Biologi

Atrofi Otak: Pengertian – Gejala dan Penyebabnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Bagian tubuh manusia bagai permata. Seluruhnya penting dan tak pernah tak penting untuk tubuh itu sendiri. Bagian tubuh satu dengan bagian tubuh lain saling bekerjasama demi menciptakan alunan selaras agar tubuh dapat digunakan secara utuh.

Salah satu bagian dalam tubuh manusia yang memegang peran sangat penting adalah bagian kepala, khususnya otak. Otak mendiami wilayah kepala sangatlah harus dijaga keberadaannya.

Jika tidak, bagian tubuh yang termasuk organ dalam ini dapat mengalami gangguan yang dapat memengaruhi sistem kerja tubuh lainnya. Salah satu gangguan pada otak diantaranya adalah atrofi otak.

Apa yang dimaksud dengan Atrofi Otak?

Ketika membahas lebih dalam mengenai tubuh manusia, maka hal paling pertama mendarat di kepala yaitu sebuah susunan kompleks dan tidak sedikit.

Memang tidak salah bahwa susunan daripada tubuh manusia hadir dengan susunan kompleks. Tubuh manusia terdiri atas bagian-bagian tubuh serta sistem-sistemnya masing-masing.

Bagian beserta sistemnya tersebut bereksistensi dengan saling bekerjasama satu sama lain dan menciptakan hubungan selaras demi tegaknya fungsi tubuh itu sendiri. Salah satu bagian paling utama di dalam susunan tubuh manusia adalah kepala. Pada bagian tersebut, eksistensi otak menjadi bintang utama.

Sebagaimana otak berdiam di bagian kepala, yaitu bagian atas juga, eksistensi bintang utama tersebut bagai memegang peran raja. Bagaimana tidak, organ dalam tubuh satu ini memegang peran sebagai pusat kontrol bagi tubuh.

Tanpa adanya otak, bagian tubuh serta sistem-sistem tubuh satu dengan lainnya tak dapat bekerjasama secara maksimal. Akan tetapi, apabila keadaan dan situasi otak mengalami gangguan, tentunya hal ini tidak dapat dibiarkan begitu saja. Salah satu gangguan dengan menyerang wilayah otak yaitu atrofi otak.

Di bidang kedokteran, atrofi mengandung makna yaitu suatu keadaan dimana sebuah dan atau salah satu bagian tubuh mengalami perubahan ukuran daripada sebelumnya. Dapat dikatakan bahwa atrofi otak yaitu suatu keadaan dimana otak mengalami perubahan ukuran.

Perubahan dalam hal ini mengarah pada keadaan ukuran otak ke arah yang lebih kecil daripada ukuran sebelumnya. Pada atrofi otak, hubungan sel otak satu dengan sel otak lainnya mengalami kemunduruan. Dengan adanya kondisi tersebut, tentunya dapat menghambat fungsi kerja otak serta sistem tubuh lainnya.

Gejala Atrofi Otak

Otak menjadi salah satu bagian dalam tubuh dengan memegang tugas tidak sedikit. Tak heran apabila otak menjadi bagian tubuh paling dijaga kehadirannya. Dengan adanya otak, tidak hanya berpikir saja yang dapat dilakukan.

Bebicara, menulis, serta sebagai pusat kontrol bagi seluruh sistem-sistem bagian tubuh. Tanpa adanya kehadiran otak, bagian tubuh beserta sistem-sistemnya tak dapat melakukan tugas dan fungsinya secara maksimal.

Salah satu kondisi yang dapat mengganggu kerja otak yaitu atrofi pada otak. Keadaan pada gangguan satu ini yaitu adanya perubahan ukuran pada otak.

Ukuran pada otak mengalami perubahan ke arah lebih kecil daripada sebelumnya. Ukuran ke arah lebih kecil ini memberikan gambaran bagi hubungan antar sel otak yang tidak dapat berkomunikasi selayaknya.

Sebagai gangguan dengan arah serangan ke bagian otak, atrofi memiliki gejalanya sendiri. Gejala pada atrofi bagian otak meliputi adanya afasia, kejang, adanya gangguan pendengaran, serta demensia.

  • Adanya afasia
    Adanya afasia yang ditunjukkan mengarah pada gangguan berbicara serta gangguan dalam penggunaan bahasa dan mengalami kebingungan dalam mengungkapkan kata-kata, bahasa, serta kalimat. Otak sangat memengaruhi fungsi berbicara serta berbahasa. Jadi, ketika adanya gejala mengarah pada tidak sinkronnya antara berbicara serta berbahasa merupakan tanda-tanda daripada atrofi pada otak.
  • Kejang
    Kejang pula merupakan salah satu tanda daripada adanya atrofi pada otak. Kejang menjadi penanda bahwa ada sesuatu tidak beres di wilayah otak. Ketika kejang muncul, aktivitas berulang disertai dengan hilangnya kesadaran pun ada di dalamnya. Adanya hubungan antar sel yang tidak baik pula menjadi landasan atas kehilangan kesadaran ketika kejang terjadi.
  • Adanya gangguan pendengaran
    Otak selalu memiliki hubungan dengan bagian tubuh lain. Salah satunya yakni indera pendengaran. Jika adanya masalah pendengaran, tidak dapat dipungkiri, bagian otak pun dapat mengalami masalah. Tidak sinkronnya sel otak dan indera pendengaran dapat mengakibatkan kebingungan karena adanya masalah pada hal-hal yang didengar.
  • Demensia
    Demensia merupakan salah satu gejala daripada atrofi pada otak. Demensia memberikan gambaran mengenai daya ingat yang semakin lama semakin mengalami penurunan. Hal ini memberikan efek penurunan bagi fungsi otak untuk mengingat hal dan atau sesuatu di sekitar.

