspedisi ini dipimpin oleh Lt. Charles Wilkes.

Hasil karya dari Titian antara lain Lepidoptera Americana (1833), Mammalia and Ornithology (1838-1842). Sebagian hasil karya Titian diberikan kepada Akademi Ilmu Pengetahuan Alam dari ekspedisinya yang berada di Philadelphia.

2. Pablo Picasso

Nama asli Pablo adalah Diego Jose Francisco de Paula Juan Nepomuceno Maria de los Remedios Cipriano de la Santisima Trinidad Martyr Patricio Clito Ruiz y Picasso. Merupakan seseroang yang sangat berpengaruh terhadap dunia kesenian pada abad ke-20. Pablo lahir di Malaga, Spanyol 15 Oktober 1881 silam.

Namun ia banyak menghabiskan masa hidupnya di Perancis. Sejak kecil  Pablo sudah menunjukkan kecintaannya terhadap seni lukis.

Dibandingkan dengan bermain, ia lebih memilih meenggambar. Bakat jenius ayahnya ini ia dapatkan dari ayahnya yang merupakan seorang guru seni sekaligus pelukis.

Ayahnya bernama Jose Ruiz Blasco dan ibunya Maria Picasso Lopez. Ayah Pablo mempunyai museum seni yang berada di Malaga.

Melihat Pablo yang begitu serius dengan dunia seni, Ayahnya pun memberi dukungan dengan memasukkan Pablo ke sekolah seni Barcelona pad tahun 1891. Pablo di sana menjadi murid dari ayahnya sendiri.

Pablo melakukan banyak eksperimen dari ilmu-ilmu yang telah ia dapat. Hingga kemampuannya melebihi kemampuan ayahnya. Bahkan pada usia yang sangat belia yaitu usia 13 tahun, ia membuka pameran pertamanya.

Pada tahun 1895, Pablo dan keluarganya harus berpindah ke Barcelona. Ayahnya mendapat jabatan sebagai Professor seni lukis di Academi seni La Lotja. Pablo pun melanjutkan pendidikannya di sana. Namun itu tak bertahan lama, Karen peraturan sekolah yang tidak Pablo sukai.

Pablo lebih suka menjelajahi berbagai tempat seperti pameran seni di Prado. Kemampuan melukisannya semakin berkembang hingga pada akhir abad ke 19 ia mulai membumbui lukisannya dengan unsure-unsur simbolisme dan modernisme.

Tahun 1900, Pablo pindah ke Perancis yang merupakan pusat seni budaya Eropa pada saat itu. Ia tinggal bersama dengan seorang penyair dan juga jurnalis bernama Max Jacob.  Pablo hanya satu tahun di Perancis dan memutuskan untuk pindah ke Madrid pada tahun berikutnya.

Di Madrid ia bekerja sama dengan Fransisco Asis Soler. Di tahun ini mereka menerbitkan majalah sastra pertamanya yang diberi nama “Young Art”. Sejak saat itulah Pablo yang menggunakan nama pena “Picasso” mulai dikenal masyarakat luas.

Karya-karyanya dibagi berdasarkan periode seperti peridode 1901-1904 lukisan Picasso bernuansa biru kelam sehingga disebut periode biru. Pada periode ini lukisan Picasso yang paling terkenal ialah adalah Blue Nude, La Vie, dan The Old Guitarist. Inspirasi dari lukisan periode biro Picasso adalah kemiskinan, penderitaan dan kemurungan.

Periode lainnya yaitu peridode 1904-1906 yaitu lukisan dengan nuansa merah muda atau disebut juga dengan periode mawar. Lukisannya yang terkenal berjudul “Boy With a Pipe”. Pada periode ini insipirasi Picasso adalah orang-orang di sirkus, badut, dan badut.

Kemudia pada tahun 1907, Picasso berama dengan Goerges Barque menciptakan sebuah karya lukis yang belum pernah dilakukan oleh pelukis manapun. Inilah awal mula dari lukisan beraliran kubisme. Pada peridoe ini lukisan Picasso yang terkenal adalah  “A Girl With Mandolin” dan “Ma Jolie”.

Pada tahun 1919, Pablo mengubah gaya lukisannya menjadi beraliran Neoklasikisme dan Surealisme. Hal in dapat dilihat pada karya seninya yang berjudul “Peasants Sleeping”.  Gayanya berubah lagi pada pertengengah 1920an. Ia kembali pada alirannya yaitu primitivisme.

Selain melukis Picasso juga menulis puisi, naskah drama dan juga membuat patung. Ia berhasil menyelesaikan 300 judul puisi dan dua naskah drama yang berjudul “Desire Caught by the Tail,” dan “The Four Little Girls.” Sementara itu salah satu patung hasil karyanya adalah “Chicago Picasso”.

