IPA

Pipet Volumetrik: Pengertain, Fungsi dan Cara Menggunakan

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Apa itu Pipet Volumetrik? 

Pipet volumetrik atau bernama lain pipet gondok adalah sebuah alat yang digunakan dalam laboratorium yang digunakan untuk mengukur dan mentransfer volume cairan dengan akurasi yang tinggi. 

Pipet ini memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dari pipet biasa karena hanya dapat mengukur satu ukuran volume saja. Benda ini dirancang untuk mentransfer volume yang tepat dan konsisten pada suhu tertentu. 

Pipet volumetrik umumnya terbuat dari gelas dengan bentuk tabung silinder panjang dan memiliki bentuk menggembung pada bagian tengahnya, sedangkan bentuk ujungnya meruncing. 

Secara rinci, pipet ini berfungsi untuk mengambil larutan secara teliti dengan volume tertentu sesuai dengan label yang tertera pada bagian tengahnya yang menggelembung. Contohnya, jika kita hendak mengukur 5 ml cairan, kita bisa menggunakan pipet volumetrik yang menampung tepat 5 ml.  

Dikarenakan ketelitiannya yang tinggi, pipet volumetrik biasanya digunakan pada pengujian yang sifatnya kuantitatif, misalnya pengujian yang menggunakan metode titrasi. 

Ukuran dan Harga Pipet Volumetrik

Ukuran pipet volumetrik bervariasi mulai dari 1 ml, 5 ml, 10 ml, 25 ml, 50 ml, hingga 100ml. Sesuai dengan banyaknya ukuran tersebut, maka berikut ini adalah kisaran harga pipet volumetrik di marketplace Indonesia  : 

  • Pipet volumetrik 1 ml : Rp 30.000
  • Pipet volumetrik 5 ml : Rp 40.000
  • Pipet volumetrik 10 ml : Rp 50.000
  • Pipet volumetrik 25 ml : Rp 75.000
  • Pipet volumetrik 50 ml : Rp 100.000
  • Pipet volumetrik 100 ml : Rp 150.000

Fungsi Pipet Volumetrik

Pipet volumetrik adalah alat laboratorium yang dirancang khusus untuk mengukur dan mentransfer volume cairan dengan tingkat akurasi yang tinggi. Fungsi utama pipet volumetrik adalah untuk memberikan volume yang sangat tepat dari suatu larutan atau cairan. Berikut adalah beberapa fungsi khusus pipet volumetrik:

1. Pengukuran Volume Tepat

Pipet volumetrik digunakan untuk mengukur volume cairan dengan akurasi yang tinggi. Mereka dirancang untuk memberikan volume yang tepat pada suhu tertentu, dan hasilnya dianggap sangat akurat.

2. Transfer Cairan dengan Presisi

Pipet volumetrik digunakan untuk mentransfer cairan dari satu wadah ke wadah lain dengan tingkat presisi yang tinggi. Hal ini penting dalam berbagai aplikasi laboratorium, seperti persiapan larutan, titrasi, atau penyiapan sampel untuk analisis.

3. Pembatasan Waktu Kontak dengan Udara

Pipet volumetrik sering dilengkapi dengan pembatas waktu kontak dengan udara untuk menghindari perubahan volume akibat perubahan suhu atau penyerapan air dari udara.

4. Tingkat Akurasi yang Tinggi

Pipet volumetrik memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi, yang membuatnya ideal untuk penggunaan dalam penelitian ilmiah dan pengujian laboratorium yang memerlukan hasil yang sangat tepat.

5. Satu Penggunaan untuk Satu Sampel

Pipet volumetrik biasanya direkomendasikan untuk digunakan dengan satu jenis sampel atau larutan tertentu. Hal ini membantu mengurangi risiko kontaminasi silang antar sampel.

6. Pemakaian dalam Titrasi

Pipet volumetrik sering digunakan dalam proses titrasi di laboratorium kimia. Volume yang akurat dan konsisten dari larutan yang akan diuji sangat penting untuk mendapatkan hasil yang tepat dalam titrasi.

7. Ukuran yang Tetap

Pipet volumetrik memiliki ukuran tetap, yang biasanya ditandai pada lehernya. Ini memudahkan pengguna untuk mengidentifikasi volume yang diukur dan memastikan konsistensi dalam penggunaan.

Bagaimana Cara Menggunakannya?

Prosedur penggunaan pipet volumetrik melibatkan pengisian pipet dengan cairan, pembacaan volume sesuai dengan skala yang tepat, dan mentransfer cairan. Harus dipastikan bahwa pipet tersebut digunakan sesuai dengan prosedur yang tepat dan disimpan dengan baik agar terjaga ketepatannya. 