Penyebab Atrofi Otak

Otak adalah bagian daripada tubuh manusia yang sangat penting. Maka dari itu, bagian kepala dan otak tentunya perlu dijaga dan diperhatikan kesehatannya. Salah satu gangguan pada otak yakni atrofi.

Atrofi pada otak adalah kondisi dimana otak itu sendiri mengalami perubahan ukuran ke arah lebih kecil. Atrofi pada otak tidak hadir begitu saja. Gangguan pada otak ini memiliki penyebabnya, seperti adanya cedera dan adanya penyakit tertentu.

Adanya cedera pada bagian kepala tentunya mengarah pula dampaknya pada bagian otak. Benturan dan atau pukulan yang menyerang kepala dapat mengakibatkan sel-sel saraf pada otak juga ikut terganggu.

Selain itu, benturan dan atau pukulan dapat mengakibatkan akses darah menuju otak mengalami hambatan. Adanya hambatan darah ke otak memberikan dampak bagi sel-sel otak tidak dapat ternutrisi dengan baik. Sel-sel otak yang tidak ternutrisi dengan baik tersebut dapat berperan sebagai pemicu adanya atrofi pada otak.

Selain cedera, adanya penyakit tertentu dapat menjadi penyebab daripada atrofi pada otak. Penyakit alzheimer salah satu contohnya.

Alzheimer merupakan suatu kondisi dengan gangguan memori otak. Penyakit satu ini dapat mengakibatkan penderitanya mengalami kehilangan daya ingat secara menyeluruh. Hal ini dikarenakan hubungan sel saraf satu dengan sel saraf lainnya sudah rusak dan tidak dapat memaksimalkan daya ingat otak.

Cara Mencegah serta Penanganan Atrofi Otak

Bagian kepala dan juga otak merupakan bagian tubuh yang sangat penting. Tidak ada salahnya untuk menjaga bagian tubuh satu ini demi lancarnya fungsi kerja dengan bagian tubuh lainnya.

Kepala dan otak tentunya tidak absen dari adanya suatu gangguan yang dapat menyerang. Salah satunya yaitu atrofi pada otak. Gambaran akhir pada atrofi otak yaitu adanya penurunan ukuran otak dibanding dengan ukuran sebelumnya.

Hal ini dapat menimbulkan masalah serius bagi sistem tubuh lainnya. Untuk mencegah terjadinya atrofi otak yaitu dengan selalu menerapkan pola hidup sehat.

Pola hidup sehat menjadi kunci utama bagi terhindarnya gangguan dalam tubuh. Makanan cukup gizi dan nutrisi serta cukup air putih dan olahraga yang cukup menjadi pilihan tepat dalam menjalani pola hidup sehat.

Selain pola hidup sehat, menjaga kepala agar terhindar dari cedera juga dibutuhkan untuk mencegah adanya atrofi pada otak.

Terapi fisik serta konseling dan memenuhi nutrisi otak dapat menjadi penanganan bagi penderita atrofi pada otak. Penanganan tersebut dapat membantu pemulihan dari luar secara fisik dan juga dari dalam dengan bantuan konsumsi vitamin yang bisa memelihara fungsi dan jaringan otak.

Kesimpulan Pembahasan

Otak menjadi salah satu bagian dalam tubuh dengan memegang tugas tidak sedikit. Tak heran apabila otak menjadi bagian tubuh paling dijaga kehadirannya. Tanpa adanya otak, bagian tubuh serta sistem-sistem tubuh satu dengan lainnya tak dapat bekerjasama secara maksimal.

Akan tetapi, apabila keadaan dan situasi otak mengalami gangguan, tentunya hal ini tidak dapat dibiarkan begitu saja. Salah satu gangguan dengan menyerang wilayah otak yaitu atrofi otak. Atrofi otak yaitu suatu keadaan dimana otak mengalami perubahan ukuran.

Ukuran ke arah lebih kecil ini memberikan gambaran bagi hubungan antar sel otak yang tidak dapat berkomunikasi selayaknya. Sebagai gangguan dengan arah serangan ke bagian otak, atrofi memiliki gejalanya sendiri.

Gejala pada atrofi bagian otak meliputi adanya afasia, kejang, adanya gangguan pendengaran, serta demensia. Gangguan pada otak ini memiliki penyebabnya, seperti adanya cedera dan adanya penyakit alzheimer, contohnya.

Tidak ada salahnya untuk menjaga bagian tubuh satu ini demi lancarnya fungsi kerja dengan bagian tubuh lainnya. Untuk mencegah terjadinya atrofi otak yaitu dengan selalu menerapkan pola hidup sehat. Selain itu, terapi fisik serta konseling dan memenuhi nutrisi otak dapat menjadi penanganan bagi penderita atrofi pada otak.