Biologi

Bioma Hutan Gugur : Pengertian, Ciri, dan Jenisnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Hutan gugur adalah salah satu dari tujuh bioma yang ada di permukaan bumi. Seperti jenis bioma lainnya, hutan gugur memiliki karakteristik yang mencirikannya. Berikut pembahasan lengkap terkait hutan gugur.

Pengertian Hutan Gugur

Hutan gugur adalah bioma yang didominasi oleh pohon yang menggugurkan daunnya secara musiman. Pepohonan yang ada di hutan gugur akan kehilangan daunnya di musim gugur dan akan tumbuh kembali saat musim semi.

Beberapa wilayah yang menjadi tempat tumbuhnya hutan gugur antara lain : Amerika Utara, Asia, dan Eropa. Hutan gugur yang terkenal misalnya Great Smoky Mountains National Park dan Dataran Cina Timur Laut.

Ciri-Ciri Hutan Gugur

Hutan gugur juga disebut sebagai hutan berdaun lebar karena, selain itu ada beberapa ciri lainnya yang menggambarkan hutan gugur seperti penjelasan di bawah ini.

Iklim

Suhu rata-rata hutan gugur adalah 10°C atau 50°F, dengan rata-rata curah hujan tahunan mencapai 1,5 meter. Saat musim panas, suhu rata-rata di hutan gugur adalah 21°C. Sedangkan saat musim dingin, suhu akan berada di bawah titik beku.

Hutan gugur memiliki kelembaban yang sangat tinggi, sehingga perbedaan suhu saat siang dan malam tidak jauh berbeda. Suhu dari musim ke musim berubah drastis menghasilkan empat musim yaitu musim dingin, musim panas, semi musim, dan musim gugur.

Suhu musim gugur yang lebih dingin menjadi sinyal bagi pohon untuk memotong pasokan air ke daun. Daun kemudian tidak mampu menghasilkan klorofil yang membuatnya menjadi hijau, sehingga daun menjadi kuning, emas atau merah. Lalu daun mengering dan rontok ke permukaan tanah.

Fauna

Hewan predator yang dapat ditemukan di hutan gugur antara lain serigala, singa, dan kucing hutan. Sedangkan herbivora yang ada di hutan ini didominasi oleh rusa dan hewan lainnya seperti kelinci, sigung, rakun, salamander, kura-kura, ular, katak, dan tupai.

Selain itu, hutan gugur juga adalah habitat bagi bermacam-burung seperti burung pelatuk, burung warbler, burung hantu, dan burung jay. Mereka tinggal di lubang dan dahan pohon, serta memakan biji-biji dari pepohonan.

Berdasarkan jenisnya, hewa-hewan yang berada di hutan gugur terdiri dari lima kategori, yaitu :

  • Mamalia besar: bobcats, beruang, moose (rusa besar), rusa
  • Mamalia kecil: kelinci, musang, rubah, rakun, sigung, tupai
  • Amfibi dan reptil: katak, kura-kura, ular, salamander
  • Serangga: belalang sembah, lebah, laba-laba, kepik, kumbang
  • Burung: burung biru, burung kolibri, burung pelatuk, kardinal

Flora

Secara umum, flora yang terdapat di hutan gugur adalah pohon yang berdaun lebar. Namun, terdapat tingkata flora di hutan gugur yang dapat dibagi menjadi lima tingkatan yaitu :

  • Lapisan atas atau kanopi : pohon tinggi seperti aspen, birch, beech, ek, elm, dan maple.
  • Lapiasan keuda atau anakan : pohon kecil seperti tanaman pucuk merah dan cornus (dogwood).
  • Lapisan ketiga : semak-semak seperti rhododendron dan azalea.
  • Lapisan keempat atau tumbuhan hutan : lapisan tumbuhan seperti bunga liar dan pakis.
  • Lapisan tanah : seperti lumut dan lumut kerak yang tumbuh di batang pohon.

Selain itu ada berbagai tanaman lain yang tumbuh di hutan ini seperti tanaman rambat liana, bunga anggrek, dan mountain laurel.

Warna daun di hutan gugur akan berubah-ubah sepanjang pergantian musim. Daun hijau akan berubah menjadi coklat kering, kemudian merontokkan daunnya sepanjang musim gugur agar dapat bertahan hidup saat musim dingin. Saat musim dingin, banyak hewan yang melakukan hibernasi di hutan ini.

Tanah

Warna tanah pada hutan gugur adalah coklat hingga coklat keabuan. Tanah yang ada di hutan gugur mengandung banyak mineral yang dihasilkan oleh dedaunan yang gugur ke tanah. Nutrisi yang ada pada daun akan diserap oleh tanah saat daun membusuk yang dibantu oleh organisme di tanah.

Kualitas tanah yang ada pada hutan gugur sangat cocok dijadikan lahan pertanian, namun harus menghindari tanah yang terbentuk di bawah pohon pinus karena umumnya memiliki kadar asam yang lebih tinggi dan berpasir.

Jenis-Jenis Hutan Gugur

Hutan gugur diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu hutan gugur lembab dan hutan gugur kering yang dipaparkan lebih lanjut di bawah ini.

Hutan Gugur Lembab (Moist)

Hutan gugur ini disebut juga hutan gugur tropis. Hutan gugur ini tersebar di daerah yang menerima curah hujan tinggi yakni antara 200 cm dan 100 cm. Pepohonan akan menggugurkan daunnya saat tidak ada cukup hujan.

Suhu pada hutan gugur lembab ini rata-rata 24°C atau 27°C. Hutan ini memiliki kualitas tanah yang buruk. Tumbuhan di hutan ini didominasi oleh rosewood, cendana, jati, sal, dan shisam. Sedangkan fauna yang terlihat antara lain yongmu, kukang, golden cat, beruang hitam, sambar, burung pegar, dan trenggiling.

Hutan gugur tropis (lembab) banyak ditemukan hampir di seluruh India dan menjadi jenis hutan paling luas di negara tersebu kecuali di bagian barat dan barat laut India.

Hutan Gugur Kering (Dry)

Hutan gugur kering tersebar di daerah dengan curah hujan antara 100 cm dan 70 cm dan banyak ditemukan di bagian dataran tinggi. Hutan ini ditemukan di seluruh bagian utara India dan juga di beberapa daerah seperti Andhra Pradesh, Adhya Pradesh, Karnataka, Tamil Nadu, dan Gujarat.

Pada saat musim dingin dan musim panas yang kering, pepohonan akan merontokkan daunnya selama sekitar enam hingga delapan minggu. Tumbuhan yang mendominasi hutan ini adalah semak dengan beberapa jenis pohon seperti nimba, peepal, jati, sal, oak, aspen, elm, ample, birch, dan beech.

Selain tumbuhan, hutan ini juga menjadi rumah bagi beberapa hewan seperti babi, rusa, gajah, singa, kura-kura, ular, kadal, dan berbagai jenis burung.