Biologi

4 Aliran Energi dalam Ekosistem : Pengertian, Jenis, dan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Aliran energi merupakan perubahan bentuk energi dari suatu energi menjadi energi yang lain. Atau juga bisa perubahan tingkatan energi, dari satu tingkatan ke tingkatan selanjutnya. Pada proses ini terjadi pengurangan energi pada setiap tingkatan.

Energi sendiri merupakan sebuah kemampuan yang dapat melakukan suatu usaha atau sebuah pekerjaan yang dapat memberi perubahan dalam beberapa hal. Banyak macam energi yang dapat dijumpai di sekitar kita.

Misalnya saja energi air, panas, panas bumi, cahaya, bunyi , listrik dan juga angin. Dari energi tersebut dapat menyebabkan sebuah perubahan. Tidak dapat dipungkiri bahwa energi sangat penting bagi makhluk hidup.

Setiap makhluk hidup baik itu manusia, hewan ataupun tumbuhan juga membutuhkan energi demi keberlangsungan hidup mereka. Misalnya saja energi panas yang berasal dari matahari, dengan adanya energi panas matahari tersebut sehingga tumbuhan dapat melakukan fotosintesis.

Fotosintesis merupakan cara tumbuhan memperoleh sebuah energi untuk berkembang. Dalam proses fotosintesis ini terjadi  pemindahan bentuk energi dari energi panas menjadi energi kimia yang berupa senyawa organik pada tumbuhan.

Lalu tumbuhan tersebut dimakan oleh konsumen sehingga terjadi perpindahan energi ke konsumen dan menghasilkan energi yang lain, begitu juga seterusnya,  hal ini yang disebut dengan aliran energi. Dan apabila tumbuhan tidak memperoleh energi panas dari matahari maka dapat mempengaruhi ekosistem makhluk hidup.

Ekosistem adalah suatu kesatuan fungsional antara makhluk hidup dan lingkungan, yang terdapat hubungan saling mempengaruhi atau timbal balik satu sama lain.

Jenis aliran energi dalam ekosistem

Biasanya di dalam suatu ekosistem terdapat beberapa rantai makanan. Rantai makanan merupakan salah satu contoh adanya aliran energi pada ekosistem. Aliran energi pada ekosistem terjadi karena adanya perpindahan suatu bentuk energi menjadi bentuk energi lain dapat juga melalui makan memakan.

Rantai makanan

Rantai makanan merupakan proses makan memakan yang ada di dalam suatu ekosistem. Tumbuhan merupakan produsen yang membuat makanan. Yang dimakan oleh herbivora, lalu dimakan oleh konsumen sekunder yakni karnivora.

Menurut Khan Academy tetapi aliran energi pada rantai makanan tidak terlalu efektif, karena tidak semua energi yang dimiliki makhluk hidup diperoleh seutuhnya dari makhluk hidup tingkatan lain. Misalnya saja dua puluh ribu kalori yang dihasilkan oleh produsen, konsumen primer pada rantai makanan hanya memperoleh sepuluh persen energi.

Hal ini dapat terjadi dikarenakan makhluk hidup juga merubah energi mereka menjadi molekul organik seperti kotoran, sehingga tidak dapat dikonsumsi oleh makhluk hidup lain. Selain itu semua makhluk hidup juga menggunakan energi mereka untuk beraktivitas sehari-hari. Sehingga mereka tidak dapat memperoleh energi utuh dari makhluk hidup tingkat sebelumnya.

Maka dari itu apabila semakin pendek rantai makanan maka akan semakin besar energi yang didapat oleh organisme yang berada di ujung rantai makanan.

Jaring-jaring makanan

Jaring-jaring makanan merupakan gabungan dari berbagai rantai makanan dalam suatu ekosistem. Apabila jaring-jaring makanan yang ada di dalam suatu ekosistem semakin kompleks, sehingga akan semakin tinggi tingkat kestabilan ekosistem tersebut. Maka dari itu rantai makanan tidak boleh terputus atau musnah, demi menjaga kestabilan suatu ekosistem.

Tingkat trofik

Seperti halnya suatu tingkatan trofik makhluk hidup memakan makhluk hidup di tingkat trofik yang lain untuk memperoleh sebuah energi. Trofik sendiri merupakan tingkatan atau pengelompokan suatu organisme  dalam ekosistem pada rantai makanan sesuai dengan tingkatannya, karena adanya aliran energi. 

Tingkatan trofik pada suatu rantai makanan :

  • Produsen

Aliran energi pada rantai makanan berawal dari produsen. Di sini produsen dapat membuat makanan  sendiri yang diperoleh dari air dan juga panas matahari. Karena sebagai produsen maka mereka tidak memakan makhluk lain untuk memperoleh energi, akan tetapi mereka yang dimakan oleh makhluk lain. 

  • Konsumen primer

Tingkat kedua ialah mereka yang langsung memakan produsen, konsumen primer biasanya disebut dengan herbivora atau pemakan tumbuhan. 

