Biologi

Sistem Reproduksi Wanita: Fungsi – Struktur dan Cara Kerjanya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Setelah membahas mengenai sistem reproduksi pria, kali ini kita akan membahas mengenai Sistem Reproduksi Wanita. Berikut pembahasannya.

Apa itu Sistem Reproduksi Wanita?

Sistem reproduksi wanita merupakan sekelompok organ yang terlibat dalam sistem reproduksi, dalam hal ini untuk mempersiapkan kehamilan hingga melahirkan.

Setiap organ reproduksi dirancang dengan fungsinya masing-masing. Organ-organ ini dimiliki wanita sejak lahir, namun kemampuan reproduksinya baru akan dimulai setelah masa pubertas.

Fertilisasi (pembuahan) diawali dengan pembentukan  spermatozoa di dalam testis dan ovum di dalam ovarium. 

Pembentukan spermatozoa disebut spermatogenesis dan pembentukan ovum disebut oogenesis.

Sistem reproduksi juga dapat mengalami gangguan akibat penyakit atau kelainan.  Penyakit pada sistem reproduksi dapat disebabkan oleh kuman penyakit, faktor genetik, atau hormon.

Fungsi Sistem Reproduksi Wanita

Fungsi utama dari organ reproduksi wanita adalah memproduksi sel telur untuk pembuahan.

Selain itu, organ-organ ini juga berfungsi sebagai tempat berkembangnya janin.

Agar fungsinya bisa berjalan dengan baik, sistem reproduksi wanita memiliki struktur tersendiri untuk mempertemukan sperma dan sel telur.

Sistem reproduksi wanita memproduksi sendiri hormon yang dibutuhkan untuk mengontrol siklus menstruasi bulanan.

Hormon ini lah yang kemudian akan memicu perkembangan sel telur serta pelepasannya setiap bulan. Proses ini disebut juga dengan ovulasi.

Struktur Sistem Reproduksi Wanita

Berikut adalah struktur dari reproduksi wanita, Berikut penjelasannya:

Bagian Eksternal

  • Labia mayora (bibir besar)
    Ini merupakan alat reproduksi wanita bagian luar yang terdiri dari dua pasang lipatan kulit di kedua sisi bukaan vagina, bernama labia mayora dan labia minora. 
  • Labia minora (bibir kecil)
    Labia minor terletak di sebelah dalam labia mayor dan mengelilingi pembukaan vagina serta uretra yaitu saluran yang membawa urine dari kandung kemih, ke luar tubuh. 
  • Klitoris
    Klitoris merupakan bagian yang erektil (bisa membengkak atau membesar), seperti penis pada pria.
  • Kelenjar bartolin
    Kelenjar ini terletak di kedua sisi bukaan vagina yang berfungsi menghasilkan lendir kental untuk melumasi vagina ketika berhubungan seksual.

Bagian Internal

  • Vagina
    Pada vulva, terdapat bukaan vagina. Vagina itu sendiri sebenarnya terletak dalam tubuh di belakang kandung kemih, lebih rendah dari rahim.
  • Serviks
    Serviks merupakan pintu masuk antara vagina dan rahim, yang berupa lorong sempit. Dinding serviks bersifat fleksibel, sehingga dapat meregang dan membuka jalan lahir saat persalinan.
  • Ovarium
    Ovarium, atau indung telur, berada di sisi kanan dan kiri rongga panggul yang bersebelahan dengan bagian rahim atas.
  • Uterus
    Uterus atau rahim adalah suatu ruang kosong yang berbentuk seperti buah pir dan berfungsi sebagai tempat berkembangnya janin. Uterus terletak di antara kandung kemih dan rektum.
  • Tuba falopi
    Tuba falopi merupakan bagian organ reproduksi yang berbentuk seperti pipa atau tuba.

Cara Kerja Sistem Reproduksi Wanita

Aktivitas sistem reproduksi wanita dikontrol oleh hormon yang dilepaskan oleh otak maupun ovarium.

Kombinasi dari hormon-hormon ini lah yang kemudian akan memulai siklus reproduksi pada wanita. Lamanya siklus reproduksi atau siklus menstruasi seorang wanita umumnya adalah 24-35 hari.

Dalam jangka waktu tersebut, sel telur akan dibentuk dan dimatangkan. Di waktu yang bersamaan, dinding rahim akan bersiap untuk menerima sel telur yang dibuahi.

Jika pembuahan ternyata tidak terjadi selama siklus ini, maka dinding rahim yang disiapkan untuk kehamilan tersebut akan luruh dan dikeluarkan dari dalam tubuh.

Proses inilah yang dinamakan menstruasi. Darah menstruasi adalah hasil luruhan dinding rahim, yang tidak menerima sel telur yang sudah dibuahi. Hari pertama menstruasi adalah hari pertama dari siklus reproduksi kembali dimulai.

Penyakit pada Sistem Reproduksi Wanita

Berikut adalah penyakit pada reproduksi wanita:

  • Kanker pada sistem reproduksi wanita
    Kanker yang menyerang organ reproduksi wanita disebut juga kanker ginekologis.
  • Endometriosis
    Salah satu penyakit pada sistem reproduksi wanita yang juga cukup sering didengar adalah endometriosis.
  • Radang panggul
    Penyakit radang panggul disebabkan oleh infeksi yang menimbulkan peradangan pada organ reproduksi wanita.
  • Rahim turun (prolaps uteri)
    Ini adalah kondisi di mana posisi rahim turun hingga ke vagina atau keluar dari bagian tersebut.

Cara Menjaga Kesehatan Sistem Reproduksi Wanita

Berikut adalah beberapa cara untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita:

  • Bersihkan organ intim
  • Sering mengganti celana dalam
  • Mengkonsumsi makanan yang sehat
  • Berhubungan seks yang aman
  • Hindari rokok dan minuman akohol
  • Olahraga teratur.