12 Fakta Unik Planet Neptunus yang Belum diketahui

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Planet neptunus sebagai salah satu planet yang juga dijuluki planet biru selain bumi. Planet tersebut juga disebut sebagai planet yang membuat masalah karena ia menanggung orbit dari planet yang berada disekitarnya.

Planet neptunus juga memiliki medan gravitasi sebesar 11,15 m/s² dengan medan magnetnya sebesar 27 kali kekuatan medan magnet bumi. Dikarenakan memiliki kekuatan yang besar membuat neptunus sering mengganggu planet yang berada di dekatnya, yaitu uranus.

Berikut merupakan beberapa fakta unik mengenai Neptunus.

1. Nama Neptunus diambil dari Dewa Romawi

Sebelum diberi nama neptunus, planet tersebut tidak memiliki nama resmi. Ketika pertama kali ditemukan pada tahun 1846 oleh matematikawan dan ahli astronomi Prancis, Urbain Le Verrier, planet neptunus awalnya disebut Planet X atau Le Verrier’s planet berdasarkan prediksinya tentang keberadaannya berdasarkan perhitungan matematika.

Setelah ditemukan di langit oleh ahli astronomi Jerman, Johann Galle, nama neptunus diadopsi untuk menghormati dewa laut dalam mitologi Romawi. Dewa neptunus setara dengan dewa laut Yunani bernama poseidon.

Alasan nama neptunus dipilih untuk planet tersebut karena warnanya yang biru dan kemiripannya dengan warna laut. Pemilihan nama tersebut merupakan salah satu bagian dari tradisi dalam astronomi yang menghubungkan planet-planet dengan dewa-dewa dalam mitologi.

2. Ditemukan Secara Tidak Sengaja

Planet Neptunus ditemukan secara tidak sengaja melalui pengamatan matematis. Pada pertengahan abad ke-19, astronom Prancis, Urbain Le Verrier, dan astronom Inggris, John Couch Adams, secara independen menghitung dan meramalkan adanya gangguan dalam orbit Uranus.

Mereka menyimpulkan bahwa adanya planet lain yang memengaruhi orbit Uranus. Setelah prediksi tersebut, observatorium di Berlin dan Cambridge memulai pencarian. Namun, Le Verrier juga mengirimkan prediksi ke astronom Jerman, Johann Gottfried Galle, yang berada di Observatorium Berlin.

Pada tanggal 23 September 1846, Galle dan asistennya, Heinrich d’Arrest, menggunakan koordinat yang diberikan oleh Le Verrier untuk menemukan Neptunus hanya 1° dari posisi yang dihitung. Jadi, penemuan Neptunus merupakan hasil dari perhitungan matematis yang tepat dan koordinasi yang baik antara para astronom di berbagai observatorium.

Selain itu, sebelum ditemukan oleh para ilmuwan. Galileo merupakan orang yang pertama melihat planet neptunus. Pada mulanya, Galileo menganggap neptunus sebagai bintang dan bukan sebuah planet. Keberadaan planet tersebut ditemukan oleh para ilmuwan yang tengah memperhatikan orbit Uranus yang tidak beraturan.

Hal itulah yang menimbulkan berbagai spekulasi bahwa terdapat planet lain yang sedang berusaha menarik uranus agar kemudian dapat lebih dekat dengannya. Tak berlangsung lama, spekulasi tersebut ternyata menjadi kenyataan yang akhirnya neptunus ditemukan oleh para ilmuwan pada tahun 1846.

3. Mempunyai Usia hampir Sama dengan Matahari

Usia neptunus dan matahari yang hampir sama disebabkan oleh pembentukan mereka dari awan gas dan debu yang sama saat tata surya terbentuk. Proses tersebut menyebabkan keduanya memiliki usia yang serupa karena berasal dari materi yang sama pada saat yang relatif bersamaan.

Usia Matahari diperkirakan sekitar 4.6 miliar tahun, sementara Neptunus memiliki usia sekitar 4 miliar tahun. Keduanya terbentuk dalam waktu relatif dekat setelah pembentukan tata surya.

