Biologi

Pelajari Cara Perkembangbiakan Jagung yang Sangat Unik

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Jagung merupakan komoditas utama setelah padi. Jagung seperti yang sudah diketahui banyak orang, merupakan sebuah bahan pokok utama untuk pangan dan pakan.

Bahkan di beberapa wilayah, jagung merupakan bahan makanan utama pengganti beras atau sebagai campuran beras yang dikenal sebagai nasi jagung. Menurut Siregar (2009), dari
sisi pasar, potensi pemasaran jagung terus mengalami peningkatan.

Tanaman jagung termasuk dalam keluarga rumput-rumputan dengan spesies Zea mays L. Jagung merupakan tanaman berumah satu monoecious dimana letak bunga jantan terpisah dengan bunga betina pada satu tanaman.

Bunga Jagung jantan di sebelah kiri, Bunga jagung betina di sebelah kanan

Jagung terkenal sebagai tanaman C4 yang mana tanaman C4 mempunyai proses fotosintensis lebih tinggi dibanding tanaman C3, sebagaimana dikutip dari seorang hali yang bernama Rinaldi-2009 ” Salah satu sifat tanaman jagung sebagai tanaman C4, antara lain daun mempunyai laju fotosintesis lebih tinggi dibandingkan tanaman C3, fotorespirasi rendah dan efisien dalam penggunaan air”.

Pada setiap tanaman jagung terdapat bunga jantan dan bunga betina yang letaknya terpisah. Bunga jantan terdapat pada malai bunga di ujung tanaman, sedangkan bunga betina terdapat pada tongkol jagung.

Bunga betina ini biasanya disebut tongkol selalu dibungkus kelopak-kelopak yang jumlahnya sekitar 6-14 helai. Tangkai kepala putik merupakan rambut atau benang yang terjumbai di ujung tongkol sehingga kepala putiknya menggantung di luar tongkol.

Bunga jantan yang terdapat di ujung tanaman masak lebih dahulu daripada bunga betina. Jagung
memiliki buah matang berbiji tunggal yang disebut karyopsis. Buah ini gepeng dengan permukaan atas cembung atau cekung dan dasar runcing.

Buah ini terdiri endosperma yang melindungi embrio lapisan aleuron dan jaringan perikarp yang
merupakan jaringan pembungkus.

Pertumbuhan jagung dapat dikelompokkan ke dalam tiga tahap yaitu :

  • Fase perkecambahan, saat proses imbibisi air yang ditandai dengan pembengkakan biji sampai dengan sebelum munculnya daun pertama
  • Fase pertumbuhan vegetatif, yaitu fase mulai munculnya daun pertama yang terbuka sempurna sampai tasseling dan sebelum keluarnya bunga betina (silking), fase ini di identifiksi dengan jumlah daun yang terbentuk
  • Fase reproduktif, yaitu fase pertumbuhan setelah silking sampai masak fisiologis.