Biologi

Sistem Pernapasan Pada Ular: Alat Pernapasan dan Prosesnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Jika kita disuruh menyebutkan hewan reptilia, rata-rata yang tercetus pertama kali adalah ular. Meskipun banyak yang mengenalnya sebagai hewan berbahaya, beberapa orang justru memeliharanya sebagai hobi dan dianggap hewan eksotis. Ular adalah hewan reptil atau hewan melata, kata reptil diambil dari bahasa latin ”reptans”, seperti hewan reptil lainnya ular juga memiliki darah dingin. Ular merupakan reptil dari kelompok ordo squamata, termasuk juga kadal.

Ada beberapa ordo pada hewan reptilia, antara lain ordo Crocodilia, buaya dan aligator digolongkan ordo ini, yang ke dua ordo testudinata yaitu kura-kura, penyu dan yang terakhir adalah ordo squamata, ular merupakan ordo squamata dan ordo ini adalah ordo yang memiliki jumlah species paling banyak di bumi. Reptil tidak dapat mengatur suhu tubuhnya sendiri, termasuk juga ular, itulah mengapa ular suka berpindah-pindah tempat mencari suhu yang lebih rendah atau mencari tempat dingin. Ular adalah hewan yang berkembang biak dengan bertelur, ular akan mencari tempat yang lembab untuk menetaskan telurnya.

Sedangkan sistem pernapasan ular sangat berbeda dengan hewan mamalia, meskipun ular juga memiliki paru-paru seperti halnya hewan mamalia. Lalu bagaimanakah cara ular bernapas dan apa saja alat pernapasan yang dimiliki ular. Berikut penjelasannya.

Alat Pernapasan Ular

Alat Pernapasan Ular

Sama halnya reptilia lain, ular juga memiliki paru-paru sebagai alat pernapasan utamanya. Selain paru-paru, ular juga memiliki alat pernapasan lain yang mendukung sistem pernapasan ular.

  • Lubang hidung
    Lubang hidung adalah alat pernapasan terluar ular, fungsinya adalah untuk masuknya udara dari luar tubuh ular
  • Glotis
    Glotis adalah lubang kecil yang letaknya di belakang lidah, glotis ini adalah celah vertikal yang tertutup dan terbuka saat ular melakukan pernapasan. Di dalam glotis terdapat tulang rawan yang akan bergetar jika ular mengeluarkan udara dengan sengaja (bukan termasuk proses respirasi) dari paru-paru, inilah yang menyebabkan suara ular berdesis.
  • Trakea
    Setelah glotis, kemudian udara akan berjalan merambat ke trakea atau tenggorokan. Trakea ular bentuknya memanjang dan terdapat cincin-cincin tulang rawan yang mengelilinginya. Letak trakea ini dekat dengan jantung dan bercabang menuju bronkus.
  • Bronkus
    Bronkus terletak sebelum paru-paru, bronkus ini adalah saluran udara yang menuju ke paru-paru. Ada dua bronkus utama yang mengalirkan udara ke paru-paru.
  • Paru-Paru
    Meskipun ular memiliki paru-paru, namun hanya satu paru-paru saja yang berfungsi, ular juga tidak melakukanadanya pertukaran udara di dalam paru-paru.

Proses Ssitem Pernapasan Ular

Inti sistem pernapasan pada mahkluk hidup yaitu menghirup udara dan diolah sehingga kebutuhan okisgen terpenuhi, serta mengeluarkan karbondioksida ke luar tubuh. Namun hal ini tidak terjadi pada ular, meskipun ular memiliki paru-paru.

Pernapasan yang dilakukan ular diawali dengan menghirup udara melalui lubang hidung kemudian mengalir ke trakea. Ular hanya mendapatkan udara masuk melalui lubang hidungnya.

Namun ular juga memiliki glotis, yaitu berfungsi seperti katup yang dapat menutup dan membuka, glotis akan menutup saat ular makan mangsanya, hal ini mencegah makanan untuk masuk ke paru-parunya.

Setelah melalui glotis, udara akan sampai ke paru-paru. Paru-paru ular yang letaknya dekat dengan kepala berfungsi untuk bernapas, meskipun ular memiliki dua paru-paru namun hanya jenis ular tertentu saja yang kedua paru-parunya berfungsi untuk sistem respirasinya.

Tak seperti hewan mamalia, ular tidak memiliki diafragma. Gerakan pernapasan pada ular menggunakan otot yang berkontraksi dan melebar, letaknya ada di antara tulang rusuk ular.

Otot ular yang berada di anatra tulang rusuknya akan melakukan kontraksi saat ular menghirup udara, saat menghembuskan udara otot mengalami relaksasi dan karbondioksida dikeluarkan dari lubang hidung.

Ular jenis tertentu juga menggunakan kulit sebagai alat pernapasan, biasanya ular laut yang memiliki fungsi kulit sebagai salah satu alat respirasinya.

Meskipun ular laut menggunakan kulitnya untuk bernapas, namun ular ini tetap memiliki sistem respirasi yang sama dengan ular lain pada umumnya.

Ada banyak jenis ular, species ular memang sangat banyak dan tersebar di seluruh penjuru bumi kecuali di kutub utara. Salah satu jenis ular yang mudah ditemukan di lahan pertanian atau hutan yaitu ular welang, kulitnya berwarna hitam dan kuning.

Ada juga ular yang dikenal besar ukurannya, meskipun tidak berbisa namun ular ini dapat melilit tubuh mangsanya hingga mati. Ular sanca kembang atau reticulated python, banyak di temui di seluruh wilayah di Indonesia dan dapat tumbuh besar hingga 10 meter.

Salah satu ular berbahaya yang banyak juga ditemukan di pekarangan, sawah bahkan di halaman rumah sekalipun, yaitu ular kobra.

Ular kobra ini sebenarnya tidak suka menyerang atau bahkan mendekati manusia, jika kalian menemukan kobra di sekitar rumah itu karena habitatnya terusik dengan pembangunan atau pengurukan lahan hijau. Ular kobra juga dikenal dengan sebutan ular sendok oleh orang Indonesia.

Meskipun ular merupakan hewan reptil yang ditakuti oleh manusia, namun ular juga dapat membantu pertanian. Rantai makanan yang terjadi di habitat sawah misalnya, dengan adanya ular maka petani juga terbantu karena ular memangsa tikus yang biasanya merusak tanaman.