4. Merupakan Planet Terjauh

Planet Neptunus adalah planet terjauh dari matahari dalam tata surya dan memiliki orbit yang membutuhkan waktu terlama untuk mengelilingi matahari. Neptunus berjarak sekitar 4,5 miliar kilometer dari matahari dan memiliki periode orbit sekitar 165 tahun.

Karena jarak yang sangat jauh dan orbit yang panjang, neptunus memerlukan waktu yang lama untuk menyelesaikan satu kali putaran mengelilingi matahari. Selain itu, planet neptunus juga merupakan sebuah planet yang lebih lambat (dalam pergerakan) apabila dibandingkan dengan planet lainnya.

Hal tersebut karena planet neptunus dalam sekali orbit membutuhkan waktu sekitar 164,8 tahun pada waktu bumi.

5. Disebut sebagai Planet Biru

Planet neptunus disebut sebagai planet biru karena warna atmosfernya yang mencolok, yang memberikan tampilan keseluruhan planet ini tampak berwarna biru. Warna biru tersebut disebabkan oleh adanya metana dalam atmosfer neptunus.

Cahaya matahari yang mencapai atmosfer neptunus mengandung berbagai panjang gelombang dan metana memiliki sifat untuk menyerap cahaya merah dan memantulkan cahaya biru. Oleh karena itu, cahaya biru yang dipantulkan oleh metana inilah yang memberikan warna biru yang khas pada Neptunus.

Warna atmosfer Neptunus yang biru dan kaya akan nuansa cerah membuatnya tampak unik dan menarik dalam penelitian astronomi.

6. Planet yang selalu Bermasalah dengan Satelit

Planet Neptunus ini juga kerap disebut sebagai planet yang selalu menyebabkan masalah. Karena jarak neptunus yang jauh dari matahari, penelitiannya lebih sulit dibandingkan dengan planet yang lebih dekat. Observasi dan pengamatan langsung terhadap neptunus memerlukan sumber daya yang kuat dan teknologi canggih.

Selain itu juga karena planet tersebut sering menarik salah satu satelit Triton agar dapat mendekat pada permukaan planet neptunus. Peristiwa tersebut diakibatkan daya gravitasi yang kuat setelah Jupiter. Oleh karena itu, tak heran jika planet neptunus diberi julukan sebagai planet yang bermasalah.

7. Memiliki Badai Great Dark Spot

Planet neptunus memiliki badai-badai yang cukup menarik dan unik dalam skala tata surya. Salah satu badai terkenal di neptunus adalah Great Dark Spot (Bintik Gelap Besar), yang mirip dengan bintik merah di Jupiter.

Badai tersebut pertama kali diamati oleh wahana Voyager 2 pada tahun 1989. Meskipun badai-badai di neptunus memiliki skala yang besar dan bisa menciptakan cuaca yang keras dan ekstrim di atmosfer planet tersebut, planet tersebut berada di jarak yang sangat jauh dari bumi dan tidak memiliki dampak langsung pada manusia.

Badai-badai di tata surya memberikan wawasan penting tentang atmosfer dan dinamika planet. Studi lebih lanjut tentang badai-badai di neptunus dapat memberikan informasi berharga tentang atmosfer, cuaca, dan fenomena geologis di planet tersebut.

8. Terjadi Fenomena Hujan Berlian di Neptunus

Hujan berlian adalah satu fenomena yang menarik tentang planet neptunus. Di atmosfer neptunus, suhu yang sangat rendah dan tekanan yang tinggi menciptakan kondisi yang memungkinkan terbentuknya kristal metana dan etana dalam atmosfer yang turun kembali ke permukaan planet dalam bentuk hujan.

