Biologi

Sistem Saraf Pada Ikan: Fungsi – Jenis dan Cara Kerjanya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Diantara sistem organ penting dalam tubuh makhluk hidup adalah sistem saraf. Sistem saraf merupakan gabungan organ-organ saraf yang berfungsi sebagai pengatur dan pengendali setiap aktivitas dalam tubuh makhluk hidup, seperti gerak, melihat, bicara, menanggapi rangsang, hingga mengatur berbagai kinerja organ tubuh lainnya. Pembahasan kali ini, akan dibahas mengenai sistem saraf pada ikan yang meliputi pengerian, fungsi, dan juga cara kerjanya.

Apa itu Sistem Saraf Pada Ikan?

Sebelum membahas mengenai sistem saraf pada ikan, maka akan dibahas terlebih dahulu mengenai pengertian dari sistem saraf itu sendiri. Sistem saraf merupakan sistem organ makhluk hidup (manusia dan hewan) yang terdiri dari jutaan sel saraf (neuron) yang saling terhubung dan mengatur segala aktivitas tubuh makhluk hidup.

Sel-sel saraf pada ikan mulai berkembang sejak permulaan masa stadia embrio dan berasal dari neuron atau sel saraf. Setiap neuron tersebut terdiri dari inti neuron dan jaringan perpanjangan sel yang terdiri atass dendrit dan akson. Dendrit berfungsi untuk menerima impuls sedangkan akson sebagai penerus impuls tersebut. Titik pertemuan antara dendrit dan akson disebut sebagai sinaps.

Fungsi Sistem Saraf Pada Ikan

Pada ikan sistem saraf berfungsi untuk:

  • Menerima impuls atau rangsangan dari lingkungan dan memprosesnya untuk menghasilkan reaksi atau respon.
  • Mengatur kinerja organ dan sistem organ ikan, seperti pergerakan ikan di dalam air, pencernaan, peredaran darah, dan selainnya.
  • Mengatur keseimbangan serta koordinasi otot dan saraf pada ikan.
  • Mengintegrasikan dengan sistem endokrin untuk mengontrol osmoregulasi, sistem metabolisme, pertumbuhan, reproduksi, dan sebagainya.

Jenis Sistem Saraf Pada Ikan

Sistem saraf pada hewan vertebrata, termasuk ikan, dibedakan menjadi:

Sistem Saraf Pusat (Systema Nervorum Centrale)

Sistem saraf pusat pada ikan terdiri dari:

Otak (encephalon)

Bagian-bagian otak ikan adalah sebagai berikut:

a. Telencephalon

Merupakan bagian otak ikan yang paling depan. Di dalam telencephalon terdapat gelembung penciuman yang memiliki sel saraf penciuman dan menjadi pusan indera penciuman ikan. Bagain otak telencephalon terdiri atas:

  • Lobus olfactory
  • Tractus olfactorius
  • Bulbus olfactorius
  • Hemisphaerium cerebri.

b. Diencephalon

terletak di belakang telencephalon ventral. Di bagian otak ini terdapat:

  • Thalamus
  • Hypothalamus
  • Lobus inferior
  • Saccus vasculous.

c. Mesencephalon

merupakan bagian otak tengah yang menjadi pusat indera penglihatan. Mesencephalon terdiri dari:

  • Lobus opticus
  • Stratum fibrosum
  • Stratum grisseum central
  • Stratum album central.

d. Metencephalon (Cerebellum)

Merupakan bagian otak yang cukup besar dan terletak di belakang mesencephalon. Metencephalon terdiri dari:

  • Korteks ((lapisan molekuler, lapisan sel purkinje, dan lapisan sel granuler)
  • medulla

e. Myelencephalon

Myelencephalon merupakan bagian dari otak belakang yang disebut juga sebagai medulla oblongata. Bagian otak ini memiliki lanjutan ke caudal sebagai sumsum tulang belakang (medulla spinalis).

Sumsum Tulang Belakang (medulla spinalis)

Sistem Saraf Tepi (Systema Nervorum Periphericum)

Sistem saraf tepi pada ikan tersusun atas saraf otak (nevi cerebralis) dan saraf spnal (nervi spinalis)

Sistem Saraf Otonom

Sistem saraf otonom dibedakan menjadi sistem saraf parasymphatc dan sistem saraf symphatic.

Organ Perasa Khusus (Special Sense Organs)

Organ perasa khusus terdiri atas organ gurat sisi (linea lateralis), hidung, telinga, dan mata.

Adapun jenis-jenis saraf pada ikan dibedakan menurut:

  • Berdasarkan Fungsi Organ yang Dirangsang
    Berdasar fungsi organ yang dirangsang, sistem saraf pada ikan dibedakan menjadi:
    • Saraf cerebrospinalis, yaitu saraf yang merangsang otot bergaris (striated muscle) pada ikan.
    • Saraf otonom (vegetatif), yaitu saraf yang merangsang otot jantung (cardiac muscle), urat daging licin (smooth muscle), dan juga kelenjar-kelenjar dalam tubuh ikan.
  • Berdasarkan Fungsi dari Rangsangan
    Berdasarkan fungsi dari rangsangan itu sendiri, saraf pada ikan dibedakan menjadi:
    • Saraf sensibel (afferent), yatu saraf yang berfungsi untuk meneruskan rangsang dari perifer (sistem saraf tepi) ke sistem saraf pusat.
    • Saraf motoris (efferent), yaitu saraf yang meneruskan rangsangan dari sistem saraf pusat ke sistem saraf tepi.
    • Saraf penghubung, yaitu saraf yang menghubungkan satu jenis saraf dengan jenis saraf yang lainnya, seperti antara saraf motorik dengan saraf sensibel.

Cara Kerja Sistem Saraf Pada Ikan

Secara umum, cara kerja dari sistem saraf pada ikan yaitu, ketika ikan menerima rangsang dari lingkungannya melalui organ perasa (sense organs), seperti kulit (sisik), sirip, dan ekor. Impuls yang berupa yang diterima ikan melalui organ perasa diubah menjadi gelombang elektrokimia dan ditransmisikan ke sepanjang sistem saraf yang tersusun atas neuron-neuron atau serabut saraf. Rangsangan tersebut kemudian diteruskan ke otak ikan yang kemudian direspon dalam bentuk tingkah laku.

Kesimpulan Pembahasan

Berikut adalah kesimpulan dari pembahasan mengena sistem saraf pada ikan yang telah dijabarkan diatas:

  • Sistem saraf ikan merupakan sistem organ pada ikan yang terdiri atas serangkaian organ dan jaringan saraf yang tersusun atas jutaan neuron atau sel saraf.
  • Fungsi dari sistem saraf ikan yang paling utama adalah untuk melakukan koordinasi terhadap segala bentuk aktivitas ikan, kinerja organ-organ tubuh ikan, mengatur  osmoregulasi, sistem melabolisme, pertumbuhan, reproduksi, dan sebagainya.
  • Jenis sistem saraf pada ikan terdiri atas sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang, sistem  saraf tepi, sistem saraf otonom, dan organ perasa khusus.
  • Saraf pada ikan dibedakan menurut fungsi organ yang dirangsang dan juga fungsi dari rangsangan yang dihasilkan.
  • Cara kerja sistem saraf ikan adalah: ikan menerima impuls atau rangsangan dari lingkungannya melalui organ-organ perasa impuls diubah menjadi gelombang elektromagnetik  gelombang elektronik ditransmisikan ke sepanjang sistem saraf  rangsangan sampai ke pusat saraf direpon dalam bentuk tingkah laku.