Berikut ini merupakan contoh bagaimana cara menggunakan pipet volumetrik. Anggap saja kita ingin memindahkan larutan tembaga sulfat dengan pipet volumetrik berukuran 10 ml. Selain dari pipet tersebut, dibutuhkan alat-alat lainnya di laboratorium yaitu bola hisap/ball filler, botol semprot berisi aquades, dan gelas kimia. 

Bola hisap sendiri berfungsi untuk menghisap atau mengeluarkan cairan ke dalam pipet. Pada bola hisap terdapat tiga simbol dengan fungsinya masing-masing. Pertama, simbol A atau Aspirate yang berfungsi untuk mengempeskan bola hisap. 

Kedua, S atau Suction yang berfungsi mengisap zat cair. Ketiga, E atau Exhaust untuk mengeluarkan zat cair. Secara detail, contoh dari langkah-langkah menggunakan pipet volumetrik dijelaskan di bawah ini : 

  1. Pasangkan bola hisap ke ujung pipet 
  2. Kempeskan bola hisap dengan menggunakan tombol A 
  3. Bilas pipet dengan akuades sebelum digunakan untuk memastikan bahwa pipet dalam keadaan bersih 
  4. Bersihkan ujung pipet dengan tisu setelah dibilas 
  5. Bilas pipet dengan larutan yang akan digunakan, dalam contoh ini adalah larutan tembaga sulfat 
  6. Keluarkan isi bilasan tersebut 
  7. Hisap larutan sampai melebihi tanda batas, pindahkan larutan tembaga sulfat sebesar 10 ml. Pastikan volume yang diukur sudah disesuaikan dengan label yang tertera pada bagian tengah pipet
  8. Pindahkan larutan tembaga sulfat tersebut ke gelas kimia. Perhatikan posisi gelas kimia dan pipet. Pastikan bahwa gelas kimia dimiringkan dan pipet dalam posisi tegak lurus.

Bagaimana Cara Kalibrasi Pipet Volumetrik?

Kalibrasi pipet volumetrik sangat penting untuk memastikan bahwa alat tersebut memiliki pengukuran yang akurat dan tepat. Langkah-langkah kalibrasi tersebut dapat dilakukan dengan cara membandingkan pengukuran volume aktual yang ditransfer oleh pipet dengan volume yang seharusnya ditransfer berdasarkan spesifikasi pipet. 

1. Alat dan Bahan 

  • Pastikan bahwa semua peralatan yang digunakan dalam proses kalibrasi dalam kondisi bersih.
  • Siapkan larutan standar dengan konsentrasi yang telah diketahui.

2. Pembuatan Titik Kalibrasi 

  • Tentukan beberapa titik kalibrasi yang mencakup rentang volume yang akan diukur oleh pipet (misalnya, titik kalibrasi untuk setiap 20% dari kapasitas pipet).
  • Gunakan pipet tersebut untuk mentransfer volume yang diketahui ke dalam wadah yang sesuai. Pastikan bahwa Anda mengikuti prosedur penggunaan yang benar.

3. Pengukuran Volume yang Ditransfer 

  • Gunakan alat ukur yang akurat, misalnya labu ukur, untuk mengukur volume aktual yang ditransfer oleh pipet.

4. Penghitungan Deviasi 

  • Berdasarkan konsentrasi larutan standar, bandingkanlah volume yang diukur dengan volume yang seharusnya ditransfer.
  • Hitunglah deviasi antar volume yang diukur dengan volume yang seharusnya ditransfer.

5. Penyesuaian Kalibrasi 

  • Jika terdeteksi bahwa deviasinya signifikan, pertimbangkan untuk mengoreksi pipet dengan menggunakan faktor kalibrasi.
  • Faktor kalibrasi tersebut dapat diterapkan pada hasil pengukuran pipet selanjutnya untuk meningkatkan akurasi.

6. Dokumentasi 

  • Catat semua hasil kalibrasi dan perhitungan yang dilakukan.
  • Pastikan bahwa hasil dokumentasi tersimpan dengan baik sebagai bagian dari rekam jejak kualitas laboratorium. 

7. Pengulangan Kalibrasi 

  • Seiring waktu, pipet volumetrik mungkin tidak memberikan hasil yang akurat. Oleh karena itu, kalibrasi harus dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa pipet tetap memberikan hasil yang akurat. 

Selain itu semua, penting untuk diketahui dan dicatat bahwa prosedur kalibrasi tersebut dapat bervariasi, tergantung dengan kebijakan dan pedoman laboratorium. Lebih lanjut, instruksi yang diberikan oleh produsen pipet yang berbeda bisa saja membuat perbedaan pada prosedur. 

Sebab itu, ada baiknya untuk mengkonsultasikan petunjuk penggunaan dan kalibrasi yang disediakan oleh produsen pipet atau laboratorium setempat untuk memastikan bahwa prosedur yang digunakan sesuai dan efektif.