Sejarah

4 Rumah Adat Betawi dan Ciri Khasnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Rumah adat merupakan rumah yang mempunyai ciri khas budaya atau gaya tertentu yang mencerminkan ciri khas suatu daerah. Salah satu contoh rumah adat adalah rumah adat Betawi. Terdapat 4 jenis rumah adat Betawi yang seringkali dikenal oleh masyarakat.

1. Rumah Gudang

Rumah Gudang adalah rumah adat Betawi yang belum terpengaruh dengan kebudayaan lain karena posisinya terletak di daerah terpencil atau pedalaman. Rumah gudang memiliki gaya arsitektur seperti gudang milik orang portugis.

Ciri khas rumah gudang diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Bangunan rumah gudang berbentuk persegi.
  • Atap rumah berbentuk seperti pelana kuda dan disusun dengan kerangka kuda-kuda.
  • Terdapat atap miring di bagian depan yang disebut markis. Markis berfungsi untuk menahan paparan sinar matahari dan air hujan.

Selain itu, untuk area rumah gudang terdapat dua bagian yaitu bagian depan dan bagian tengah. Rumah gudang tidak memiliki bagian belakang karena bagian belakang tergabung dengan bagian tengah. Bagian depan digunakan untuk menerima tamu. Sedangkan bagian tengah digunakan untuk berkumpul bersama keluarga.

2. Rumah Panggung

Rumah panggung adalah rumah yang bangun khusus untuk melindungi penghuni dari banjir atau air laut yang datang ke perkampungan nelayan. Biasanya rumah panggung ditemukan di daerah pesisir pantai karena memang cocok dengan lingkungan sekitarnya.

Ciri khas rumah panggung diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Berbentuk seperti panggung yang dibawahnya banyak tiang kayu.
  • Area lantai rumah panggung tidak langsung menempel dengan tanah.
  • Terdapat tangga untuk naik ke rumah panggung betawi yang disebut dengan balaksuji. Balaksuji pada rumah panggung betawi memiliki makna sebagai penghalang masuknya bala bencana ke dalam rumah tersebut.
  • Terdapat ukiran khas betawi yang berfungsi sebagai ventilasi udara.

Selain itu, keseluruhan rumah panggung dibuat dengan menggunakan kayu. Terutama untuk bagian tiangnya menggunakan kayu jati yang kuat. Sedangkan untuk bagian atapnya menggunakan genteng tanah liat.

Rumah panggung khas betawi sampai sekarang masih dijaga dan dilestarikan adalah Rumah Si Pitung. Rumah Si Pitung belokasi di kelurahan Marunda, Jakarta Utara.

Tetapi untuk rumah panggung ada beberapa hal yang dipercaya oleh orang betawi seperti untuk menghindari musibah maka rumah harus dibangun di sebelah kiri rumah orang tua.

3. Rumah Joglo

Rumah joglo adalah rumah adat betawi yang  memiliki atap berbentuk seperti perahu terbalik. Perbedaan rumah joglo betawi dengan rumah joglo Jawa Tengah adalah rumah adat betawi tidak memiliki tiang peyangga seperti rumah adat jawa tengah.

Ciri khas rumah joglo diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Memiliki atap berbentuk perahu terbalik.
  • Biasanya dibangun oleh tokoh masyarakat atau bongkotan dan orang golongan bangsawan atau priyayi.

Rumah joglo terbagi menjadi tiga bagian ruangan yakni ruang depan, ruang tengah, dan ruang belakang. Ruang depan digunakan untuk menerima tamu. Sedangkan ruang tengah sebagai area pribadi. Serta ruang belakang digunakan sebagai kamar mandi dan dapur.

Biasanya rumah joglo terletak di wilayah perkotaan.Selain itu. bentuk rumah ini juga tergolong luas dan lengkap sehingga rumah joglo ini biasanya dimiliki oleh masyarakat dengan status sosial yang tinggi.

Bahkan dalam kebudayaan betawi, rumah joglo ini biasa dihuni oleh tetua adat atau disebut bebongkotan. Sehingga rumah joglo juga biasa disebut Rumah Bebongkotan.

4. Rumah Kebaya

Rumah Kebaya dikenal juga sebagai Rumah Bapang. Rumah kebaya adalah rumah adat Betawi yang memiliki atap berbentuk menyerupai pelana yang dilipat. Namun, jika atapnya dilihat dari samping maka lipatan-lipatan tersebut terlihat seperti lipatan kebaya. Sehingga ciri khas utama rumah kebaya terletak pada bentuk atapnya.

Ciri khas rumah kebaya diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Bentuk atap menyerupai pelana dilipat.
  • Memiliki teras yang luas .
  • Bahan yang digunakan untuk pondasi rumah kebaya yakni batu kali. Sedangkan sistem pondasinya menggunakan sistem umpak.
  • Dinding rumah kebaya menggunakan kayu gowok atau kayu nangka.
  • Atap rumah kebaya menggunakan genteng dan kayu gowok .
  • Terdapat papan berbentuk segitiga yang disebut gigi balang. Gigi balang ini menjadi simbol bahwa suku betawi menjunjung tinggi kejujuran dan kerja keras.

Selain itu, untuk area rumah kebaya sendiri dibagi menjadi dua yaitu area umum dan area pribadi. Biasanya area umum terletak di bagian depan rumah dan area pribadi terletak di bagian dalam rumah sampai belakang rumah.

Ruangan yang termasuk area umum yaitu teras dan ruang tamu. Sedangkan ruangan yang termasuk area pribadi yaitu kamar tidur, dapur, ruang makan dan pekarangan belakang rumah.

Kesimpulan

Rumah adat betawi terbagi menjadi 4 jenis yaitu rumah gudang, rumah panggung, rumah joglo dan rumah kebaya. Perbedaan utama dari ke empat jenis rumah adat betawi tersebut adalah bentuk rumahnya.

Setiap jenis rumah adat betawi memiliki bentuk khas masing-masing dan terdapat ciri khasnya. Namun, rata-rata bahan yang selalu digunakan untuk semua jenis rumah adat betawi yakni kayu dan genteng.

Terdapat beberapa penyebab yang membuat bentuk jenis rumah adat berbeda-beda yakni lingkungan daerah yang berbeda sehingga kebutuhan pun ikut berbeda, fungsi rumah yang dibangun juga berbeda, dan makna setiap bagian rumah berbeda.