  • Konsumen sekunder

Pada tingkatan ketiga ada konsumen sekunder, yakni biasanya merupakan hewan yang memakan herbivora, konsumen sekunder biasanya disebut dengan karnivora karena pemakan daging. Akan tetapi karnivora pada tungkat ketiga ini juga masih bisa dimangsa oleh sesama hewan karnivora lain. 

  • Konsumen tersier

Konsumen teriser yang memakan konsumen sekunder atau karnivora dan juga seterusnya. Ini merupakan tingkatan terakhir atau konsumen puncak, yang mana pada tingkatan ini hewan tersebut tidak dapat dimakan oleh hewan lain.

Pada setiap tingkatan trofik memiliki singkatan yang lebih mudah untuk diingat. Pada tingkat trofik pertama disebut juga dengan organisme autotrof. Lalu pada tingkatan trofik kedua yakni herbivora. Tingkatan trofik ketiga yakni karnivora primer dan tingkatan trofik terakhir adalah karnivora sekunder.

Piramida Ekologi

Piramida ekologi merupakan gambaran dari susunan trofik berdasarkan berat, kepadatan populasi ataupun kemampuan menyimpan energi. Piramida ekologi ini berfungsi untuk menunjukkan perbandingan antar trofik pada ekosistem. Ada tiga macam piramida ekologi, yakni:

  • Piramida jumlah

Piramida jenis ini menunjukkan jumlah organisme pada setiap tingkatan trofik. Pada umumnya piramida jenis ini berbentuk menyempit ke atas serta urutan jumlahnya dari tingkatan terendah hingga tertinggi

  • Piramida biomassa

Piramida jenis ini menunjukkan berkurangnya energi yang diperoleh pada setiap tingkatan trofik pada ekosistem. Dengan bentuk mengecil ke arah puncak. 

  • Piramida energi

Piramida jenis ini menunjukkan hilangnya energi di setiap perpindahan energi setiap trofik. Piramida jenis ini disebut paling akirat mengenai aliran energi pada ekosistem. 

Contoh aliran energi pada ekosistem

Contoh aliran energi pada ekosistem di darat :

  • Tingkatan trofik pertama atau produsen, pada tingkatan ini ada daun, rumput, tanaman yang telah melakukan fotosintesis. Daun menyerap energi panas dari matahari lalu diubah menjadi energi kimia dalam proses fotosintesis.
  • Pada tingkatan trofik kedua terdapat herbivora yang memakan produsen. Seperti ulat, belalang ataupun serangga.
  • Selanjutnya di tingkatan trofik ketiga terdapat hewan yang memakan herbivora. Seperti burung pipit, ayam, dan yang lainnya. 
  • Di tingkatan trofik terakhir terdapat hewan karnivora yang memakan karnivora lainnya. Sepeti ular, elang, musang, singa dan lain sebagainya. 

Aliran energi pada suatu ekosistem hampir sama. Hanya saja organisme yang berada di dalamnya yang membedakan. Akan tetapi pada ekosistem perairan seperti pada rawa, sungai ataupun laut terdapat sedikit perbedaan. Terdapat organisme autotrof di dalamnya, organisme ini adalah fitoplankton serta gangga. Fitoplankton merupakan plankton yang bisa melakukan fotosintesis. 

Contoh aliran energi pada ekosistem di laut :

  • Tingkatan trofik pertama atau produsen, pada tingkatan ini fitoplankton yang telah melakukan fotosintesis. fitoplankton menyerap energi panas dari matahari lalu diubah menjadi energi kimia dalam proses fotosintesis.
  • Pada tingkatan trofik kedua terdapat herbivora yang memakan produsen. Seperti siput, udang atapun ikan ikan kecil.
  • Selanjutnya di tingkatan trofik ketiga terdapat hewan yang memakan herbivora. Seperti anjing laut ataupun ikan yang lebih besar. 
  • Di tingkatan trofik terakhir terdapat hewan karnivora yang memakan karnivora lainnya. Sepeti hiu, paus dan hewan buas lainnya. 

Cahaya matahari adalah sumber energi yang penting bagi setiap makhluk hidup. Karena jika tidak adanya sumber energi dari matahari maka bisa menghambat aliran energi pada suatu ekosistem, baik itu ekosistem di darat ataupun ekosistem di air.

Dengan adanya aliran energi dalam ekosistem tersebut, maka setiap makhluk hidup dapat menempati tingkatan trofik yang sesuai. Pada tingkatan pertama terdapat organisme yang berperan sebagai produsen.

Organisme ini dapat membuat makanan mereka sendiri yang diperoleh dari sumber energi seperti air dan sinar matahari. Lalu pada tingkatan trofik kedua terdapat konsumen primer yang memakan produsen, yang disebut dengan herbivora.

Untuk tingkatan trofik tiga adalah konsumen primer yaitu hewan karnivora primer. Dan tingkatan trofik keempat atau terakhir adalah konsumen tersier yang merupakan hewan karnivora sekunder, ini merupakan puncak dari ekosistem karena tidak dapat dimakan oleh hewan lain.