6 Prinsip Teks Observasi Beserta Penjelasannya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Teks Observasi secara etimologi berasal dari bahasa Latin yang memiliki arti Pengamatan atau Peninjauan.

Sehingga, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian dari teks observasi sendiri adalah sebuah teks yang berisi hasil pengamatan seseorang terhadap lingkungan ataupun peristiwa secara real atau nyata, dan disajikan dalam bentuk paragraf maupun dalam bentuk tulisan.

Untuk mendapatkan teks yang baik, lengkap, dan sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang benar. Kita perlu memperhatikan beberapa prinsip penting dalam penyusunan teks observasi. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

1. Lengkap

Artinya data dan fakta yang diberikan harus lengkap dan memuat semua data yang sedang dibahas dan diperlukan.

Didalam teks observasi kita akan merangkaikan nya tanpa tafsiran atau berdasarkan kisah nyata dan real terjadi di dunia nyata. Maka, kita harus mencari data terpercaya serta fakta yang lengkap agar pembaca dapat menangkap dan memahami setiap informasi yang diberikan.

Sebagai contoh, apabila saat ini kalian akan membuat Teks Observasi mengenai “Banjir di Awal Tahun 2020”.

Data berdasarkan fakta ini dapat diberikan apabila kalian melakukan wawancara terlebih dahulu terhadap beberapa korban ataupun pihak-pihak terkait didalam kejadian tersebut. hal ini agar teks observasi yang kamu berikan memuat data yang lengkap dan sesuai dengan keinginan pembaca.

Serta, pembaca juga akan mendapatkan informasi yang sesuai dengan kejadian ditempat. Apabila kalian memuat informasi dari narasumber, harus cantumkan nama dan keterangan yang diberikan.

Contohnya: “menurut Dede Sumarni, salah satu warga di Jati Negara, Jakarta Pusat. Penyebab terjadinya Banjir adalah Hujan yang tidak berhenti selama hampir 12 jam, dan membuat kali didekat pemukiman meluap”

2. Jelas

Artinya dalam laporan tidak ada penafsiran yang tidak sesuai atau berbeda.

Dan, hal ini dapat dicapai dengan cara penggunaan bahasa yang benar serta komunikatif, dan mudah untuk dipahami.

Yang dimaksudkan tidak ada penafsiran adalah tidak ada data yang dibuat-dibuat ataupun dikarang oleh penulis, semuanya harus real dan nyata sesuai dengan fakta dan data yang ada.

Dan, apabila data yang diberikan sudah nyata dan berdasarkan fakta, maka gunakanlah bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami, yaitu bahasa yang digunakan harus santai namun tetap memperhatikan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Seperti, penulis memberitahukan kepada pembaca mengenai suatu peristiwa secara langsung. Contoh  “Peristiwa tersebut terjadi di hari Sabtu, 31 Desember 2020. Air yang meluap mengakibatkan banjir dan menibulkan kerugian. Terutama disektor pertanian.”

3. Benar

Artinya data yang digunakan harus benar sehingga memudahkan dalam mengambil keputusan.

Serta, pembaca juga mendapatkan informasi dan pengetahuan yang benar tentang topik yang sedang dibahas. Yang dimaksut data yang Benar adalah data yang memuat segala keterangan dan fakta yang sesuai dan tepat dengan informasi yang disampaikan.

Sesuai dengan keterangan diatas, bahwa sebuah Teks Observasi yang benar dan tepat adalah sebuah teks yang seluruhnya memuat fakta, dan akurat dapat dipertanggung jawabkan oleh penulis.

4. Sistematis

Artinya teks disusun berdasarkan struktur dan organisasi yang sudah ditentukan agar lebih mudah untuk dipahami. Yaitu teks disusun berdasarkan struktur Teks Observasi yang sudah ditentukan.

Yang penyusunan paragraf meliputi, pernyataan umum dan aspek yang dilaporkan. agar tidak terjadi rancu, ataupun membuat pembaca menjadi bingung terhadap teks yang disajikan.

5. Objektif

Artinya penulis bersifat apa adanya dalam penyampaian berita didalam pemaparan teks tersebut. yang artinya penulis tidak menambahkan berita-berita buatan sebagai bumbu agar berita terlihat menarik, ataupun dapat menambah minat pembaca dengan membuat suatu pembohongan yang tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh penulis.

6. Tepat Waktu

Artinya laporan disusun sesuai batas waktu yang telah ditentukan sebelumnya, agar fungsi laporan yang diberikan dapat sesuai dengan keperluan atau kebutuhan dari pembaca.

Dalam prinsip tepat waktu ini, sebagai contoh : seorang penulis akan memberikan batas waktu penulisan akhir atau telah rampung dikerjakan.

Biasanya batas waktu tidak akan melebihi 7 hari, agar berita yang diberikan tepat waktu dan pembaca dapat memahami berita yang diberikan sesuai dengan waktu yang diperlukan pembaca untuk memahami informasi tersebut.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

share pendapat, pengalaman, dan info anda mengenai topik ini, baca policy kami.