Biologi

Blastokista: Karakteristik – Bagian dan Klasifikasi

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Setelah terjadi pembuahan ketika sperma pria berfusi dengan sel telur wanita selama pembuahan maka terdapat blastokista.

Pengertian Blatokista

Blastokista merupakan embrio yang berusia empat hingga sembilan hari setelah telur yang dibuahi berada di fase kedua pertumbuhannya yang terdiri dari 100 hingga 200 sel total dan berdiameter sekitar 1/10 milimeter atau kira-kira seukuran dengan titik.

Biasanya blastokista akan mengikuti setelah fase morula yaitu ketika sel telur menjadi bola pada sel sampai hari ketiga, dimana pada titik ini, embrio sedang membutuhkan ruang.

Maka dari itu, untuk mengkompensasi kebutuhan, blastokista membentuk bola yang tampak berongga lebih besar dan berisi cairan sel trofektodermal (dasar plasenta) dimana ICM (massa sel dalam) membentuk benjolan sedikit pada dinding dalam.

Sehingga pada tahap perkembangan ini sebagian besar sel induk embrionik dapat diperoleh.

Biasanya blastokista terletak di bagian atas rahim pada sisi yang sama dengan dengan tempat ovarium melepaskan sel telur.

Karakteristik Blastokista

Blastokista memiliki karakteristik, sebagai berikut:

  • Terdapat blastokel yang merupakan blastokista bersama membentuk unit.
  • Memiliki sel-selnya pluripotent atau memiliki massa sel internal yang dapat menjadi semua jenis jaringan kecuali plasenta.
  • Memiliki sinonim dari kata blastula.
  • Memiliki embrio yang berkembang antara lima dan enam hari.
  • Memiliki struktur selulernya yang terdiri sekitar 200 sel yang telah dibuat dari zigot.

Bagian Blastokista

Blastokista mempunyai beberapa bagian, yaitu:

  • Massa sel internal yang berfungsi untuk meningkatkan janin.
  • Trafectoderm yang berfungsi membentuk plasenta.
  • Lapisan pelindung atau zona pellucida yang berfungsi untuk memberikan perlindungan hingga embrio merusak daerah yang akan ditanam.

Klasifikasi Blastokista

Berikut ini beberapa klasifikasi dari Blastokista, yaitu:

  • Blastokista awal atau grade 1, merupakan klasifikasi saat blastokel mulai memvisualisasikan.
  • Blastokista berlavitasi atau grade 2, merupakan klasifikasi yang diberikan ketika sudah memungkinkan untuk dapat membedakan trofektoderm dan MCI.
  • Blastokista yang diperluas atau grade 3, merupakan klasifikasi dimana ukuran blastokista telah meningkat dan lapisan yang menutupinya disebut dengan zona pelusida lebih tipis.
  • Blastokista yang memulai penetasan atau grade 4, merupakan klasifikasi yang terjadi ketika blastokista mulai meninggalkan zona pellucida.
  • Blastokista menetas atau grade 5, merupakan klasifikasi yang terjadi ketika blastokista telah meninggalkan zona pellucida secara sepenuhnya.

Proses Pembentukan Blastokista

Proses pembentukan blastokista dimulai pada saat morula masuk ke rongga uterus dan cairan mulai menembus zona pelusida ke dalam ruang antarsel massa sel dalam.

Setelah itu secara bertahap ruang antarsel menjadi konfulen dan akhirnya terbentuk sebuah rongga yang disebut dengan blastokel.  

Pada saat ini juga disebut dengan blastokista, dimana sel-sel dimassa sel dalam disebut dengan embrioblas yang terletak disuatu kutub sel-sel di massa sel luar atau trofoblas menggepeng dan membentuk dinding epitel blastokista.