3.  Leonardo Da Vinci

Leonardo Da Vinci adalah orang dibalik lukisan yang sangat pupuler bahkan hingga saat ini, lukisan tersebut adalah “Mona Lisa dan The Last Supper”. Da Vinci lahir Anchiano, Italia pada 5 April 1452 dari pasangan Piero Fruosino di Antonio da Vinci dan Caterina.

Nama lengkap Da Vinci adalah Leonardo di Ser Piero da Vinci. Ia dijuluki sebagai pelukis yang paling jenius di muka bumi ini. Bahkan diriwayatkan bahwa gurunya, Andrea Del Verrochio pensiun setelah melihat hasil lukisan da Vinci yang sangat luar biasa.

Ia belajar dengan Verrochio pada saat usianya 15 tahun. Verrochio merupakan seroang pelukis yang dengan karya terbaik di Firenze. Da Vinci ikut andil dalam lukisan Verrochio yang berjudul “Pembptisan Kristus”. Ia menggambar dua malaikat anak-anak yang sedang memegangi jubah Yesus.

Tidak hanya menjadi murid Verrochi, da Vinci juga bekerja di bengkel miliki Verrochio. Namun ia pindah ke Milan untuk bekerja dengan Duke Milan pada tahun 1481. Selama di Milan ia banyak menghasilkan karya karya yang menakjubkan. Salah satu yang paling terkenal adalah lukisan kuda Sforza.

Lukisan tersebut dikerjakan selama lebih dari 11 tahun. Da Vinci pun tidak hanya melukis melainkan juga membuat patung, membuat jalan-jalan sungai, dan juga membuat kanal-kanal.  Ia juga membuat alat music yang bernama Lyre.

Kepandaiannya ini yang membuat Raja Louis XII dari Perancis di Milan dan juga Paus Leo X di Roma membantu Raphael dan Michael angelo ingin bekerja sama dengan da Vinci untuk merancang katedral Santo Petrus.

Sepanjang hidupnya ia habiskan untuk melukis. Pada tahun 1483-1486 ia berhasil melahirkan karya yang berjudul “The Virgin of The Rock”. Tahun 1495-1498 ia melahirkan maha karyanya yaitu ”The Last Supper”.

“The Last Supper” ialah Lukisan yang menggambarkan Tuhan Yesus dengan ke 13 muridnya sebelum ia dihianati dan disalib. Lukisan ini terdapat di dinding biara Santa Maria di Milan.

Ia juga menciptakan kartun yang berjudul The Virgin and The Child with St Anne and St John The Baptist. Kartun ini menarik banyak penonton hingga berbondong-bondong melihatnya.

Kemudian pada tahun 1503 da Vinci mulai membuat lukisan Mona Lisa, Lukisan termahsyur sepanjang sejarah. Dalam lukisannya Mona Lisa digambarkan sebagai seorang wanita setengah badan yang sedang tersenyum tipis.

Tidak ada yang mengetahui pasti siapa jati diri asli perempuan tersebut. Beberapa mengatakan Mona Lisa adalah Isabella Of Aragon, Seorang pekerja seks komersial, ibu dari da Vinci sendiri.

Namun ada beberapa yang mengatakan bahwa Mona Lisa adalah Salai yaitu asisten da Vinci yang berdandan layaknya perempuan.

Dari berbagai teori tersebut sejarawan mempercayai teori biografi Vasari yang menyatakan perempuan tersebut adalah Lisa del Gioconda. Perempuan tersebut merupakan istri dari pedangan sutera yang kaya raya di Firenze.

Lukisan ini dibuat untuk merayakan calon buah hati Gioconda. Teori ini merupakan yang paling kuat karena judul asli Mona Lisa adalah La Gioconda.

Lukisan Mona Lisa yang asli sekarang berada di Museum Louvre Paris dan di simpan dibalik kaca anti peluru.  Lukisan itu kini menjadi harta negara yang sangat berharga.

Teknik melukis da Vinci pada lukisan Mona Lisa sangatlah rumit hingga tida bisa ditiru oleh siapapun. Teknik tersebut adalah teknik Sfumato yaitu teknik seprti berkabut, tidak fokus, dan memiliki transisi warna yang sangat halus dan lembut. Teknik itulah yang membuat Mona Lisa terlihat begitu hidup.

