PPKN

Alasan Indonesia Tidak Punya Nuklir

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Kenapa Indonesia tidak memiliki nuklir?

Sebelum membahasnya, kita perlu tahu dahulu apa itu senjata nuklir?

Senjata nuklir adalah senjata dengan daya pemusnah yang sangat dahsyat, senjata ini hanya dimiliki dan dikembangkan oleh beberapa negara saja di dunia. Senjata nuklir ini pernah digunakan dua kali dalam pertempuran pada masa Perang Dunia II oleh Amerika Serikat (AS).

Tentu Indonesia mampu memiliki dan mengembangkan nuklir tetapi ada beberapa alasan yang menjadikan Indonesia tidak memiliki nuklir. Bahkan pada masa pemerintahan presiden Soekarno, Indonesia sempat berencana untuk memgembangkan senjata nuklir, karena presiden soekarno terinspirasi dari Tiongkok yang berhasil melakukan uji coba bom atom pertam pada 16 oktober 1996.

Namun ada beberapa alasan yang membuat Indonesia tidak mempunyai nuklir. Berikut ini alasan Indonesia tidak mempunyai senjata nuklir, simak pemabahasannya

Berada di dalam Zone of Peace, Freedom and Neutrality (ZOPFAN)

Tahukan kamu apa aitu ZOPFAN? ZOPFAN adalah singkatan dari Zone of Peace, Free, and Neutralilty Declaration yang merupakan bentuk deklarasi yang memiliki tujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas regional di kawasan Asia Tenggara, mengingat Asia Tenggara adalah kawasan yang sangat strategis tetapi rentan terhadap dominasi dan ancaman dari negara-negara lainnya.

Oleh karena itu, ZOPFAN akan menjamin adanya keamanan dan kebebasan bagi negara-negara ASEAN untuk membangun dan mengembangkan negaranya. 

Hal tersebut yang menjadi alasan utama mengapa Indonesia tidak memiliki nuklir yaitu karena Indonesia merupakan salah satu negara bagian Asia Tenggara yang berada di dalam Zone of Peace, Freedom and Neutrality (ZOPFAN). Sedangkan di dalam ZOPFAN ada salah satu syarat utamanya yaitu membuat Kawasan bebas senjata nuklir di Kawasan ASEAN.

Sebelum rencana Indonesia ingin mengembangkan nuklir, Indonesia sudah berada di dalam ZOPFAN. Karena pembentukan Kawasan bebas senjata nuklir ini baru disetujui oleh semua anggota ASEAN pada 15 Desember 1995 di Bangkok yang dikenal dengan nama Traktat Bangkok.

Berikut ini beberapa poin dari isi traktat Bangkok tersebut, yaitu:

  • tidak mengembangkan, memproduksi, membeli, mempunyai, atau menguasai senjata nuklir, pangkalan nuklir, ataupun melakukan uji coba dan juga menggunakan senjata nuklir baik di dalam maupun di luar kawasan Asia Tenggara.
  • Tidak meminta ataupun menerima bantuan berkenaan dengan nuklir.
  • Tidak melakukan segala kegiatan pemberian bantuan ataupun menyokong pembuatan atau pengambil alihan peralatan nuklir oleh negara mana pun juga.
  • Tidak menyediakan sumber daya atau material khusus serta perlengkapan kepada negara persenjataan non-nuklir di mana pun ataupun negara persenjataan nuklir terkecuali negara tersebut telah memenuhi perjanjian keselamatan dari The International Atomic Energy Agency.
  • Mencegah wilayah laut kawasan Asia Tenggara dari pembuangan sampah radioaktif dan/atau bahan-bahan radioaktif oleh siapa pun juga.

Berdasarkan beberapa poin Traktat Bangkok tersebut, Indonesia tidak memiliki senjata nuklir bukan karena tidak mampu mengembangkan teknologi nuklir, melainkan karena Indonesia tidak ingin dan tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Memiliki potensi perang terjadi dan dimusuhi oleh berbagai negara

Alasan kedua Indonesia tidak memiliki nuklir yaitu berpontensi terjadinya perang dan juga dimusuhi oleh berbagai negara, salah satunya Amerikat Serikat.

Hal ini telah terbukti bahwa Amerika Serikat (AS) pada tahun 2006 lalu pernah mengecam Iran karena tidak ingin berhenti dalam kegiatan eksplorasi uranium. Bahkan otoritas AS sampai menyeret lembaga atom dunia IAEA untuk memberikan peringatan tegas kepada Iran.

Apabila Iran mampu mengembangkan nuklir dengan sempurna maka Liga Arab akan mengalami ketakutan mengingat Iran adalah musuh berat mereka dalam bisnis perminyakan.

Itulah yang menjadi alasan Indonesia tidak memiliki atau mengembangkan nuklir karena apabila Indonesia berhasil dalam mengembangkan senjata nuklir maka dengan jelas akan mendapatkan reaksi keras dari Amerika Serikat, seperti Iran.

Perlu kamu ketahui bahwa senjata nuklir saat ini benar-benar menjadi pengawasan dunia karena dianggap sebagai salah satu yang membahayakan. Oleh karena itu, jika Indonesia bersikeras mengembangkan senjata nuklir, maka banyak negara besar akan menekan bahkan mereka tidak segan untuk menempuh jalan perang sekalipun.

Dapat mengancam peradaban

Alasan Indonesia tidak memiliki nuklir yaitu mengancam peradaban manusia di Indonesia dan juga dunia. Apabila Indonesia mengembangkan senjata nuklir, tentu hal tersebut juga akan menentang keras dari rakyat karena mereka menganggap hal tersebut akan menimbulkan bencana yang mengerikan bagi makhluk hidup termasuk manusia di Indonesia maupun di dunia.

Meskipun di satu sisi nuklir dianggap sebagai suatu terobosan yang spektakuler, tetapi risiko yang ditimbulkan akibat ledakan dari nuklir juga sangat besar bahkan dapat mengancam peradaban manusia itu sendiri. Bahkan tidak sedikit pula LSM lingkungan yang memprotes keras program nuklir lantaran dianggap akan merusak lingkungan secara permanen.

Itulah 3 alasan mengapa Indonesia tidak memiliki senjata nuklir walaupun jika memiliki senjata nuklir bisa membuat pertahanan negara menjadi semakin kuat. Contohnya yaitu negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia yang saat ini menjadi negara kuat karena memiliki senjata nuklir yang hebat.

Tidak hanya itu, bahkan Korea Utara bisa ditakuti banyak negara di dunia karena memiliki senjata nuklir yang sangat mematikan. Tentu indonesia juga bisa saja disegani dunia internasional seandainya sukses mengembangkan senjata nuklir, namun risiko tersebut lebih besar dan bisa merusaka peradaban manusia ataupun bahkan bisa terjadi perang dunia.