Beberapa ilmuwan telah mensimulasikan bahwa dalam kondisi tersebut, hujan yang terjadi mungkin terdiri dari kristal-kristal berlian dan kristal etana. Hal itu diketahui karena hasil penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan internasional dengan menggunakan laser sinar X Linac Coherent Light Sources (LCLS) dari Linac National Accelerator Laboratory SLAC.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh para ilmuwan tersebut, diketahui bahwa material karbon yang melimpah di planet neptunus secara langsung dan akan bertransisi menjadi hujan berlian. Dalam percobaan tersebut, ditemukan bahwa ketika karbon dikompresi menjadi berlian, atom yang tersisa akan terpecah menjadi hidrogen, kemudian tidak menyisakan karbon.

Dengan kata lain, seluruh karbon tersebut telah berubah menjadi berlian. Meskipun demikian, hal itu merupakan contoh menarik dari bagaimana kondisi ekstrim di planet lain dapat menciptakan fenomena yang sangat berbeda dari yang biasa dialami di bumi.

9. Neptunus Memiliki Cincin

Memiliki sistem cincin yang terdiri dari partikel-partikel kecil yang mengelilingi planet ini dalam orbitnya. Namun, cincin-cincin Neptunus lebih kabur dan kurang terlihat daripada cincin-cincin dari planet saturnus yang terkenal.

Cincin-cincin Neptunus terdiri dari debu dan partikel es yang berasal dari materi yang terlempar oleh satelit-satelit Neptunus atau dari tumbukan dengan partikel lain. Sistem cincin neptunus terdiri dari beberapa cincin yang memiliki nama seperti Adams, Le Verrier, dan Galle, nama tersebut dinamai sesuai dengan ilmuwan yang terkait dengan penemuan atau prediksi neptunus.

Meskipun tidak sehebat cincin-cincin saturnus, cincin-cincin Neptunus tetap merupakan fenomena menarik dan memberikan wawasan lebih lanjut tentang dinamika sistem planet di Tata Surya.

10. Planet terdingin di Tata Surya

Planet neptunus adalah salah satu planet terdingin di tata surya. Karena jaraknya yang jauh dari matahari, suhu di atmosfer bagian atas neptunus sangat rendah. Suhu rata-rata di permukaan neptunus bisa mencapai sekitar -218 derajat Celsius (-360 derajat Fahrenheit).

Namun, suhu tersebut dapat bervariasi di berbagai lapisan atmosfer planet tersebut. Kondisi dingin di neptunus menghasilkan lingkungan yang ekstrem dan menjadikannya sebagai salah satu tempat paling tidak ramah bagi kehidupan seperti bumi.

11. Neptunus pernah dikunjungi oleh Voyager 2

Planet neptunus pernah dikunjungi oleh wahana antariksa Voyager 2. Voyager 2 merupakan wahana antariksa buatan manusia yang diluncurkan oleh NASA pada tahun 1977. Tujuan utama dari Voyager 2 adalah menjelajahi planet-planet raksasa di tata surya dan mengumpulkan data ilmiah tentang planet tersebut.

Voyager 2 berhasil mengunjungi neptunus pada tanggal 25 Agustus 1989. Selama melewati neptunus, Voyager 2 mengambil gambar-gambar dan data ilmiah tentang planet itu serta satelit-satelitnya. Pengamatan yang dilakukan memberikan informasi berharga tentang atmosfer, cincin, dan satelit neptunus. Selain itu juga merupakan kunjungan manusia pertama dan satu-satunya ke planet tersebut sampai sekarang.

12. Memiliki 14 bulan atau Satelit

Neptunus diketahui memiliki lebih dari 14 satelit atau bulan alami. Namun, jumlah yang pasti dari satelit-satelit trsebut bisa bervariasi karena penemuan baru atau pengkajian ulang dari data pengamatan. Satelit-satelit neptunus yang paling besar dan terkenal antara lain Triton, yang merupakan satelit terbesar dengan orbit retrograde, dan Nereid.

Namun, ada juga satelit-satelit kecil lain yang mengelilingi Neptunus dalam orbit yang berbeda-beda. Akan tetapi, data astronomi dapat berubah seiring waktu dengan penemuan baru dan penelitian lebih lanjut, jadi jumlah satelit neptunus yang diketahui dapat berubah.

fbWhatsappTwitterLinkedIn