4 Satelit Jupiter dan Penjelasannya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Setelah membahas mengenai satelit bumi dan satelit uranus, maka sekarang kita akan belajar pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam mengenai satelit jupiter.

Satelit merupakan sebuah benda langit yang mengorbit di benda langit lainnya, seperti planet-planet yang mengorbit pada matahari.

Satelit memiliki ukuran serta massa yang lebih kecil daripada planet induknya. Planet Jupiter merupakan planet yang berada di urutan kelima dari posisinya di tata surya. Planet Jupiter merupakan planet yang terbesar di tata surya.

Selain sebagai planet yang terbesar, planet Jupiter juga merupakan planet yang memiliki paling banyak satelit di tata surya.

Planet Jupiter memiliki ukuran diameter hingga 139.822 km. Planet Jupiter memiliki gaya gravitasi yang kuat karena ukurannya yang besar.

Berdasarkan ukurannya, planet Jupiter merupakan planet superior atau planet raksasa.

Sementara untuk satelitnya sendiri memiliki ukuran yang berbeda- beda. Ada satelit yang ukurannya besar, ada pula yang tidak terlalu besar bahkan ada yang kecil. Berikut adalah satelit jupiter:

1. Io

Io

IO adalah satelit terdalam di antara empat satelit Galileo yang mengelilingi planet Jupiter.

Dengan diameter sebesar 3642 kilometer (2263 mi), Io merupakan satelit terbesar keempat di Tata Surya.

Satelit ini dinamai dari Io, yang merupakan pendeta wanita untuk Hera yang menjadi salah satu kekasih Zeus.

Dengan lebih dari 400 gunung berapi aktif, secara geologis Io merupakan objek yang paling aktif di Tata Surya.

Aktivitas geologis yang ekstrem ini disebabkan oleh pemanasan pasang surut dari friksi yang dihasilkan di bagian dalam Io ketika mengalami penarikan oleh Jupiter dan satelit-satelit Galileo lainnya Europa, Ganymede, dan Callisto.

Beberapa gunung berapi menghasilkan sulfur dan sulfur dioksida yang dapat mencapai ketinggian 500 km (300 mi) di atas permukaan.

2. Europa

europa

Europa adalah satelit keenam dari planet Jupiter. Europa ditemukan pada tahun 1610 oleh Galileo Galilei (dengan pembantahan dari Simon Marius, yang mengklaim bahwa ia telah menemukannya pada tahun 1609).

Satelit ini dinamakan atas seorang wanita bangsawan Phoenicia yang bernama Europa, yang kemudian dinikahi oleh Zeus dan menjadi ratu dari Kreta. Satelit ini adalah satelit terkecil dari empat satelit Galileo.

3. Ganymede

satelit jupiter

Ganymede adalah satelit alami planet Jupiter dan merupakan satelit alami terbesar di Tata Surya.

Ganymede adalah satelit terbesar ketujuh di Tata Surya dan satelit Galileo ketiga dari Jupiter.

Satelit ini mengitari planetnya selama tujuh hari. Ganymede turut serta dalam resonansi orbit 1:2:4 dengan satelit Europa dan Io.

Satelit ini lebih besar diameternya dibanding planet Merkurius, namun massanya hanya sekitar setengahnya.

4. Callisto

callisto

Callisto adalah satelit planet Jupiter yang ditemukan pada tahun 1610 oleh Galileo Galilei.

Callisto merupakan satelit terbesar ketiga di Tata Surya dan terbesar kedua di sistem Jupiter setelah Ganymede.

Diameter Callisto kurang lebih sekitar 99% diameter planet Merkurius, tetapi massanya hanya sekitar sepertiganya.

Berdasarkan jarak, ia adalah satelit Galileo keempat dari Jupiter, dengan jari-jari orbit sekitar 1.880.000 km.

Satelit ini tidak ikut serta dalam resonansi orbit yang memengaruhi tiga satelit Galileo lainnya Io, Europa, dan Ganymede dan akibatnya tidak mengalami pemanasan pasang surut.

Rotasi Callisto terkunci pasang surut terhadap Jupiter, sehingga belahan yang sama selalu menghadap ke arah Jupiter dan Jupiter tampak diam di langit Callisto.

fbWhatsappTwitterLinkedIn