4. Vincent Van Gogh

Nama lengkapnya adalah Vincent William Van Gogh, ia lahir di Zundert, Belanda pada 30 Maret 1853. Hasil karyanya adalah yang terkenal dan terbaik pada masanya. Ia merupakan anak ke dua dari enam bersaudara dari pasangan Theodorus Van Gogh dan Anna Cornelia Carbentus. Ayahnya merupakan seorang pendeta.

Vincent merupakan pelukis yang beraliran posimppresionisme yang merupakan perwakilan dari era spontanitas emosional dalam lukisan.

Sejak kecil suasana hati vincet kerap kali berubah-ubah. Ia sering mengalami kegelisahan, muran, dan temparemental. Hal ini terlihat pada surat-surat yang dia kirim ke saudaranya, Theo yang juga merupakan manajernya.

Surat-surat tersebut kemudian diterbitknan sebagai catatan hidup Vincent pada tahun 1911. Sewaktu kecilpun dia tidak menunjukkan ketertarikannya pada dunia seni lukis. Sekolah formalnya pun berantakan.

Hingga akhirnya pada masa remaja ia dikirim ke Den Haag pada tahun 1869 untuk bekerja di dealer seni internasional Goupil dan Cie Paris . Ia mendulang kesuksesan di sana dan bekerja selama 10 tahun sebagai art dealer.

Vincent dipindahkan ke cabang London, namun di sana ia justru mengalami depresi dan memutuskan untuk pindah. Ia akhirnya bekerja di gereja. Dalam keadaan kesulitan keungana ia justru memeberikan sisa hartanya untuk para penambang batu bara.

Sayangnya karirnya di gereja tidak dapat bertahan. Ia dipecat karena dianggap terlalu terobsesi terhadap imannya. Pada tahun 1880, Vincent mencoba menjadi pelukis dengan berharap dapat menghasilkan uang dari karyanya.

Nasib baik belum berpihak pada Vincent, karya-karyanya tidak terjual sehingga kondisi ekonomi Vincent semakin memburuk. Ia pun memutuskan untuk kembali ke rumah orang tuanya. Di rumah ia terus mengembangkan kemampuan melukisnya secara mandiri.

Berkat bantuan Theo, Vincent dapat menyewa studio di Den Haag dan berguru dengan Anton Mauve. Mauve yang juga masih saudara Vincent mengenalkannya kepada seniman-seniman terkenal seperti Jean-François Millet.

Millet merupakan pelukis yang terkenal dengan aliran realismenya dan objeknya dalah para buruh dan petani. Vincent dan Mauven mendapati masalah diantara mereka sehingga Vincent memutuskan untuk pergi ke Nuenen pad bulan Desember 1883.

Di sana ia banyak melukis  di luar ruangan. Ia melukis kegiatan-kegiatan buruh dan petani beserta gubuk-gubuk mereka. Teknik yang ia gunakan adalah melukis dengan cepat.

Lukisan tersebut dikenal dengan nama lukisan “Studi Karakter Petani”. Sampai saat itu lukisan-lukisannya belum juga diminati oleh orang-orang. Hingga akhirnya dia pindah ke Antwerpen pada tahun 1885 dan masuk ke Akademi Seni Murni Antwerpen, Belgia. Ia bertemu dengan Peter Paul Ruben yang mempengaruhi sebagian karyanya.

Ia pun belajar dengan Fernand Cormon yang memperkanalkannya dengan seniman impresionis. Pada saat itu Vincent mulai tertarik untuk melukis dengan gaya grafis cetak Jepang.

Tahun 1887 Vincent menggelar pemeran untuk mengenalkan hasil karya ia dan teman-temannya. Tahun 1888 karya Vincent akhirnya mulai diminati banyak orang. Ia pun mencoba membentuk komunitas seni di Arles dan menyewa rumah bersama teman-temannya.

Tempat tinggalnya ini ia gunakan untuk memajang hasil karyanya. Ia menjuluki rumahnya dengan nama “The Yellow House”.

Kondisi mentalnya semakin memburuk. Ia mengalami delusi, bipolar, dan epilepsy. Akhirnya Vincent pergi ke pskiater. Melihat kondisinya yang semakin stabil ia diizinkan untuk melanjutkan lukisannya.

Saat itulah Vincent banyak menghasilkan karyanya. Di antara lukisannya yang paling terkenal adalah lukisan “Starry Night” (1889), “Pohon Zaitun dengan Pegunungan Alpilles di Latar Belakang” (1889), “Pohon Sanobar” (1889),”Potert Dr. Gachet” (1890), “Ladang gandum dengan Gafak-Gagak (1890).

Ciri khas dari karyanya adalah sapuan kuasnya yang memutar dan dinamis dengan warna-warnanya yang beragam.